alexametrics
30.1 C
Banjarmasin
Tuesday, 28 June 2022

Jembatan Tanipah III Dibongkar, Angkutan 20 Ton Lebih Dialihkan Masuk Kota

BANJARMASIN – Mulai Senin (30/5) besok, hingga 30 Juli mendatang, Jalan Gubernur Syarkawi tak boleh dilintasi kendaraan angkutan melebihi 20 ton. Mereka yang ingin ke Kalteng, atau sebaliknya ke Kalsel, harus lewat dalam Kota Banjarmasin.

Pasalnya, salah satu jembatan di kawasan tersebut, yakni Jembatan Antasan Tanipah III di Desa Lokbaintan Dalam, dilakukan perbaikan. Bagi angkutan maksimal 20 ton, masih bisa melintas di jembatan darurat portabel (bailey) yang dibangun.

Kondisi lantai jembatan yang kropos, menuntut segera diperbaiki. Jika didiamkan, takutnya kondisinya semakin parah. Dan dapat mengakibatkan kecelakaan. “Kondisi lantai jembatan sudah tak memungkinkan, harus diganti,” ujar Bambang Raharmadi, PPK BPJN XI Banjarmasin kemarin.

Favehotel Banjarmasin

Dia memohon pengertian sekaligus meminta maaf adanya pngalihan arus lalu lintas untuk angkutan besar yang melebihi 20 ton ini. Dijelaskannya, angkutan seperti kontainer 40 feet, truk tempel pengangkutan alat berat dan sejumlah truk berdimensi besar serta panjang lainnya, yang tak sampai 20 ton masih bisa melintas di jembatan bailey.

Baca Juga :  Tergelincir karena Tumpahan Oli

Namun, untuk menghindari kemacetan dan menumpuknya kendaraan. Para angkutan ini dilarang beroperasi dari pukul 06.00 – 21.00 Wita. “Ini untuk antisipasi kemacetan meski ada jembatan darurat yang dapat dilintasi,” kata Bambang.

Sementara, bagi angkutan melebihi 20 ton yang dialihkan masuk ke Jalan A Yani Banjarmasin maupun sebaliknya, dia mengingatkan agar para sopir mentaati aturan jam masuk angkutan, terkait jam operasional. Di mana dalam Peraturan Walikota Banjarmasin No. 08 tentang Jam Operasional dan Keluar Masuk Kendaraan Angkutan Barang di Kota Banjarmasin, pada pukul 20.00-06.00 Wita.

Terpisah, Muhammad Aqrobin selaku Manajer Proyek Preservasi Jalan Simpang Handil Bakti (SP.Serapat) – KM. 17 (Bypass Banjarmasin) menerangkan, total keseluruhan masa pelaksanaan penggantian lantai jembatan Antasan Tanipah III ini selama 3,5 bulan.

Baca Juga :  Tilang Elektronik Berlaku di Awal Maret, Petugas Dilengkapi Body Cam

“Pekerjaannya meliputi pembuatan jembatan sementara, pembongkaran lantai jembatan eksisting dan penggantian lantai jembatan,” jelasnya kemarin.

Meski berpotensi mengalami kemacetan, pihaknya sudah mengatur kondisi lalu lintas di jembatan sementara tersebut dengan sistem buka tutup dengan dibantu flagman atau pengatur lalu lintas. “Kami sudah mengantisipasi agar tak terjadi kemacetan panjang. Yang kami bersyukur, Jembatan Sungai Alalak sudah mendukung untuk jalan alternatif,” katanya. (mof)

BANJARMASIN – Mulai Senin (30/5) besok, hingga 30 Juli mendatang, Jalan Gubernur Syarkawi tak boleh dilintasi kendaraan angkutan melebihi 20 ton. Mereka yang ingin ke Kalteng, atau sebaliknya ke Kalsel, harus lewat dalam Kota Banjarmasin.

Pasalnya, salah satu jembatan di kawasan tersebut, yakni Jembatan Antasan Tanipah III di Desa Lokbaintan Dalam, dilakukan perbaikan. Bagi angkutan maksimal 20 ton, masih bisa melintas di jembatan darurat portabel (bailey) yang dibangun.

Kondisi lantai jembatan yang kropos, menuntut segera diperbaiki. Jika didiamkan, takutnya kondisinya semakin parah. Dan dapat mengakibatkan kecelakaan. “Kondisi lantai jembatan sudah tak memungkinkan, harus diganti,” ujar Bambang Raharmadi, PPK BPJN XI Banjarmasin kemarin.

Favehotel Banjarmasin

Dia memohon pengertian sekaligus meminta maaf adanya pngalihan arus lalu lintas untuk angkutan besar yang melebihi 20 ton ini. Dijelaskannya, angkutan seperti kontainer 40 feet, truk tempel pengangkutan alat berat dan sejumlah truk berdimensi besar serta panjang lainnya, yang tak sampai 20 ton masih bisa melintas di jembatan bailey.

Baca Juga :  Penyandang Disabilitas Dapat SIM Khusus

Namun, untuk menghindari kemacetan dan menumpuknya kendaraan. Para angkutan ini dilarang beroperasi dari pukul 06.00 – 21.00 Wita. “Ini untuk antisipasi kemacetan meski ada jembatan darurat yang dapat dilintasi,” kata Bambang.

Sementara, bagi angkutan melebihi 20 ton yang dialihkan masuk ke Jalan A Yani Banjarmasin maupun sebaliknya, dia mengingatkan agar para sopir mentaati aturan jam masuk angkutan, terkait jam operasional. Di mana dalam Peraturan Walikota Banjarmasin No. 08 tentang Jam Operasional dan Keluar Masuk Kendaraan Angkutan Barang di Kota Banjarmasin, pada pukul 20.00-06.00 Wita.

Terpisah, Muhammad Aqrobin selaku Manajer Proyek Preservasi Jalan Simpang Handil Bakti (SP.Serapat) – KM. 17 (Bypass Banjarmasin) menerangkan, total keseluruhan masa pelaksanaan penggantian lantai jembatan Antasan Tanipah III ini selama 3,5 bulan.

Baca Juga :  Organda Heran, Mengapa Angkutan Tanpa Trayek Dibiarkan

“Pekerjaannya meliputi pembuatan jembatan sementara, pembongkaran lantai jembatan eksisting dan penggantian lantai jembatan,” jelasnya kemarin.

Meski berpotensi mengalami kemacetan, pihaknya sudah mengatur kondisi lalu lintas di jembatan sementara tersebut dengan sistem buka tutup dengan dibantu flagman atau pengatur lalu lintas. “Kami sudah mengantisipasi agar tak terjadi kemacetan panjang. Yang kami bersyukur, Jembatan Sungai Alalak sudah mendukung untuk jalan alternatif,” katanya. (mof)

Most Read

Artikel Terbaru

Dua Dibekuk, Satu DPO

Karyawati Gelapkan Uang Perusahaan

Jasad Itu Ternyata Masinis Kapal

Giliran Anak Wahid Jadi Saksi

/