alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Tuesday, 28 June 2022

Keluarga Sudah Ikhlas

BANJARMASIN – Aris Satrio Sanjaya, remaja 16 tahun yang dikabarkan tenggelam di Sungai Kuin ditemukan beberapa jam setelah kejadian.

Ditemukan pada Jumat (20/5) malam sekitar pukul 20.30 Wita di Jalan Kuin Selatan RT 12 Banjarmasin Barat.

Korban ditemukan penyelam dari Water Rescue di dasar sungai. Jenazah kemudian dibawa ke rumah duka di Jalan Belitung Darat Gang Samadi Ilham.

Favehotel Banjarmasin

Kronologinya, Jumat sore, pelajar SMP itu bermain sepakbola bersama teman-temannya. Mandi keringat, mereka beralih ke sungai.

“Seusai main bola, kami mandi-mandi di sungai,” cerita Wahyu, teman sebaya korban.

Asyik berenang, mereka menyeberangi sungai. Korban juga ikut di belakang. Tapi tiba-tiba menghilang dari permukaan sungai. Teman korban yang panik coba menyelam dan mencari, tapi hasilnya nihil.

Baca Juga :  Iseng-Iseng Membawa Petaka, Perempuan ini Meninggal di Kolam Renang Hotel

“Ada dua kawannya yang melihat korban tenggelam saat menyeberangi sungai,” jelas Kasat Polairud Polresta Banjarmasin, AKP Christugus Lirens kemarin (22/5).

Keluarga korban enggan Aris dievakuasi ke Rumah Sakit Ulin. “Keluarga menulis surat penolakan visum. Menganggapnya musibah. Menyatakan ikhlas menerima kematiannya,” tambahnya. (lan/az/fud)

BERDUKA: Keluarga korban meneken surat pernyataan menolak visum di kantor Polairud.

BANJARMASIN – Aris Satrio Sanjaya, remaja 16 tahun yang dikabarkan tenggelam di Sungai Kuin ditemukan beberapa jam setelah kejadian.

Ditemukan pada Jumat (20/5) malam sekitar pukul 20.30 Wita di Jalan Kuin Selatan RT 12 Banjarmasin Barat.

Korban ditemukan penyelam dari Water Rescue di dasar sungai. Jenazah kemudian dibawa ke rumah duka di Jalan Belitung Darat Gang Samadi Ilham.

Favehotel Banjarmasin

Kronologinya, Jumat sore, pelajar SMP itu bermain sepakbola bersama teman-temannya. Mandi keringat, mereka beralih ke sungai.

“Seusai main bola, kami mandi-mandi di sungai,” cerita Wahyu, teman sebaya korban.

Asyik berenang, mereka menyeberangi sungai. Korban juga ikut di belakang. Tapi tiba-tiba menghilang dari permukaan sungai. Teman korban yang panik coba menyelam dan mencari, tapi hasilnya nihil.

Baca Juga :  Seorang Remaja Wanita Tenggelam Di Marabahan, Pencarai Terus Dilakukan

“Ada dua kawannya yang melihat korban tenggelam saat menyeberangi sungai,” jelas Kasat Polairud Polresta Banjarmasin, AKP Christugus Lirens kemarin (22/5).

Keluarga korban enggan Aris dievakuasi ke Rumah Sakit Ulin. “Keluarga menulis surat penolakan visum. Menganggapnya musibah. Menyatakan ikhlas menerima kematiannya,” tambahnya. (lan/az/fud)

BERDUKA: Keluarga korban meneken surat pernyataan menolak visum di kantor Polairud.

Most Read

Artikel Terbaru

/