alexametrics
30.1 C
Banjarmasin
Tuesday, 28 June 2022

Mengenal Lebih Dekat Sedekah 2000, Gerakan Sosial di Banjarbaru

Singkatan dari Sedia Air dan Snack untuk Jemaah

Bersedekah tak harus dengan nominal besar. Dengan dua ribu perak, sebuah gerakan sosial di Kota Banjarbaru sudah eksis sejak lima tahun terakhir.

– Oleh: MUHAMMAD RIFANI, Banjarbaru

Berawal dari program kerja sama di Unit Kegiatan Mahasiswa di salah satu kampus di Banjarbaru. Sedekah 2000 kini menjelma jadi gerakan sosial yang konsisten dan terus eksis di Kota Banjarbaru.

Favehotel Banjarmasin

Salah satu pendiri Sedekah 2000, Adi Royan Pratama bercerita jika gerakan ini sudah lahir sejak lima tahun silam. Saat itu kata Adi jika memang akarnya berasal dari program sosial di kampus.

“Jadi awalnya merupakan program yang dikerjasamakan dengan Unit Kegiatan Mahasiswa KSR PMI ULM Banjarbaru. Program ini dicetuskan 5 tahun yang lalu,” cerita Adi.

Dilanjutnya, gerakan ini mulanya juga dicetus untuk menjadi sarana beraktivitas bagi para anggota KSR PMI ULM.

“Jadi sebuah program yang bersifat keluar dari pakem kegiatan kepalangmerahan. Kemudian berkembang ke kegiatan kemanusiaan lainnya,” tambahnya.

Menariknya, nama Sedekah 2000 rupanya tak sekadar mengacu pada besaran nominal dalam rupiah. Tetapi kata Adi bahwa nama tersebut merupakan singkatan dari kata-kata tertentu

Baca Juga :  Berkenalan dengan Baleno Club Indonesia (BCI) Chapter Banjar

“Merupakan singkatan dari Sedia Air dan Snack Untuk Jamaah senilai 2000 rupiah. Tujuannya adalah untuk memberikan paket snack dan air mineral untuk Jemaah yang selesai melaksanakan salat Jumat,” bebernya.

Selain itu, pemilihan nama ujar Adi juga agar lebih gampang diingat dan terbersit di pikiran orang lain. “Ya supaya gampang diingat, dan 2000 adalah nominal yang sederhana, air mineral 500 rupiah, kue 1500 rupiah, jadi pas 2000 rupiah.”

Di awal berjalan, gerakan ini kata Adi setidaknya selalu diikuti oleh 20 orang relawan. Saat itu katanya relawan masih didominasi oleh anggota KSR PMI ULM. Akan tetapi sekarang sudah semakin luas dan tersebar.

“Sekarang ada juga relawan yang bergabung diluar KSR PMI ULM, seperti anggota PMR dari beberapa sekolah di Banjarbaru, relawan BPBD Kota Banjarbaru hingga relawan dari BPBD Provinsi Kalsel,” katanya.

Baca Juga :  Kaligrafi Kontemporer di Mata Peminat: Menarik karena Baru dan Luwes

Sesuai singkatannya, fokus kegiatan gerakan ini ujar Adi awalnya hanya berniat berbagi untuk jemaah setiap jumat. Akan tetapi, semakin ke sini kegiatannya katanya lebih luas.

“Karena pada dasarnya kita kan fokus pada aksi sosial. Nah adanya kejadian-kejadian kebencanaan dan masalah sosial yang ada di beberapa wilayah di Kalsel sehingga relawan sedekah 2000 juga kita terjunkan ke daerah bencana,” katanya.

Misalnya kata Adi, kebakaran Sebuku Kotabaru tahun 2019 dan di Kotabaru tahun 2020 pihaknya juga menurunkan relawan ke lokasi musibah.

“Juga ada banjir di kelurahan Landasan Ulin Selatan awal tahun 2021 kita turut membantu di lapangan,” katanya.

Selain itu, di momen-momen tertentu, Sedekah 2000 kata Adi juga ikut berupaya andil.

“Ada kegiatan berbagi di bulan Ramadan, seperti menu berbuka puasa bagi masyarakat tidak mampu, menyalurkan Al Quran bagi musala yang memerlukan , paket lebaran, menu sahur bagi duafa dan lainnya,” pungkasnya. (ij/bin)

Bersedekah tak harus dengan nominal besar. Dengan dua ribu perak, sebuah gerakan sosial di Kota Banjarbaru sudah eksis sejak lima tahun terakhir.

– Oleh: MUHAMMAD RIFANI, Banjarbaru

Berawal dari program kerja sama di Unit Kegiatan Mahasiswa di salah satu kampus di Banjarbaru. Sedekah 2000 kini menjelma jadi gerakan sosial yang konsisten dan terus eksis di Kota Banjarbaru.

Favehotel Banjarmasin

Salah satu pendiri Sedekah 2000, Adi Royan Pratama bercerita jika gerakan ini sudah lahir sejak lima tahun silam. Saat itu kata Adi jika memang akarnya berasal dari program sosial di kampus.

“Jadi awalnya merupakan program yang dikerjasamakan dengan Unit Kegiatan Mahasiswa KSR PMI ULM Banjarbaru. Program ini dicetuskan 5 tahun yang lalu,” cerita Adi.

Dilanjutnya, gerakan ini mulanya juga dicetus untuk menjadi sarana beraktivitas bagi para anggota KSR PMI ULM.

“Jadi sebuah program yang bersifat keluar dari pakem kegiatan kepalangmerahan. Kemudian berkembang ke kegiatan kemanusiaan lainnya,” tambahnya.

Menariknya, nama Sedekah 2000 rupanya tak sekadar mengacu pada besaran nominal dalam rupiah. Tetapi kata Adi bahwa nama tersebut merupakan singkatan dari kata-kata tertentu

Baca Juga :  Ajak Pemabuk ke Majelis Hingga Jadi Jemaah Tetap

“Merupakan singkatan dari Sedia Air dan Snack Untuk Jamaah senilai 2000 rupiah. Tujuannya adalah untuk memberikan paket snack dan air mineral untuk Jemaah yang selesai melaksanakan salat Jumat,” bebernya.

Selain itu, pemilihan nama ujar Adi juga agar lebih gampang diingat dan terbersit di pikiran orang lain. “Ya supaya gampang diingat, dan 2000 adalah nominal yang sederhana, air mineral 500 rupiah, kue 1500 rupiah, jadi pas 2000 rupiah.”

Di awal berjalan, gerakan ini kata Adi setidaknya selalu diikuti oleh 20 orang relawan. Saat itu katanya relawan masih didominasi oleh anggota KSR PMI ULM. Akan tetapi sekarang sudah semakin luas dan tersebar.

“Sekarang ada juga relawan yang bergabung diluar KSR PMI ULM, seperti anggota PMR dari beberapa sekolah di Banjarbaru, relawan BPBD Kota Banjarbaru hingga relawan dari BPBD Provinsi Kalsel,” katanya.

Baca Juga :  Eksistensi Beans Roastery Banua Dibalik Menjamurnya Kafe

Sesuai singkatannya, fokus kegiatan gerakan ini ujar Adi awalnya hanya berniat berbagi untuk jemaah setiap jumat. Akan tetapi, semakin ke sini kegiatannya katanya lebih luas.

“Karena pada dasarnya kita kan fokus pada aksi sosial. Nah adanya kejadian-kejadian kebencanaan dan masalah sosial yang ada di beberapa wilayah di Kalsel sehingga relawan sedekah 2000 juga kita terjunkan ke daerah bencana,” katanya.

Misalnya kata Adi, kebakaran Sebuku Kotabaru tahun 2019 dan di Kotabaru tahun 2020 pihaknya juga menurunkan relawan ke lokasi musibah.

“Juga ada banjir di kelurahan Landasan Ulin Selatan awal tahun 2021 kita turut membantu di lapangan,” katanya.

Selain itu, di momen-momen tertentu, Sedekah 2000 kata Adi juga ikut berupaya andil.

“Ada kegiatan berbagi di bulan Ramadan, seperti menu berbuka puasa bagi masyarakat tidak mampu, menyalurkan Al Quran bagi musala yang memerlukan , paket lebaran, menu sahur bagi duafa dan lainnya,” pungkasnya. (ij/bin)

Most Read

Artikel Terbaru

/