alexametrics
28.1 C
Banjarmasin
Monday, 27 June 2022

Bikin Kontroversi, Kadis PUPR Sebut Wartawan Distorsi

KOTABARU – Hearing yang dilakukan kontraktor, Dinas PUPR dan DPRD Kotabaru, berbuntut panjang. Pasalnya, salah satu peserta, Suprapti Tri Astuti, Kepala Dinas PUPR Kotabaru, diduga telah menyinggung perasaan jurnalis dengan menyebutkan wartawan distorsi.

Hal itu bukan tanpa alasan. Menurutnya, ini bentuk kekecewaannya atas tulisan wartawan yang seringkali berbeda dengan apa yang diterangkan.

Arti kata dari distorsi sendiri menurut KBBI adalah pemutarbalikan suatu fakta, aturan, dan sebagainya. Intinya, distorsi semacam penyimpangan.

Favehotel Banjarmasin

Awal munculnya pernyataan Kepala Dinas PUPR Kotabaru tersebut saat dimintai tanggapan oleh Syairi Mukhlis, Ketua DPRD Kotabaru, terkait kontraktor yang mundur dari pekerjaan. Saat ditanya wartawan melalui telepon dan WhatsApp, Suprapti tidak mau menanggapi. Ia mengaku takut malah bikin gaduh. Karena, menurutnya wartawan sering distorsi. Hal ini diungkapkannya pada dengar pendapat di DPRD Kotabaru, Senin (23/5).

Baca Juga :  Silaturahmi PWI HST bersama Kajari HST

Akibat pernyataan Kepala Dinas PUPR Kotabaru tersebut, membuat beberapa wartawan diwakili Masduki berkomentar dan tidak terima apa yang disampaikan itu. “Saya menyayangkan apa yang disampaikan Kepala Dinas PUPR Kotabaru. Pernyataan itu mendiskreditkan profesi kami sebagai wartawan,” tegas pengurus PWI Kotabaru ini.

Menurutnya, kalau ada berita yang tak sesuai dengan apa yang disampaikan, Kepala Dinas PUPR Kotabaru bisa saja meminta hak jawab, atau laporkan wartawannya. “Jangan seperti ini, menggeneralisir, seolah semua wartawan begitu,” ucapnya.

Radar Banjarmasin mencoba mengkonfirmasi Kepala Dinas PUPR Kotabaru Suprapti Tri Astuti di kantornya, Senin (23/5) sekitar pukul 16.30 Wita. Namun, stafnya menginformasikan sedang ada rapat, seraya diminta menunggu. Sekitar satu jam kemudian, Suprapti muncul. Namun, ia terlihat bergegas ke mobil dinas. “Maaf, lain waktu saja ya. Saya buru-buru, ada acara lagi, ditunggu sekda,” ujarnya seraya menutup pintu mobil.

Baca Juga :  Silaturahmi PWI HST bersama Kajari HST

Wartawan Radar Banjarmasin lantas menuju Kantor Bupati Kotabaru. Suprapti memang benar ke sana. Sekretaris Daerah Kotabaru H Said Akhmad juga bersamanya. Permintaan wawancara konfirmasi kembali diajukan.

Kali ini, Suprapti bersedia. Ia mengaku tak mengelak dengan pernyataannya terkait wartawan distorsi. Ia juga membenarkan, dirinya agak susah dihubungi. Salah satu penyebabnya karena ada berita yang tidak sesuai. “Distorsi itu macam macam. Ada membolak-balik balikkan fakta, terkadang ada yang tidak sesuai fakta dan banyak. Saya tidak bisa menguraikan satu persatu,” tuturnya.

Suprapti pada kesempatan itu meminta kepada teman-teman wartawan juga introspeksi diri, sehingga menyababkan dirinya sulit dihubungi. (jum/ij/tri)

KOTABARU – Hearing yang dilakukan kontraktor, Dinas PUPR dan DPRD Kotabaru, berbuntut panjang. Pasalnya, salah satu peserta, Suprapti Tri Astuti, Kepala Dinas PUPR Kotabaru, diduga telah menyinggung perasaan jurnalis dengan menyebutkan wartawan distorsi.

Hal itu bukan tanpa alasan. Menurutnya, ini bentuk kekecewaannya atas tulisan wartawan yang seringkali berbeda dengan apa yang diterangkan.

Arti kata dari distorsi sendiri menurut KBBI adalah pemutarbalikan suatu fakta, aturan, dan sebagainya. Intinya, distorsi semacam penyimpangan.

Favehotel Banjarmasin

Awal munculnya pernyataan Kepala Dinas PUPR Kotabaru tersebut saat dimintai tanggapan oleh Syairi Mukhlis, Ketua DPRD Kotabaru, terkait kontraktor yang mundur dari pekerjaan. Saat ditanya wartawan melalui telepon dan WhatsApp, Suprapti tidak mau menanggapi. Ia mengaku takut malah bikin gaduh. Karena, menurutnya wartawan sering distorsi. Hal ini diungkapkannya pada dengar pendapat di DPRD Kotabaru, Senin (23/5).

Baca Juga :  Silaturahmi PWI HST bersama Kajari HST

Akibat pernyataan Kepala Dinas PUPR Kotabaru tersebut, membuat beberapa wartawan diwakili Masduki berkomentar dan tidak terima apa yang disampaikan itu. “Saya menyayangkan apa yang disampaikan Kepala Dinas PUPR Kotabaru. Pernyataan itu mendiskreditkan profesi kami sebagai wartawan,” tegas pengurus PWI Kotabaru ini.

Menurutnya, kalau ada berita yang tak sesuai dengan apa yang disampaikan, Kepala Dinas PUPR Kotabaru bisa saja meminta hak jawab, atau laporkan wartawannya. “Jangan seperti ini, menggeneralisir, seolah semua wartawan begitu,” ucapnya.

Radar Banjarmasin mencoba mengkonfirmasi Kepala Dinas PUPR Kotabaru Suprapti Tri Astuti di kantornya, Senin (23/5) sekitar pukul 16.30 Wita. Namun, stafnya menginformasikan sedang ada rapat, seraya diminta menunggu. Sekitar satu jam kemudian, Suprapti muncul. Namun, ia terlihat bergegas ke mobil dinas. “Maaf, lain waktu saja ya. Saya buru-buru, ada acara lagi, ditunggu sekda,” ujarnya seraya menutup pintu mobil.

Baca Juga :  Silaturahmi PWI HST bersama Kajari HST

Wartawan Radar Banjarmasin lantas menuju Kantor Bupati Kotabaru. Suprapti memang benar ke sana. Sekretaris Daerah Kotabaru H Said Akhmad juga bersamanya. Permintaan wawancara konfirmasi kembali diajukan.

Kali ini, Suprapti bersedia. Ia mengaku tak mengelak dengan pernyataannya terkait wartawan distorsi. Ia juga membenarkan, dirinya agak susah dihubungi. Salah satu penyebabnya karena ada berita yang tidak sesuai. “Distorsi itu macam macam. Ada membolak-balik balikkan fakta, terkadang ada yang tidak sesuai fakta dan banyak. Saya tidak bisa menguraikan satu persatu,” tuturnya.

Suprapti pada kesempatan itu meminta kepada teman-teman wartawan juga introspeksi diri, sehingga menyababkan dirinya sulit dihubungi. (jum/ij/tri)

Most Read

Artikel Terbaru

/