alexametrics
28.1 C
Banjarmasin
Monday, 27 June 2022

Cuaca Terik Akhir-Akhir ini, Warga: ‘Kucing Gin Benaung’

BANJARBARU – Beberapa hari terakhir masyarakat Kota Banjarbaru benar-benar dibuat gerah. Cuaca terik terasa begitu membakar kulit. Terlebih ketika menjelang siang hari dan dirasakan mereka yang beraktivitas di luar ruangan.
“Panas sekali. Seingat saya ini terasa sekali gerahnya. Biasanya gak sampai sepanas dan segerah ini. Bahkan malam hari masih saja terasa gerah,” kata Abduh, pedagang es kelapa di Jalan A Yani.
Senada dengan Abduh, Fadli yang berprofesi sebagai driver ojek online juga mengeluhkan hal serupa. Baginya, cuaca di Banjarbaru akhir-akhir ini memang sangat terik.

“Ibaratnya itu Kucing gin Benaung karena saking teriknya. Saya beberapa kali harus setop di bawah pohon rindang buat ngadem. Selain itu, juga sering dehidrasi saking panasnya,” katanya.
Rupanya, kondisi cuaca yang terik ini memang turut terpantau oleh stasiun Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Syamsudin Noor. Disebutkan jika benar adanya bahwa beberapa waktu terakhir terjadi peningkatan suhu.

Baca Juga :  La Nina Bikin Minyak Goreng Mahal

“Untuk wilayah Banjarbaru dan sekitarnya beberapa hari terakhir memang terasa cukup panas, hal ini dikarenakan wilayah Kalimantan Selatan sudah mulai memasuki awal musim kemarau di Bulan Juni dasarian pertama,” kata prakirawan BMKG Syamsudin Noor, Bayu Kencana Putra kepada Radar Banjarmasin.
Selain memasuki awal musim kemarau, kondisi ini kata Bayu juga dipengaruhi oleh dominasi cuaca cerah dengan tingkat perawanan yang rendah di sekitar wilayah Banjarbaru. Hal ini katanya mengakibatkan panas yang di terima dari matahari lebih banyak.

Favehotel Banjarmasin

“Sebenarnya tidak ada fenomena cuaca khusus di sekitar wilayah Kalimantan untuk mendukung fenomena panas yang terjadi beberapa hari terakhir, hanya saja memang di wilayah Banjarbaru cuaca cerah dan tingkat perawanan yang rendah,” rincinya.

Menariknya, fenomena ini ujar Bayu rupanya tak menyeluruh di Kalsel. Yang mana daerah Kalsel bagian Utara seperti Hulu Sungai, Balangan dan Tabalong, cuaca masih cenderung berawan dan masih terdapat hujan di wilayah tersebut.
“Suhu tertinggi yang tercatat di stasiun kita itu mencapai 35,8 derajat celcius. Ini setidaknya tercatat pada bulan Mei 2022,” ujarnya.

Baca Juga :  Tanah Longsor dan Pohon Tumbang di HSS

Lantas sampai kapan kondisi ini akan berlangsung? Bayu memprakirakan jika kondisi ini berpotensi besar terjadi hingga dua bulan ke depan.
“Karena wilayah Kalsel sudah mulai memasuki musim kemarau dan puncaknya pada Bulan Agustus kemungkinan cuaca panas masih akan terjadi,” katanya.

Meski demikian, hal ini katanya bisa saja terjadi perubahan. “Tidak menutup kemungkinan masih akan adanya hujan, karena musim kemarau bukan berarti tidak ada hujan sama sekali, hanya saja kemungkinan hujan yang terjadi cukup rendah,” pungkasnya. (rvn/ij/bin)

BANJARBARU – Beberapa hari terakhir masyarakat Kota Banjarbaru benar-benar dibuat gerah. Cuaca terik terasa begitu membakar kulit. Terlebih ketika menjelang siang hari dan dirasakan mereka yang beraktivitas di luar ruangan.
“Panas sekali. Seingat saya ini terasa sekali gerahnya. Biasanya gak sampai sepanas dan segerah ini. Bahkan malam hari masih saja terasa gerah,” kata Abduh, pedagang es kelapa di Jalan A Yani.
Senada dengan Abduh, Fadli yang berprofesi sebagai driver ojek online juga mengeluhkan hal serupa. Baginya, cuaca di Banjarbaru akhir-akhir ini memang sangat terik.

“Ibaratnya itu Kucing gin Benaung karena saking teriknya. Saya beberapa kali harus setop di bawah pohon rindang buat ngadem. Selain itu, juga sering dehidrasi saking panasnya,” katanya.
Rupanya, kondisi cuaca yang terik ini memang turut terpantau oleh stasiun Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Syamsudin Noor. Disebutkan jika benar adanya bahwa beberapa waktu terakhir terjadi peningkatan suhu.

Baca Juga :  Hujan Januari 2022, Picu Banjir dan Tanah Longsor

“Untuk wilayah Banjarbaru dan sekitarnya beberapa hari terakhir memang terasa cukup panas, hal ini dikarenakan wilayah Kalimantan Selatan sudah mulai memasuki awal musim kemarau di Bulan Juni dasarian pertama,” kata prakirawan BMKG Syamsudin Noor, Bayu Kencana Putra kepada Radar Banjarmasin.
Selain memasuki awal musim kemarau, kondisi ini kata Bayu juga dipengaruhi oleh dominasi cuaca cerah dengan tingkat perawanan yang rendah di sekitar wilayah Banjarbaru. Hal ini katanya mengakibatkan panas yang di terima dari matahari lebih banyak.

Favehotel Banjarmasin

“Sebenarnya tidak ada fenomena cuaca khusus di sekitar wilayah Kalimantan untuk mendukung fenomena panas yang terjadi beberapa hari terakhir, hanya saja memang di wilayah Banjarbaru cuaca cerah dan tingkat perawanan yang rendah,” rincinya.

Menariknya, fenomena ini ujar Bayu rupanya tak menyeluruh di Kalsel. Yang mana daerah Kalsel bagian Utara seperti Hulu Sungai, Balangan dan Tabalong, cuaca masih cenderung berawan dan masih terdapat hujan di wilayah tersebut.
“Suhu tertinggi yang tercatat di stasiun kita itu mencapai 35,8 derajat celcius. Ini setidaknya tercatat pada bulan Mei 2022,” ujarnya.

Baca Juga :  Tanah Longsor dan Pohon Tumbang di HSS

Lantas sampai kapan kondisi ini akan berlangsung? Bayu memprakirakan jika kondisi ini berpotensi besar terjadi hingga dua bulan ke depan.
“Karena wilayah Kalsel sudah mulai memasuki musim kemarau dan puncaknya pada Bulan Agustus kemungkinan cuaca panas masih akan terjadi,” katanya.

Meski demikian, hal ini katanya bisa saja terjadi perubahan. “Tidak menutup kemungkinan masih akan adanya hujan, karena musim kemarau bukan berarti tidak ada hujan sama sekali, hanya saja kemungkinan hujan yang terjadi cukup rendah,” pungkasnya. (rvn/ij/bin)

Most Read

Artikel Terbaru

/