alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Tuesday, 28 June 2022

BPK adalah Aset Kota

BANJARMASIN – Kapolresta Banjarmasin, Kombes Pol Sabana Atmojo Martosumito menuntut agar insiden tabrakan armada damkar versus pengendara tidak terulang.

Sopir BPK (Barisan Pemadam Kebakaran) Museum Perjuangan asal Jalan Sultan Adam, Wisnu telah ditetapkan sebagai tersangka. Dari tes urine tersangka, dinyatakan negatif memakai narkotika. Tapi pemuda 20 tahun itu tidak memiliki SIM (Surat Izin Mengemudi)

Ahad (15/5) lalu, armada BPK ini menabrak empat pengendara di Lingkar Dalam. Saat mengebut mengejar kebakaran di Kabupaten Banjar.

Favehotel Banjarmasin

Fauzi, 34 tahun, meninggal dunia di rumah sakit. Seorang lagi luka berat dan dua orang luka ringan.

“Sopir yang lalai dan mengakibatkan nyawa orang hilang, telah ditahan,” ujarnya Kamis (19/5). Diingatkannya, ini bukan kejadian yang pertama.

Baca Juga :  Perda Damkar Bakal Direvisi, Bakal Memuat Pasal Sanksi

“Kami mendorong dinas terkait (Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan) untuk lebih intens membina relawan damkar,” pintanya.

Terutama tentang kepatuhan terhadap aturan lalu lintas saat berkendara untuk menekan risiko kecelakaan di jalan raya.

Begitu pula dengan regulasinya. Seperti perda (peraturan daerah) atau perwali (peraturan wali kota).

“Misalkan Dishub (Dinas Perhubungan) mengecek kelayakan armada BPK. Lalu Satlantas mengecek dokumen kendaraan dan SIM si pengemudi. Agar semuanya layak melaksanakan misi kemanusiaannya,” jelasnya.

Namun, dia meminta masyarakat tak habis kesabaran dan tak hilang kepercayaan kepada para relawan damkar. Ditekankannya, ini ulah oknum yang menyetir ugal-ugalan.

“Mereka adalah aset Kota Banjarmasin. Maka harus dijaga. Selama ini, mereka telah banyak memberikan manfaat untuk masyarakat,” pungkasnya. (lan/az/fud)

Baca Juga :  BPK Dilarang Ikut Turun ke TKP, Jika Jarak Tempuh Lebih 15 Menit

BANJARMASIN – Kapolresta Banjarmasin, Kombes Pol Sabana Atmojo Martosumito menuntut agar insiden tabrakan armada damkar versus pengendara tidak terulang.

Sopir BPK (Barisan Pemadam Kebakaran) Museum Perjuangan asal Jalan Sultan Adam, Wisnu telah ditetapkan sebagai tersangka. Dari tes urine tersangka, dinyatakan negatif memakai narkotika. Tapi pemuda 20 tahun itu tidak memiliki SIM (Surat Izin Mengemudi)

Ahad (15/5) lalu, armada BPK ini menabrak empat pengendara di Lingkar Dalam. Saat mengebut mengejar kebakaran di Kabupaten Banjar.

Favehotel Banjarmasin

Fauzi, 34 tahun, meninggal dunia di rumah sakit. Seorang lagi luka berat dan dua orang luka ringan.

“Sopir yang lalai dan mengakibatkan nyawa orang hilang, telah ditahan,” ujarnya Kamis (19/5). Diingatkannya, ini bukan kejadian yang pertama.

Baca Juga :  Jangan Ada Korban Jiwa Lagi, Dinas Damkar Resmi Dibentuk di Banjarmasin

“Kami mendorong dinas terkait (Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan) untuk lebih intens membina relawan damkar,” pintanya.

Terutama tentang kepatuhan terhadap aturan lalu lintas saat berkendara untuk menekan risiko kecelakaan di jalan raya.

Begitu pula dengan regulasinya. Seperti perda (peraturan daerah) atau perwali (peraturan wali kota).

“Misalkan Dishub (Dinas Perhubungan) mengecek kelayakan armada BPK. Lalu Satlantas mengecek dokumen kendaraan dan SIM si pengemudi. Agar semuanya layak melaksanakan misi kemanusiaannya,” jelasnya.

Namun, dia meminta masyarakat tak habis kesabaran dan tak hilang kepercayaan kepada para relawan damkar. Ditekankannya, ini ulah oknum yang menyetir ugal-ugalan.

“Mereka adalah aset Kota Banjarmasin. Maka harus dijaga. Selama ini, mereka telah banyak memberikan manfaat untuk masyarakat,” pungkasnya. (lan/az/fud)

Baca Juga :  Korban Kembali Jatuh, Armada BPK Bakal Dipasangi GPS

Most Read

Artikel Terbaru

/