alexametrics
30.1 C
Banjarmasin
Saturday, 2 July 2022

Asal Mula Nama Desa Timbun Tulang

NAMA desa di Kabupaten Balangan ini terdengar horor: Timbun Tulang.

Desa ini berada di Kecamatan Batumandi. Berbatasan langsung dengan Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Berada di tepi Jalan Ahmad Yani. Keanehan nama desa ini bahkan sudah tersohor. Pernah dimasukkan sebuah televisi nasional dalam daftar tujuh desa dengan nama paling unik di Indonesia.

Apakah karena di sini ada tumpukan tulang belulang manusia? Ada beberapa versi. Tapi cerita yang paling terkenal datang dari masa kolonial. Pada masa perjuangan melawan Belanda.
Konon, Desa Timbun Tulang menjadi lintasan serdadu penjajah untuk mencari jejak Pangeran Antasari dan pasukannya.

Favehotel Banjarmasin

Di sana, tentara Belanda disergap. Mendapat serangan mendadak dari warga setempat. Hingga pecah pertempuran dan korban berguguran di kedua belah pihak.

Baca Juga :  Sejarah Menarik Nama Teluk Miliar

“Mayat-mayat itu kemudian dikuburkan secara massal di sini. Sejak itulah dinamai menjadi Desa Timbun Tulang,” kata Kepala Desa Timbun Tulang, Mursani kepada Radar Banjarmasin.

“Namanya nyaris mau diubah pemerintah Orde Baru karena dinilai terlalu seram. Tapi tidak sempat karena keburu Reformasi,” tambahnya. Soal pertempuran itu, diakui oleh sejarawan lokal Dharma Setiawan. Dia mengungkap tentang Pertempuran Benteng Batumandi pada tahun 1861.

Namun, Dharma tak bisa memastikan lokasi persisnya, apakah benar berada di Desa Timbun Tulang. Sebab, dari catatan yang pernah ia baca di museum Belanda, lokasi benteng itu berada di daerah perbukitan. Bukan di tanah yang datar.

“Di sana tertulis, tentara di bawah komando Van der Heide tiba-tiba diserang dengan batang-batang pohon besar yang digelindingkan dari atas bukit,” ceritanya. Menggilas musuh hingga banyak yang tewas. “Pertempuran ini dipimpin langsung oleh Demang Lehman (tokoh perang Banjar),” sebutnya.

Baca Juga :  Rumah Anno, Perpaduan Rumah Adat dan Kolonial

Dijelaskan Dharma, serangan ini bertujuan untuk menghalau Belanda agar tak bisa mencapai Benteng Tundakan di Kecamatan Awayan. Di benteng itulah Pangeran Antasari dan Tumenggung Jalil berada. (why/gr/fud)

NAMA desa di Kabupaten Balangan ini terdengar horor: Timbun Tulang.

Desa ini berada di Kecamatan Batumandi. Berbatasan langsung dengan Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Berada di tepi Jalan Ahmad Yani. Keanehan nama desa ini bahkan sudah tersohor. Pernah dimasukkan sebuah televisi nasional dalam daftar tujuh desa dengan nama paling unik di Indonesia.

Apakah karena di sini ada tumpukan tulang belulang manusia? Ada beberapa versi. Tapi cerita yang paling terkenal datang dari masa kolonial. Pada masa perjuangan melawan Belanda.
Konon, Desa Timbun Tulang menjadi lintasan serdadu penjajah untuk mencari jejak Pangeran Antasari dan pasukannya.

Favehotel Banjarmasin

Di sana, tentara Belanda disergap. Mendapat serangan mendadak dari warga setempat. Hingga pecah pertempuran dan korban berguguran di kedua belah pihak.

Baca Juga :  Adaro Asalnya dari Spanyol

“Mayat-mayat itu kemudian dikuburkan secara massal di sini. Sejak itulah dinamai menjadi Desa Timbun Tulang,” kata Kepala Desa Timbun Tulang, Mursani kepada Radar Banjarmasin.

“Namanya nyaris mau diubah pemerintah Orde Baru karena dinilai terlalu seram. Tapi tidak sempat karena keburu Reformasi,” tambahnya. Soal pertempuran itu, diakui oleh sejarawan lokal Dharma Setiawan. Dia mengungkap tentang Pertempuran Benteng Batumandi pada tahun 1861.

Namun, Dharma tak bisa memastikan lokasi persisnya, apakah benar berada di Desa Timbun Tulang. Sebab, dari catatan yang pernah ia baca di museum Belanda, lokasi benteng itu berada di daerah perbukitan. Bukan di tanah yang datar.

“Di sana tertulis, tentara di bawah komando Van der Heide tiba-tiba diserang dengan batang-batang pohon besar yang digelindingkan dari atas bukit,” ceritanya. Menggilas musuh hingga banyak yang tewas. “Pertempuran ini dipimpin langsung oleh Demang Lehman (tokoh perang Banjar),” sebutnya.

Baca Juga :  Bangunan Arc de Triomphe ala Martapura

Dijelaskan Dharma, serangan ini bertujuan untuk menghalau Belanda agar tak bisa mencapai Benteng Tundakan di Kecamatan Awayan. Di benteng itulah Pangeran Antasari dan Tumenggung Jalil berada. (why/gr/fud)

Most Read

Artikel Terbaru

/