alexametrics
30.1 C
Banjarmasin
Tuesday, 28 June 2022

Pasca Pelonggaran, Penjualan Masker Eceran Terpantau Masih Stabil

BANJARMASIN – Pasca pengumuman pelonggaran penggunaan masker di luar ruang oleh Presiden RI Joko Widodo, ternyata tidak memberi pengaruh yang signifikan bagi para pedagang masker eceran. Hingga saat ini penjualan masker ecer masih diakui pedagang masih stabil.

Hal ini diunkapkan Norma (38), salah seorang pedagang di Jalan Sungai Lulut, Banjarmasin Timur. Menurutnya, penggunaan masker sehari-hari sudah menjadi kebiasaan baru. “Bahkan bagi sebagian orang memakai masker itu adalah suatu kewajiban,” ucap ibu dua orang anak ini.

Tak heran, sebab dua tahun lamanya masyarakat diimbau untuk ketat prokes. Salah satu yang tak boleh dilewatkan adalah pemakaian masker. “Seperti ada yang kurang jika bepergian tanpa masker,” ujarnya.

Baca Juga :  25 Terpapar Dari Hasil Tracing, MAN 1 Tapin Perpanjang Pembelajaran Daring
Favehotel Banjarmasin

Ada beberapa jenis masker yang menjadi best seller. Yakni masker jenis Duckbill dan KF 94. Keduanya memiliki model yang minimalis dan stylish. “Karena selain untuk alasan kesehatan, masker juga sudah menjadi gaya hidup bagi sebagian orang,” ucapnya.

Selain itu, masker eceran juga kerap dibeli oleh para pelajar. Sebab, penggunaan masker di dalam ruang masih jadi kewajiban. “Untuk sekarang ini, masker eceran paling banyak dibeli oleh kalangan pelajar,” tutupnya.

Pendapat serupa juga diungkapkan Liana (29), pedagang masker asal Sungai Andai. Menurutnya, pelonggaran penggunaan masker masib belum berdampak pada penjualan masker eceran di wilayahnya. “Alhamdulillah masih stabil,” ucapnya.

Selain masker jenis Duckbill, masker medis 3 ply juga tetap menjadi yang paling diminati. Selain karena murah, masker ini juga nyaman dipakai. “Masker jenis 3 ply memang simpel dan harganya murah. Untuk masker eceran dijual berkisar antara Rp1500 hingga Rp3000 saja. Tergantung model dan mereknya,” tuntasnya.(tia)

Baca Juga :  Kapan Banjarmasin Boleh Melepas Masker? Pemko Tak Mau Terburu-buru

BANJARMASIN – Pasca pengumuman pelonggaran penggunaan masker di luar ruang oleh Presiden RI Joko Widodo, ternyata tidak memberi pengaruh yang signifikan bagi para pedagang masker eceran. Hingga saat ini penjualan masker ecer masih diakui pedagang masih stabil.

Hal ini diunkapkan Norma (38), salah seorang pedagang di Jalan Sungai Lulut, Banjarmasin Timur. Menurutnya, penggunaan masker sehari-hari sudah menjadi kebiasaan baru. “Bahkan bagi sebagian orang memakai masker itu adalah suatu kewajiban,” ucap ibu dua orang anak ini.

Tak heran, sebab dua tahun lamanya masyarakat diimbau untuk ketat prokes. Salah satu yang tak boleh dilewatkan adalah pemakaian masker. “Seperti ada yang kurang jika bepergian tanpa masker,” ujarnya.

Baca Juga :  Kapan Banjarmasin Boleh Melepas Masker? Pemko Tak Mau Terburu-buru
Favehotel Banjarmasin

Ada beberapa jenis masker yang menjadi best seller. Yakni masker jenis Duckbill dan KF 94. Keduanya memiliki model yang minimalis dan stylish. “Karena selain untuk alasan kesehatan, masker juga sudah menjadi gaya hidup bagi sebagian orang,” ucapnya.

Selain itu, masker eceran juga kerap dibeli oleh para pelajar. Sebab, penggunaan masker di dalam ruang masih jadi kewajiban. “Untuk sekarang ini, masker eceran paling banyak dibeli oleh kalangan pelajar,” tutupnya.

Pendapat serupa juga diungkapkan Liana (29), pedagang masker asal Sungai Andai. Menurutnya, pelonggaran penggunaan masker masib belum berdampak pada penjualan masker eceran di wilayahnya. “Alhamdulillah masih stabil,” ucapnya.

Selain masker jenis Duckbill, masker medis 3 ply juga tetap menjadi yang paling diminati. Selain karena murah, masker ini juga nyaman dipakai. “Masker jenis 3 ply memang simpel dan harganya murah. Untuk masker eceran dijual berkisar antara Rp1500 hingga Rp3000 saja. Tergantung model dan mereknya,” tuntasnya.(tia)

Baca Juga :  Waspada Omicron, Warga Banua Diimbau Tidak ke Luar Daerah

Most Read

Artikel Terbaru

/