alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Tuesday, 28 June 2022

Angka Kesembuhan Ternak Terduga PMK Terus Meningkat

BANJARBARU – Semoga ini menjadi kabar baik bagi para peternak. Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kalsel menyatakan, angka kesembuhan ternak yang diduga terinfeksi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) terus meningkat.

Kepala Disbunnak Kalsel mengatakan, meningkatnya angka kesembuhan ternak terduga PMK tak terlepas dari upaya-upaya antisipasi penyebaran wabah itu di Kalimantan Selatan.

Dia menyebut, semenjak pemerintah mengumumkan penyebaran PMK yang menyerang ternak berkuku genap pada awal Mei 2022, Pemprov Kalsel melalui dinasnya langsung gencar melakukan berbagai upaya untuk mengantisipasinya.

Favehotel Banjarmasin

Salah satu upaya yang dilakukan yakni berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait, di antaranya dinas yang menjalankan fungsi peternakan dan kesehatan hewan di kabupaten/ kota, Balai Karantina Pertanian Kelas I Banjarmasin, Balai Veteriner Banjarbaru, serta jajaran Polda, Polres hingga Polsek.

“Peningkatan pengawasan lalulintas ternak rentan PMK dan produk hewan antar provinsi, baik melalui darat , laut dan udara juga dilakukan sebagai upaya pencegahan masuknya virus PMK dari luar Kalimantan Selatan,” beber Suparmi.

Dia menyampaikan, dengan adanya langkah antisiapsi yang dilakukan, saat ini tidak ada laporan baru terkait penyebaran PMK di Banua. “Upaya Tim Kesehatan Hewan dalam meningkatkan daya tahan tubuh ternak telah menunjukan hasil yang signifikan. Hal ini ditunjukkan angka kesembuhan ternak terduga PMK terus meningkat,” ucapnya.

Baca Juga :  Soal Wabah PMK, Kalsel Tuding Kementan Salah Data

Padahal sebelumnya, Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kalsel mendata ada puluhan ekor sapi diduga terinfeksi PMK di Kabupaten Hulu Sungai Utara dan Tanah Laut.

Suparmi menuturkan, meski angka kesembuhan tinggi, langkah kewaspadaan penyebaran PMK di Kalimantan Selatan terus dioptimalkan, melalui koordinasi dengan instansi terkait dan pengawasan pada titik-titik rentan. Serta Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) mengenai PMK.

Disbunnak juga membuka hotline pelaporan dugaan ternak terindikasi PMK dan pusat informasi PMK yang dapat dihubungi oleh masyarakat melalui nomor 087842103762 dan 081703251685.

Sementara itu, sejak sepekan terakhir, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Tanah Laut secara maraton melakukan penyuntikan dan pemberian vitamin kepada seluruh ternak di Desa Bumi Jaya, Kecamatan Pelaihari.

Kepala Disnakeswan Tala Iwan Persada mengatakan penyuntikan dan pemberian vitamin ini bertujuan untuk mencegah penularan penyakit mulut dan kuku (PMK) yang diduga menginfeksi ternak-ternak di daerah tersebut.

“Alhamdulillah tim kami berhasil menyuntik seluruh ternak yang ada di Desa Bumi Jaya, dengan rincian 460 ekor sapi dan 34 ekor kambing,” sebutnya, Rabu (25/5).

Baca Juga :  Dilanda Wabah, Suplai Sapi dari Jatim Dihentikan

Selain berhasil menyuntik seluruh hewan ternak di sana, Iwan mengatakan, pihaknya juga telah melakukan perawatan kepada seluruh ternak yang diduga terpapar PMK.

“Ada 60 ekor ternak yang diduga PMK, seluruhnya sudah kita tangani dengan memberikan obat antibodi, vitamin dan antihistamin (anti gatal),” jelasnya.

Dari 60 ekor itu, lanjutnya, belasan ekor sudah sembuh dan sisanya masih dalam proses penyembuhan. “Ternak-ternak yang masih dalam proses penyembuhan akan kita pantau terus perkembangannya. Apabila selama tiga hari belum normal maka akan kami suntik kembali,” ucapnya.

Dikatakannya, lama kesembuhan setelah disuntik berbeda-beda, tergantung kondisi ternaknya yang terpapar PMK.”Ada ketika selesai disuntik nafsu makannya langsung normal dan ada juga yang dua atau tiga hari yang baru normal,” ujarnya.

Iwan meminta kepada para peternak untuk melapor kepada petugas jika mendapati ternaknya bergejala PMK. “Apabila ada ternak yang bergejala langsung laporkan, nanti akan kami tindak lanjuti,” tegasnya.

Dia juga mengungkapkan hingga saat ini tidak ada ternak warga di Desa Bumi Jaya mati karena PMK.”Penyakit PMK resiko kematiannya sangat rendah,” tutupnya. (ris/by/ran)

BANJARBARU – Semoga ini menjadi kabar baik bagi para peternak. Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kalsel menyatakan, angka kesembuhan ternak yang diduga terinfeksi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) terus meningkat.

Kepala Disbunnak Kalsel mengatakan, meningkatnya angka kesembuhan ternak terduga PMK tak terlepas dari upaya-upaya antisipasi penyebaran wabah itu di Kalimantan Selatan.

Dia menyebut, semenjak pemerintah mengumumkan penyebaran PMK yang menyerang ternak berkuku genap pada awal Mei 2022, Pemprov Kalsel melalui dinasnya langsung gencar melakukan berbagai upaya untuk mengantisipasinya.

Favehotel Banjarmasin

Salah satu upaya yang dilakukan yakni berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait, di antaranya dinas yang menjalankan fungsi peternakan dan kesehatan hewan di kabupaten/ kota, Balai Karantina Pertanian Kelas I Banjarmasin, Balai Veteriner Banjarbaru, serta jajaran Polda, Polres hingga Polsek.

“Peningkatan pengawasan lalulintas ternak rentan PMK dan produk hewan antar provinsi, baik melalui darat , laut dan udara juga dilakukan sebagai upaya pencegahan masuknya virus PMK dari luar Kalimantan Selatan,” beber Suparmi.

Dia menyampaikan, dengan adanya langkah antisiapsi yang dilakukan, saat ini tidak ada laporan baru terkait penyebaran PMK di Banua. “Upaya Tim Kesehatan Hewan dalam meningkatkan daya tahan tubuh ternak telah menunjukan hasil yang signifikan. Hal ini ditunjukkan angka kesembuhan ternak terduga PMK terus meningkat,” ucapnya.

Baca Juga :  Soal Wabah PMK, Kalsel Tuding Kementan Salah Data

Padahal sebelumnya, Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kalsel mendata ada puluhan ekor sapi diduga terinfeksi PMK di Kabupaten Hulu Sungai Utara dan Tanah Laut.

Suparmi menuturkan, meski angka kesembuhan tinggi, langkah kewaspadaan penyebaran PMK di Kalimantan Selatan terus dioptimalkan, melalui koordinasi dengan instansi terkait dan pengawasan pada titik-titik rentan. Serta Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) mengenai PMK.

Disbunnak juga membuka hotline pelaporan dugaan ternak terindikasi PMK dan pusat informasi PMK yang dapat dihubungi oleh masyarakat melalui nomor 087842103762 dan 081703251685.

Sementara itu, sejak sepekan terakhir, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Tanah Laut secara maraton melakukan penyuntikan dan pemberian vitamin kepada seluruh ternak di Desa Bumi Jaya, Kecamatan Pelaihari.

Kepala Disnakeswan Tala Iwan Persada mengatakan penyuntikan dan pemberian vitamin ini bertujuan untuk mencegah penularan penyakit mulut dan kuku (PMK) yang diduga menginfeksi ternak-ternak di daerah tersebut.

“Alhamdulillah tim kami berhasil menyuntik seluruh ternak yang ada di Desa Bumi Jaya, dengan rincian 460 ekor sapi dan 34 ekor kambing,” sebutnya, Rabu (25/5).

Baca Juga :  Puluhan Sapi di Kintap Mati Mendadak

Selain berhasil menyuntik seluruh hewan ternak di sana, Iwan mengatakan, pihaknya juga telah melakukan perawatan kepada seluruh ternak yang diduga terpapar PMK.

“Ada 60 ekor ternak yang diduga PMK, seluruhnya sudah kita tangani dengan memberikan obat antibodi, vitamin dan antihistamin (anti gatal),” jelasnya.

Dari 60 ekor itu, lanjutnya, belasan ekor sudah sembuh dan sisanya masih dalam proses penyembuhan. “Ternak-ternak yang masih dalam proses penyembuhan akan kita pantau terus perkembangannya. Apabila selama tiga hari belum normal maka akan kami suntik kembali,” ucapnya.

Dikatakannya, lama kesembuhan setelah disuntik berbeda-beda, tergantung kondisi ternaknya yang terpapar PMK.”Ada ketika selesai disuntik nafsu makannya langsung normal dan ada juga yang dua atau tiga hari yang baru normal,” ujarnya.

Iwan meminta kepada para peternak untuk melapor kepada petugas jika mendapati ternaknya bergejala PMK. “Apabila ada ternak yang bergejala langsung laporkan, nanti akan kami tindak lanjuti,” tegasnya.

Dia juga mengungkapkan hingga saat ini tidak ada ternak warga di Desa Bumi Jaya mati karena PMK.”Penyakit PMK resiko kematiannya sangat rendah,” tutupnya. (ris/by/ran)

Most Read

Artikel Terbaru

/