alexametrics
30.1 C
Banjarmasin
Tuesday, 28 June 2022

Berawal dari Saling Klaim Lahan, Pengeroyokan Berdarah Terjadi di Asam-Asam

PELAIHARI – Kasus pengeroyokan yang berujung tewasnya Muhdi (58) pada Minggu (5/6) sekitar pukul 12.00 Wita di Lok Wihang, Desa Asam-Asam Kecamatan Jorong, tuntas diungkap Polres Tala. Pemicunya adalah saling klaim lahan antara korban dengan para pelaku. Lahan itu berada di daerah Rangkan Asam-Asam.

Pelaku berjumlah sembilan orang, yakni RSM, UJ, SH, AS, SD, MJ, MT, RDW dan JRN. Enam pelaku berasal dari Tanah Laut (Tala), sedangkan tiga sisanya berasal dari Desa Malinau, Loksado, Hulu Sungai Selatan (HSS). Mereka berhasil ditangkap oleh tim gabungan dari Resmob Polda Kalsel, Polres Tala, Polres Banjarbaru dan Kabupaten Banjar. Seluruhnya diamankan di Rutan Mapolres Tala.

Para pelaku ditangkap di tempat berbeda, satu orang ditangkap di Kelurahan Karang Taruna, Kecamatan Pelaihari pada Senin (6/6) sekitar 01.30 Wita, tak berselang lama, kemudian tim gabungan berhasil menangkap enam orang lainnya di daerah Banjarbaru. Sementara dua sisanya menyerahkan diri di Mapolsek Bati-Bati dan Polres Tala pada Senin malam dan Selasa siang.

Baca Juga :  Trik Baru, Bandar Sembunyikan Sabu di Kipas Angin
Favehotel Banjarmasin

“Pengakuan para pelaku adalah masalah lahan. Lahan yang dimasalahkan berjumlah tiga hingga 30 hektar di daerah Rangkan, tidak jelas lahan tersebut apakah lahan sawit atau batu bara,” ungkap Andik seraya menambahkan, dari sembilan tersangka ada tiga bersaudara.

Sementara itu, Kapolres Tala, AKBP Rofikoh Yunianto menambahkan, para pelaku akan dijerat dengan pasal 338 atau pasal 170 ayat 2 ke-3 KUHP yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang. Kapolres juga mengimbau kepada keluarga korban untuk mempercayakan proses hukum kepada pihaknya.

“Saya harap tidak ada hal-hal yang akan menimbulkan gangguan kamtibmas,” pintanya. Kapolres juga membuka pintu bagi keluarga korban jika ingin bertemu dirinya. Ia juga mengapresiasi Dewan Adat Dayak (DAD) Kalsel yang menyatakan komitmen menjaga kondusifitas di wilayah Tala.

Baca Juga :  Menjambret Cuma Demi Main Judi dan Mabuk

Adapun kronologi pengeroyokan bermula, ketika YD (pelapor) bertemu para pelaku di jalan, seraya menanyakan keberadaan korban Muhdi dan mengaku hendak membunuhnya.

Tak berselang lama, terjadi keributan di depan rumah korban, pelapor melihat korban sudah terduduk di tanah sambil memegangi wajah yang terluka, saat itu juga pelapor melihat beberapa orang yang diduga pelaku meninggalkan lokasi kejadian.

Pelapor meminta pertolongan dan membawa korban ke salah satu klinik di Desa Asam-Asam, akan tetapi tidak berselang lama korban meninggal di Klinik tersebut dengan luka di wajah, kepala, tangan dan paha. Kejadian tersebut dilaporkan ke Polsek Jorong untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut. (sal/ij/bin)

PELAIHARI – Kasus pengeroyokan yang berujung tewasnya Muhdi (58) pada Minggu (5/6) sekitar pukul 12.00 Wita di Lok Wihang, Desa Asam-Asam Kecamatan Jorong, tuntas diungkap Polres Tala. Pemicunya adalah saling klaim lahan antara korban dengan para pelaku. Lahan itu berada di daerah Rangkan Asam-Asam.

Pelaku berjumlah sembilan orang, yakni RSM, UJ, SH, AS, SD, MJ, MT, RDW dan JRN. Enam pelaku berasal dari Tanah Laut (Tala), sedangkan tiga sisanya berasal dari Desa Malinau, Loksado, Hulu Sungai Selatan (HSS). Mereka berhasil ditangkap oleh tim gabungan dari Resmob Polda Kalsel, Polres Tala, Polres Banjarbaru dan Kabupaten Banjar. Seluruhnya diamankan di Rutan Mapolres Tala.

Para pelaku ditangkap di tempat berbeda, satu orang ditangkap di Kelurahan Karang Taruna, Kecamatan Pelaihari pada Senin (6/6) sekitar 01.30 Wita, tak berselang lama, kemudian tim gabungan berhasil menangkap enam orang lainnya di daerah Banjarbaru. Sementara dua sisanya menyerahkan diri di Mapolsek Bati-Bati dan Polres Tala pada Senin malam dan Selasa siang.

Baca Juga :  Kondisi Mabuk, Pria ini Mengamuk Sambil Bawa Parang
Favehotel Banjarmasin

“Pengakuan para pelaku adalah masalah lahan. Lahan yang dimasalahkan berjumlah tiga hingga 30 hektar di daerah Rangkan, tidak jelas lahan tersebut apakah lahan sawit atau batu bara,” ungkap Andik seraya menambahkan, dari sembilan tersangka ada tiga bersaudara.

Sementara itu, Kapolres Tala, AKBP Rofikoh Yunianto menambahkan, para pelaku akan dijerat dengan pasal 338 atau pasal 170 ayat 2 ke-3 KUHP yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang. Kapolres juga mengimbau kepada keluarga korban untuk mempercayakan proses hukum kepada pihaknya.

“Saya harap tidak ada hal-hal yang akan menimbulkan gangguan kamtibmas,” pintanya. Kapolres juga membuka pintu bagi keluarga korban jika ingin bertemu dirinya. Ia juga mengapresiasi Dewan Adat Dayak (DAD) Kalsel yang menyatakan komitmen menjaga kondusifitas di wilayah Tala.

Baca Juga :  Ribuan Rokok Senilai Miliaran Rupiah Dibakar

Adapun kronologi pengeroyokan bermula, ketika YD (pelapor) bertemu para pelaku di jalan, seraya menanyakan keberadaan korban Muhdi dan mengaku hendak membunuhnya.

Tak berselang lama, terjadi keributan di depan rumah korban, pelapor melihat korban sudah terduduk di tanah sambil memegangi wajah yang terluka, saat itu juga pelapor melihat beberapa orang yang diduga pelaku meninggalkan lokasi kejadian.

Pelapor meminta pertolongan dan membawa korban ke salah satu klinik di Desa Asam-Asam, akan tetapi tidak berselang lama korban meninggal di Klinik tersebut dengan luka di wajah, kepala, tangan dan paha. Kejadian tersebut dilaporkan ke Polsek Jorong untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut. (sal/ij/bin)

Most Read

Artikel Terbaru

Dua Dibekuk, Satu DPO

Karyawati Gelapkan Uang Perusahaan

Jasad Itu Ternyata Masinis Kapal

Giliran Anak Wahid Jadi Saksi

/