alexametrics
26.1 C
Banjarmasin
Sunday, 3 July 2022

Kenalan dengan Komunitas Banjarbaru Tamiya Original

Mainan Tahun 90-an, Tapi Banyak Eventnya

Buat anak-anak kelahiran tahun 90-an, tentu sudah tak asing dengan mainan Tamiya. Ya, mainan mobil-mobilan dengan baterai yang sebenarnya punya nama resmi mini 4wd ini begitu populer saat itu.

– Oleh: MUHAMMAD RIFANI, Banjarbaru

Tamiya pada dasarnya adalah sebuah nama brand mainan asal Jepang. Produk yang dijualnya dan mendunia yakni mini 4wd. Setelah beberapa dekade, mainan ini begitu eksis bahkan sudah jadi hobi.

Favehotel Banjarmasin

Di Indonesia, ada banyak komunitas pencinta atau pegiat hobi Tamiya. Tak sekadar paguyuban, lomba-lomba bahkan kompetisi tingkat nasional dan internasional sudah bukan hal asing bagi para Racer -sebutan untuk penghobi Tamiya-.

Di Banjarbaru, juga terdapat komunitas pecinta Tamiya. Namanya yakni BTO yang merupakan akronim dari Banjarbaru Tamiya Original.

Salah satu pentolan BTO, Bagonk mengungkapkan jika komunitas ini terbentuk di medio tahun 2014. Saat itu membernya katanya tak banyak, hanya bisa dihitung dengan jari.

Baca Juga :  Dipertemukan Saat Touring, Motor Tertua Keluaran Tahun 1973

“Di awal cuman ada 7 orang saja. Makin kesini, sekarang kurang lebih anggotanya ada sekitar 40 orang. Usia beragam, ada yang anak-anak bahkan dewasa hingga orang tua juga gabung,” katanya kepada Radar Banjarmasin.

Karena berawal dari kesamaan hobi, terbentuknya komunitas ini cerita Bagonk terbilang cukup cepat. Yang mana saat di awal-awal, rekan-rekan sehobinya kerap ngumpul dan diskusi terkait Tamiya.

“Awalnya karena sering kumpul-kumpul di rumah salah satu member. Lalu kita juga sering mengadakan Fun Race, tak lama karena kita lihat banyak peminatnya lalu diputuskan membentuk BTO,” katanya.

Dalam proses pembentukannya, memang kata Bagonk juga tak bisa dibilang ujug-ujug lahir. Sebab, di awal-awal mereka juga sembari menyosialisasikan terkait penggunaan brand (merek) Tamiya.

“Kita memang berusaha untuk sparepart dan yang lainnya wajib menggunakan merek Tamiya. Nah lama kelamaan rupanya banyak yang bergabung bermain, jadilah komunitas ini,” tambahnya.

Baca Juga :  Ajak Masyarakat Membudayakan Lari, Ada Sesi Rutin Yoga Hingga Renang

Selain sebagai wadah dalam bermain Tamiya atau ajang kompetisi. BTO kata Bagonk pada dasarnya untuk mewadahi pecinta hobi Tamiya. Sekaligus sebagai ruang diskusi terkait perkembangan Tamiya.

“Tamiya ini dari waktu ke waktu mengalami banyak perkembangan. Nah ini yang terus kita bahas dan diskusikan. Termasuk juga semisal mewakili komunitas di event-event,” sebutnya.

Selama eksis, BTO kata Bagonk sudah beberapa kali menggelar event. Selain itu, member dari BTO tegasnya juga kerap mengikuti kejuaraan-kejuaraan Tamiya. Baik di level lokal hingga nasional.

“Kalau ada event di sini kita usahakan bisa ikut karena sekalian bersilaturahmi dengan penghobi Tamiya dari daerah lain. Kita juga pernah ikut Kejurnas (Kejuaraan Nasional). Kalau untuk prestasi, member kita pernah juara Kejuaraan Daerah (Kejurda) di tahun 2017 lalu,” pungkasnya. (rvn/ij/bin)

Buat anak-anak kelahiran tahun 90-an, tentu sudah tak asing dengan mainan Tamiya. Ya, mainan mobil-mobilan dengan baterai yang sebenarnya punya nama resmi mini 4wd ini begitu populer saat itu.

– Oleh: MUHAMMAD RIFANI, Banjarbaru

Tamiya pada dasarnya adalah sebuah nama brand mainan asal Jepang. Produk yang dijualnya dan mendunia yakni mini 4wd. Setelah beberapa dekade, mainan ini begitu eksis bahkan sudah jadi hobi.

Favehotel Banjarmasin

Di Indonesia, ada banyak komunitas pencinta atau pegiat hobi Tamiya. Tak sekadar paguyuban, lomba-lomba bahkan kompetisi tingkat nasional dan internasional sudah bukan hal asing bagi para Racer -sebutan untuk penghobi Tamiya-.

Di Banjarbaru, juga terdapat komunitas pecinta Tamiya. Namanya yakni BTO yang merupakan akronim dari Banjarbaru Tamiya Original.

Salah satu pentolan BTO, Bagonk mengungkapkan jika komunitas ini terbentuk di medio tahun 2014. Saat itu membernya katanya tak banyak, hanya bisa dihitung dengan jari.

Baca Juga :  Kumpulan Seniman yang Ingin Populerkan Gamalan

“Di awal cuman ada 7 orang saja. Makin kesini, sekarang kurang lebih anggotanya ada sekitar 40 orang. Usia beragam, ada yang anak-anak bahkan dewasa hingga orang tua juga gabung,” katanya kepada Radar Banjarmasin.

Karena berawal dari kesamaan hobi, terbentuknya komunitas ini cerita Bagonk terbilang cukup cepat. Yang mana saat di awal-awal, rekan-rekan sehobinya kerap ngumpul dan diskusi terkait Tamiya.

“Awalnya karena sering kumpul-kumpul di rumah salah satu member. Lalu kita juga sering mengadakan Fun Race, tak lama karena kita lihat banyak peminatnya lalu diputuskan membentuk BTO,” katanya.

Dalam proses pembentukannya, memang kata Bagonk juga tak bisa dibilang ujug-ujug lahir. Sebab, di awal-awal mereka juga sembari menyosialisasikan terkait penggunaan brand (merek) Tamiya.

“Kita memang berusaha untuk sparepart dan yang lainnya wajib menggunakan merek Tamiya. Nah lama kelamaan rupanya banyak yang bergabung bermain, jadilah komunitas ini,” tambahnya.

Baca Juga :  Menjaring 4500 Anggota, Pernah Masuk Peringkat 134 Dunia

Selain sebagai wadah dalam bermain Tamiya atau ajang kompetisi. BTO kata Bagonk pada dasarnya untuk mewadahi pecinta hobi Tamiya. Sekaligus sebagai ruang diskusi terkait perkembangan Tamiya.

“Tamiya ini dari waktu ke waktu mengalami banyak perkembangan. Nah ini yang terus kita bahas dan diskusikan. Termasuk juga semisal mewakili komunitas di event-event,” sebutnya.

Selama eksis, BTO kata Bagonk sudah beberapa kali menggelar event. Selain itu, member dari BTO tegasnya juga kerap mengikuti kejuaraan-kejuaraan Tamiya. Baik di level lokal hingga nasional.

“Kalau ada event di sini kita usahakan bisa ikut karena sekalian bersilaturahmi dengan penghobi Tamiya dari daerah lain. Kita juga pernah ikut Kejurnas (Kejuaraan Nasional). Kalau untuk prestasi, member kita pernah juara Kejuaraan Daerah (Kejurda) di tahun 2017 lalu,” pungkasnya. (rvn/ij/bin)

Most Read

Artikel Terbaru

/