alexametrics
30.1 C
Banjarmasin
Tuesday, 28 June 2022

Warga Pasar Batuah Diminta Bongkar Sendiri

BANJARMASIN – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kota Banjarmasin resmi melayangkan Surat Peringatan (SP) 2 kepada warga dan pedagang di kawasan Pasar Batuah, Sabtu (4/6) siang.

Upaya yang dilakukan itu merupakan tindaklanjut dari penyampaian SP 1, yang dilayangkan aparat penegak Peraturan Daerah (Perda) Kota Banjarmasin pada 28 Mei lalu.
Seperti penyampaian SP 1, SP 2 kali ini juga dibantu Aliansi Warga Kampung Batuah. Ketua RT dan ketua RW, termasuk
lurah dan camat setempat. Hasilnya, penyampaian berjalan lancar, aman, dan kondusif.
Kendati demikian, kecemasan hingga kesedihan mendalam masih dirasakan warga yang menerima SP 2. Salah satunya Noorsimah. Perempuan 72 tahun itu mengaku sedih dan tidak tahu harus berbuat apa.

Seperti diketahui, SP 2 yang dikeluarkan Satpol PP Banjarmasin berisikan imbauan kepada warga Pasar Batuah untuk membongkar sendiri bangunan miliknya, dalam waktu tiga hari ke depan.
Jika hal itu tidak dilakukan, maka pemko melalui Satpol PP Banjarmasin akan kembali melanjutkan tahapan dengan melayangkan SP 3.

Favehotel Banjarmasin

Rasa kepemilikan itulah yang lantas membuat nenek Noorsimah memohon kepada Pemko Banjarmasin untuk tidak menggusur tempat tinggalnya. “Mudah-mudahan Tuhan menolong kami. Jangan dibongkar, kami nyaman di sini,” ucapnya.
Noorsimah bukanlah warga pendatang baru. Dia mengaku sudah tinggal di kawasan Pasar Batuah selama enam turunan.
Selain telah lama menempati rumah di kawasan Pasar Batuah, dia juga mengaku tidak memiliki tempat tinggal lain, jika rumah yang sudah ditinggalinya selama enam turunan itu digusur.

Baca Juga :  Tak ada Solusi, Warga Pasar Batuah Akan Gelar Aksi Demo

“Turun temurun kami sudah tinggal di sini. Kami hanya minta doanya saja. Supaya tidak digusur,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Satpol PP Banjarmasin Ahmad Muzaiyin mengatakan, pihaknya hanya bisa mengimbau warga untuk melakukan pembongkaran secara mandiri.

“Kami telah memberikan SP 2. Dalam ketentuan yang berlaku, kami memberikan jangka waktu tiga hari untuk membongkar sendiri. Kami berharap kerja sama semua pihak.Kalau warga perlu bantuan, kami siap membantu,” tambahnya.
Disinggung proses proses hukum yang saat ini masih berjalan di PTUN, pihaknya mengaku akan kembali berkordinasi dengan tim hukum Pemko Banjarmasin, apabila hendak melakukan pembongkaran. Khususnya, jika SP 3 nanti dilayangkan.
“Proses yang berjalan seperti ini, kami tetap sesuai dengan prosedur yang ada. Untuk ke depan, kami lihat perkembangan di lapangan,” pungkasnya.

Baca Juga :  Digugat, Pemko Jalan Terus Revitalisasi Pasar Batuah

Seperti diketahui, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Banjarmasin mendapatkan tugas pembantuan dari Kementerian Perdagangan RI.
Dari tugas pembantuan yang tertuang dalam surat tembusan nomor 66 tahun 2021, Disperdagin Banjarmasin mendapat kucuran dana sebesar Rp 3,5 miliar. Dana ini digunakan untuk merevitalisasi Pasar Batuah, tahun 2022.
Selain itu, untuk revitalisasi Pasar Batuah juga mendapatkan sokongan dana dari APBD Banjarmasin. Nilainya sementara ini Rp 1,5 miliar.

Mengapa harus Pasar Batuah yang direvitalisasi? Kepala Disperdagin Kota Banjarmasin Ichrom M Tezar pernah menjelaskan, pasar ini yang paling memerlukan bantuan. Kondisinya paling tidak representatif sebagai pasar.
Ada pun konsep pembangunan pasar ke depan, bentuknya bakal seperti hanggar pesawat. Alias mengacu pada prototipe Kemendag RI.

Belakangan, revitalisasi mendapat penentangan dari warga yang bermukim di kawasan pasar tersebut. Pemko sudah menawarkan warga menempati kawasan rumah susun sewa (Rusunawa).
Dari data yang ada, total warga yang menghuni kawasan pasar itu berjumlah 191 Kepala Keluarga (KK). Hingga kini, upaya warga menolak revitalisasi pasar masih berlangsung. Bersama lembaga bantuan hukum, mereka menggugat ke PTUN Banjarmasin. (war)

BANJARMASIN – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kota Banjarmasin resmi melayangkan Surat Peringatan (SP) 2 kepada warga dan pedagang di kawasan Pasar Batuah, Sabtu (4/6) siang.

Upaya yang dilakukan itu merupakan tindaklanjut dari penyampaian SP 1, yang dilayangkan aparat penegak Peraturan Daerah (Perda) Kota Banjarmasin pada 28 Mei lalu.
Seperti penyampaian SP 1, SP 2 kali ini juga dibantu Aliansi Warga Kampung Batuah. Ketua RT dan ketua RW, termasuk
lurah dan camat setempat. Hasilnya, penyampaian berjalan lancar, aman, dan kondusif.
Kendati demikian, kecemasan hingga kesedihan mendalam masih dirasakan warga yang menerima SP 2. Salah satunya Noorsimah. Perempuan 72 tahun itu mengaku sedih dan tidak tahu harus berbuat apa.

Seperti diketahui, SP 2 yang dikeluarkan Satpol PP Banjarmasin berisikan imbauan kepada warga Pasar Batuah untuk membongkar sendiri bangunan miliknya, dalam waktu tiga hari ke depan.
Jika hal itu tidak dilakukan, maka pemko melalui Satpol PP Banjarmasin akan kembali melanjutkan tahapan dengan melayangkan SP 3.

Favehotel Banjarmasin

Rasa kepemilikan itulah yang lantas membuat nenek Noorsimah memohon kepada Pemko Banjarmasin untuk tidak menggusur tempat tinggalnya. “Mudah-mudahan Tuhan menolong kami. Jangan dibongkar, kami nyaman di sini,” ucapnya.
Noorsimah bukanlah warga pendatang baru. Dia mengaku sudah tinggal di kawasan Pasar Batuah selama enam turunan.
Selain telah lama menempati rumah di kawasan Pasar Batuah, dia juga mengaku tidak memiliki tempat tinggal lain, jika rumah yang sudah ditinggalinya selama enam turunan itu digusur.

Baca Juga :  Digugat, Pemko Jalan Terus Revitalisasi Pasar Batuah

“Turun temurun kami sudah tinggal di sini. Kami hanya minta doanya saja. Supaya tidak digusur,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Satpol PP Banjarmasin Ahmad Muzaiyin mengatakan, pihaknya hanya bisa mengimbau warga untuk melakukan pembongkaran secara mandiri.

“Kami telah memberikan SP 2. Dalam ketentuan yang berlaku, kami memberikan jangka waktu tiga hari untuk membongkar sendiri. Kami berharap kerja sama semua pihak.Kalau warga perlu bantuan, kami siap membantu,” tambahnya.
Disinggung proses proses hukum yang saat ini masih berjalan di PTUN, pihaknya mengaku akan kembali berkordinasi dengan tim hukum Pemko Banjarmasin, apabila hendak melakukan pembongkaran. Khususnya, jika SP 3 nanti dilayangkan.
“Proses yang berjalan seperti ini, kami tetap sesuai dengan prosedur yang ada. Untuk ke depan, kami lihat perkembangan di lapangan,” pungkasnya.

Baca Juga :  Revitalisasi Pasar Batuah Tunggu Sampai Lebaran Usai

Seperti diketahui, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Banjarmasin mendapatkan tugas pembantuan dari Kementerian Perdagangan RI.
Dari tugas pembantuan yang tertuang dalam surat tembusan nomor 66 tahun 2021, Disperdagin Banjarmasin mendapat kucuran dana sebesar Rp 3,5 miliar. Dana ini digunakan untuk merevitalisasi Pasar Batuah, tahun 2022.
Selain itu, untuk revitalisasi Pasar Batuah juga mendapatkan sokongan dana dari APBD Banjarmasin. Nilainya sementara ini Rp 1,5 miliar.

Mengapa harus Pasar Batuah yang direvitalisasi? Kepala Disperdagin Kota Banjarmasin Ichrom M Tezar pernah menjelaskan, pasar ini yang paling memerlukan bantuan. Kondisinya paling tidak representatif sebagai pasar.
Ada pun konsep pembangunan pasar ke depan, bentuknya bakal seperti hanggar pesawat. Alias mengacu pada prototipe Kemendag RI.

Belakangan, revitalisasi mendapat penentangan dari warga yang bermukim di kawasan pasar tersebut. Pemko sudah menawarkan warga menempati kawasan rumah susun sewa (Rusunawa).
Dari data yang ada, total warga yang menghuni kawasan pasar itu berjumlah 191 Kepala Keluarga (KK). Hingga kini, upaya warga menolak revitalisasi pasar masih berlangsung. Bersama lembaga bantuan hukum, mereka menggugat ke PTUN Banjarmasin. (war)

Most Read

Artikel Terbaru

/