alexametrics
30.1 C
Banjarmasin
Saturday, 2 July 2022

Tak Ada yang Bisa Hentikan Revitalisasi Pasar Batuah

Wali Kota Banjarmasin mengeluarkan pernyataan yang cukup berani. Tidak ada satu pun yang bisa menunda pelaksanaan revitalisasi Pasar Batuah.

Pernyataan itu disampaikannya usai rapat bersama forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda) di Hotel Aria Barito, Kamis (9/6) petang. Rapat itu sendiri, menyikapi terkait kelanjutan dari program revitaliasi Pasar Batuah.
Sesuai agenda, prosesnya kini sudah sampai pada Surat Peringatan (SP) 3. Surat itu telah disampaikan ke warga penghuni Pasar Batuah, Rabu (8/6) pagi.

Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina menyatakan, program revitalisasi sudah direncanakan sejak awal. “Insyaallah dilaksanakan sesuai jadwal yang ditetapkan,” tegasnya.

Favehotel Banjarmasin

Proses revitalisasi pasar, menurutnya, sudah dilaksanakan secara persuasif dan sesuai peosedur. Begitu pula adanya memberikan waktu, agar warga bisa menertibkan sendiri bangunan di atas lahan milik Pemko Banjarmasin itu.
Ibnu mengklaim, pihaknya sudah memberikan sejumlah tawaran atau solusi bagi warga. Pertama, menyiapkan rumah susun sewa (Rusunawa) bagi mereka yang bertahun-tahun menghuni kawasan tersebut.

Baca Juga :  Sekolah Diliburkan, Gang Diblokade Jelang "Eksekusi" Pasar Batuah

Bagi para pedagang, pemko juga menyediakan kios atau lapak jualan di semua pasar milik Pemko Banjarmasin. Misalnya, lapak atau kios di Pasar Kuripan dan Pasar Pandu. Semuanya tidak dipungut bayaran selama setahun. Alias gratis.
“Kami juga menyiapkan tenaga dan transport untuk membantu warga membongkar dan memindahkan barang. Baik ke rusunawa atau pasar. Sehingga revitalisasi bisa lancar,” tuturnya.

Ia mengajak warga untuk duduk bersama. Supaya pembangunan pasar bisa dilakukan. “Sesuai jadwal, tanggal 16 Juni itu deadline penertiban lahan,” ujarnya.

Bagaimana dengan tuntutan warga yang menginginkan pemko menghormati jalannya proses hukum? Mengingat, saat ini gugatan penolakan revitalisasi Pasar Batuah berlangsung di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Banjarmasin.
Menanggapi itu, Ibnu menegaskan pihaknya memiliki legalitas. Lahan di Pasar Batuah itu memang milik Pemko Banjarmasin.

Baca Juga :  Warga Batuah Mengadu ke Dewan, Harry Wijaya: Segera Kita Surati Wali Kota

“Ketika pemko ingin memakai untuk pembangunan, mestinya kan segera diikuti. Kalau terkait ganti rugi, kami tak bisa. Karena lahan adalah milik pemko sendiri. Termasuk tali asih. Tak ada anggaran untuk itu,” cetusnya.
Jika menunggu hingga proses di pengadilan pun, sergah dia, tentu memakan waktu yang lama. Maka, kapan lagi pemko bisa melakukan revitalisasi Pasar Batuah. Sedangkan dananya sendiri sudah dikucurkan. Dari APBN dan APBD Kota Banjarmasin.

“Sebelum ada putusan pengadilan yang menyuruh setop, saya kira tidak ada yang bisa menghentikan proses ini. Karena sudah dijadwalkan sedemikian rupa. Kami sudah menoleransi pada saat bulan Ramadan. Kemudian, proses selanjutnya berjalan,” tuturnya.

Ibnu mengingatkan, revitalisasi Pasar Batuah untuk kepentingan bersama. Ia berharap kawasan ini menjadi pasar yang bersih dan membanggakan. (war)

Wali Kota Banjarmasin mengeluarkan pernyataan yang cukup berani. Tidak ada satu pun yang bisa menunda pelaksanaan revitalisasi Pasar Batuah.

Pernyataan itu disampaikannya usai rapat bersama forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda) di Hotel Aria Barito, Kamis (9/6) petang. Rapat itu sendiri, menyikapi terkait kelanjutan dari program revitaliasi Pasar Batuah.
Sesuai agenda, prosesnya kini sudah sampai pada Surat Peringatan (SP) 3. Surat itu telah disampaikan ke warga penghuni Pasar Batuah, Rabu (8/6) pagi.

Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina menyatakan, program revitalisasi sudah direncanakan sejak awal. “Insyaallah dilaksanakan sesuai jadwal yang ditetapkan,” tegasnya.

Favehotel Banjarmasin

Proses revitalisasi pasar, menurutnya, sudah dilaksanakan secara persuasif dan sesuai peosedur. Begitu pula adanya memberikan waktu, agar warga bisa menertibkan sendiri bangunan di atas lahan milik Pemko Banjarmasin itu.
Ibnu mengklaim, pihaknya sudah memberikan sejumlah tawaran atau solusi bagi warga. Pertama, menyiapkan rumah susun sewa (Rusunawa) bagi mereka yang bertahun-tahun menghuni kawasan tersebut.

Baca Juga :  Warga Batuah Mengadu ke Dewan, Harry Wijaya: Segera Kita Surati Wali Kota

Bagi para pedagang, pemko juga menyediakan kios atau lapak jualan di semua pasar milik Pemko Banjarmasin. Misalnya, lapak atau kios di Pasar Kuripan dan Pasar Pandu. Semuanya tidak dipungut bayaran selama setahun. Alias gratis.
“Kami juga menyiapkan tenaga dan transport untuk membantu warga membongkar dan memindahkan barang. Baik ke rusunawa atau pasar. Sehingga revitalisasi bisa lancar,” tuturnya.

Ia mengajak warga untuk duduk bersama. Supaya pembangunan pasar bisa dilakukan. “Sesuai jadwal, tanggal 16 Juni itu deadline penertiban lahan,” ujarnya.

Bagaimana dengan tuntutan warga yang menginginkan pemko menghormati jalannya proses hukum? Mengingat, saat ini gugatan penolakan revitalisasi Pasar Batuah berlangsung di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Banjarmasin.
Menanggapi itu, Ibnu menegaskan pihaknya memiliki legalitas. Lahan di Pasar Batuah itu memang milik Pemko Banjarmasin.

Baca Juga :  Negosiasi Buntu, Putusan Eksekusi Menggantung

“Ketika pemko ingin memakai untuk pembangunan, mestinya kan segera diikuti. Kalau terkait ganti rugi, kami tak bisa. Karena lahan adalah milik pemko sendiri. Termasuk tali asih. Tak ada anggaran untuk itu,” cetusnya.
Jika menunggu hingga proses di pengadilan pun, sergah dia, tentu memakan waktu yang lama. Maka, kapan lagi pemko bisa melakukan revitalisasi Pasar Batuah. Sedangkan dananya sendiri sudah dikucurkan. Dari APBN dan APBD Kota Banjarmasin.

“Sebelum ada putusan pengadilan yang menyuruh setop, saya kira tidak ada yang bisa menghentikan proses ini. Karena sudah dijadwalkan sedemikian rupa. Kami sudah menoleransi pada saat bulan Ramadan. Kemudian, proses selanjutnya berjalan,” tuturnya.

Ibnu mengingatkan, revitalisasi Pasar Batuah untuk kepentingan bersama. Ia berharap kawasan ini menjadi pasar yang bersih dan membanggakan. (war)

Most Read

Artikel Terbaru

/