alexametrics
28.1 C
Banjarmasin
Monday, 27 June 2022

Truk Besar Akan Masuk Kota, Warga Banjarmasin Harus Bersiap

BANJARMASIN – Warga Kota Banjarmasin siap-siap ketemu truk angkutan dengan muatan besar. Mereka dipastikan akan memakai ruas jalan menuju Kalteng maupun sebaliknya ke Kalsel mulai hari ini hingga 30 Juli mendatang.

Pasalnya, salah satu jembatan di Jalan Gubernur Syarkawi, yakni Jembatan Antasan Tanipah III di Desa Lokbaintan Dalam dilakukan perbaikan. “Sudah waktunya diperbaiki. Angkutan besar terpaksa kami pindahkan melalui Jalan Ahmad Yani Banjarmasin,” kata Bambang Raharmadi, PPK BPJN XI Banjarmasin kemarin.

Dia menjelaskan, bagi kendaraan angkutan melebihi 20 ton dilarang melintasi jembatan darurat portabel (bailey) yang disediakan. Jembatan ini hanya bisa dilintasi untuk angkutan di bawah 20 ton. “Kami mohon maaf dan meminta pengertiannya. Khususnya warga Kota Banjarmasin,” ucapnya.

Favehotel Banjarmasin

Sesuai hasil rapat koordinasi dengan petugas Kepolisian dan Dinas Perhubungan. Truk dengan muatan melebihi 20 ton ini dialihkan masuk kota. Namun tak semaunya para sopir. Pasalnya ada aturan Pemko Banjarmasin yang melarang angkutan besar melintas di saat jam tertentu.

Baca Juga :  Infrastruktur Tertinggal, Sulit Lanjutkan Sekolah

Dalam Peraturan Walikota Banjarmasin No. 08 tentang Jam Operasional dan Keluar Masuk Kendaraan Angkutan Barang di Kota Banjarmasin mengatur, truk dilarang masuk kota pada pukul 6 sampai 9 pagi, dan pada pukul 16.00-20.00. Khusus angkutan seperti kontainer 40 feet, truk tempel pengangkutan alat berat dan sejumlah truk berdimensi besar serta panjang lainnya, dilarang beroperasi dari pukul 06.00 – 21.00 Wita. “Kami imbau para sopir agar memperhatikan ini demi kelancaran dan keselamatan di jalan,” ujarnya.

Terpisah, Muhammad Aqrobin selaku Manajer Proyek Preservasi Jalan Simpang Handil Bakti (SP.Serapat) – KM. 17 (Bypass Banjarmasin) menerangkan, total keseluruhan masa pelaksanaan penggantian lantai jembatan Antasan Tanipah III ini selama 3,5 bulan. “Pekerjaannya meliputi pembuatan jembatan sementara, pembongkaran lantai jembatan eksisting dan penggantian lantai jembatan,” jelasnya kemarin.

Meski berpotensi mengalami kemacetan, pihaknya sudah mengatur kondisi lalu lintas di jembatan sementara tersebut dengan sistem buka tutup dengan dibantu flagman atau pengatur lalu lintas. “Kami sudah mengantisipasi agar tak terjadi kemacetan panjang. Yang kami bersyukur, Jembatan Sungai Alalak sudah mendukung untuk jalan alternatif,” katanya.

Baca Juga :  Jembatan Kecil di Jalan yang Kecil Hancur Dilindas Tronton

Masuknya truk bermuatan besar ke dalam kota, mendapat tanggapan beragam dari masyakarat. Dari akan rusaknya jalan hingga kekhawatiran terjadinya kecelakaan. Maklum saja, beberapa waktu lalu kejadian truk menabrak pengendara motor yang mengakibatkan meninggal dunia terjadi di dalam kota.

Kejadian seperti ini yang dikhawatirkan pengendara. Seperti yang dituturkan Ahmadi, warga Kampung Gedang Banjarmasin itu mengharapkan petugas bertindak lebih tegas. “Jangan sampai ada korban lagi,” katanya kemarin.

Badri, warga Sultan Adam Banjarmasin lain lagi. Dia menuturkan, selain rawan kecelakaan, jalan dalam kota berpotensi akan mengalami kerusakan. “Dimensi dan beban truk ini sangat besar. Sementara beban jalan akan tak mampu menahan. Jangan sampai aspal yang sudah bagus rusak,” ujarnya. (mof/by/ran)

BANJARMASIN – Warga Kota Banjarmasin siap-siap ketemu truk angkutan dengan muatan besar. Mereka dipastikan akan memakai ruas jalan menuju Kalteng maupun sebaliknya ke Kalsel mulai hari ini hingga 30 Juli mendatang.

Pasalnya, salah satu jembatan di Jalan Gubernur Syarkawi, yakni Jembatan Antasan Tanipah III di Desa Lokbaintan Dalam dilakukan perbaikan. “Sudah waktunya diperbaiki. Angkutan besar terpaksa kami pindahkan melalui Jalan Ahmad Yani Banjarmasin,” kata Bambang Raharmadi, PPK BPJN XI Banjarmasin kemarin.

Dia menjelaskan, bagi kendaraan angkutan melebihi 20 ton dilarang melintasi jembatan darurat portabel (bailey) yang disediakan. Jembatan ini hanya bisa dilintasi untuk angkutan di bawah 20 ton. “Kami mohon maaf dan meminta pengertiannya. Khususnya warga Kota Banjarmasin,” ucapnya.

Favehotel Banjarmasin

Sesuai hasil rapat koordinasi dengan petugas Kepolisian dan Dinas Perhubungan. Truk dengan muatan melebihi 20 ton ini dialihkan masuk kota. Namun tak semaunya para sopir. Pasalnya ada aturan Pemko Banjarmasin yang melarang angkutan besar melintas di saat jam tertentu.

Baca Juga :  Jembatan Kecil di Jalan yang Kecil Hancur Dilindas Tronton

Dalam Peraturan Walikota Banjarmasin No. 08 tentang Jam Operasional dan Keluar Masuk Kendaraan Angkutan Barang di Kota Banjarmasin mengatur, truk dilarang masuk kota pada pukul 6 sampai 9 pagi, dan pada pukul 16.00-20.00. Khusus angkutan seperti kontainer 40 feet, truk tempel pengangkutan alat berat dan sejumlah truk berdimensi besar serta panjang lainnya, dilarang beroperasi dari pukul 06.00 – 21.00 Wita. “Kami imbau para sopir agar memperhatikan ini demi kelancaran dan keselamatan di jalan,” ujarnya.

Terpisah, Muhammad Aqrobin selaku Manajer Proyek Preservasi Jalan Simpang Handil Bakti (SP.Serapat) – KM. 17 (Bypass Banjarmasin) menerangkan, total keseluruhan masa pelaksanaan penggantian lantai jembatan Antasan Tanipah III ini selama 3,5 bulan. “Pekerjaannya meliputi pembuatan jembatan sementara, pembongkaran lantai jembatan eksisting dan penggantian lantai jembatan,” jelasnya kemarin.

Meski berpotensi mengalami kemacetan, pihaknya sudah mengatur kondisi lalu lintas di jembatan sementara tersebut dengan sistem buka tutup dengan dibantu flagman atau pengatur lalu lintas. “Kami sudah mengantisipasi agar tak terjadi kemacetan panjang. Yang kami bersyukur, Jembatan Sungai Alalak sudah mendukung untuk jalan alternatif,” katanya.

Baca Juga :  Proyek Mangkrak, PT CPN di Blacklist

Masuknya truk bermuatan besar ke dalam kota, mendapat tanggapan beragam dari masyakarat. Dari akan rusaknya jalan hingga kekhawatiran terjadinya kecelakaan. Maklum saja, beberapa waktu lalu kejadian truk menabrak pengendara motor yang mengakibatkan meninggal dunia terjadi di dalam kota.

Kejadian seperti ini yang dikhawatirkan pengendara. Seperti yang dituturkan Ahmadi, warga Kampung Gedang Banjarmasin itu mengharapkan petugas bertindak lebih tegas. “Jangan sampai ada korban lagi,” katanya kemarin.

Badri, warga Sultan Adam Banjarmasin lain lagi. Dia menuturkan, selain rawan kecelakaan, jalan dalam kota berpotensi akan mengalami kerusakan. “Dimensi dan beban truk ini sangat besar. Sementara beban jalan akan tak mampu menahan. Jangan sampai aspal yang sudah bagus rusak,” ujarnya. (mof/by/ran)

Most Read

Artikel Terbaru

/