alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Friday, 1 July 2022

Luncurkan Program Gitaku untuk Bangkitkan Ekonomi

Mendampingi kepala daerah termuda di Kalimantan Selatan, Hj Nur Gita Tiyas istri dari Bupati Banjar H Saidi Mansyur tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk turut memberikan kontribusi bagi terwujudnya kemajuan pembangunan di Kabupaten Banjar.

—–

Tidak menunggu waktu lama, setelah dilantik sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Banjar, terobosan pun dilahirkan Hj Nur Gita Tiyas untuk didedikasikan kepada masyarakat serta mendukung program pemerintah.

Favehotel Banjarmasin

Mendapat amanah menahkodai PKK Kabupaten Banjar di tengah pandemi, ibu muda ini membuat ide inovatif dengan meluncurkan program Gitaku (Gerakan Bina Masyarakat Desa Berkualitas dan Unggul).

Program tersebut sebagai langkah percepatan membangkitkan kembali ekonomi keluarga di Bumi Serambi Makkah yang terdampak Pandemi Covid 19.

Hj Nur Gita Tiyas mengungkapkan rasa syukur dapat menjadi bagian penting dari PKK. Menurutnya selain bisa secara langsung membantu pemerintah, melalui organisasi ini dirinya juga punya kesempatan emas untuk mengabdikan diri kepada masyarakat.

“Alhamdulillah, melalui PKK saya diberi kesempatan oleh Allah SWT untuk membuat lebih banyak kebermanfaatan bagi masyarakat, terutama saat kondisi Pandemi Covid 19,” katanya.

Baca Juga :  Tidak Lekas Berpuas Diri, Terus Gali Potensi

Menurutnya, yang perlu jadi perhatian khusus bagi Pemerintah Kabupaten Banjar saat ini adalah percepatan pemulihan ekonomi akibat dampak situasi pandemi.

PKK ujar dia, merupakan salah satu garda depan dalam mengatasi berbagai persoalan yang terjadi di tengah masyarakat. Seperti menggerakkan ibu-ibu, bagaimana caranya menekan angka kematian ibu hamil. Atau berkontribusi mengatasi masalah gizi anak, kesehatan anak dan stunting.

Mengenai hal itu peran Ketua TP PKK dijelaskannya sangat sentral. Baik dalam mewujudkan 10 program pokok, maupun isu-isu pembangunan.

”Disamping mendampingi suami sebagai kepala daerah, tentunya Ketua TP PKK berperan penting dalam menggerakkan masyarakat untuk kesejahteraan keluarga dan suksesnya pembangunan dengan berbagai dinamika. Jadi itu tantangan tersendiri bagi saya,” jelas Nur Gita Tiyas.

Lanjutnya, PKK sendiri memiliki 10 program pokok sebagai senjata untuk mendorong kesejahteraan dan kesehatan keluarga. Serta, menggerakkan Pokja untuk membuat program kerja yang terarah dan terukur, guna meminimalisir kendala dalam mengentaskan permasalahan-permasalahan tersebut. “Salah satunya peka terhadap situasi sosial,” ujarnya.

Baca Juga :  Mengusung Misi Pelangi, Dunia Pendidikan di Mata Finalis Putri Indonesia 2022

Berkaitan dengan stunting, dia mengungkapkan, mereka sangat mendukung berbagai arah kebijakan sebagai upaya pemerintah Kabupaten Banjar dalam mengentaskannya. “PKK berpartisipasi aktif menjadi bagian dari Manis Bapanting ,program yang diluncurkan Pemkab Banjar menangani masalah stunting,” ungkapnya.

Terlepas dari peran dan tugasnya sebagai Ketua TP PKK Kabupaten Banjar, ibu tiga anak ini juga aktif di beberapa organisasi seperti Dekranasda dan Bunda PAUD.

Melalui Dekranasda Hj Nur Gita Tiyas mendorong UMKM sebagai prioritas. Terutama para pelaku perempuan.

Di tengah aktifitasnya, Gita juga membagi waktu untuk keluarga terutama suami dan anak-anak.

Dirinya memberikan pesan dan saran kepada seluruh perempuan, khususnya di Kabupaten Banjar di tengah pandemi untuk tingkatkan kemandirian dan berdaya sebagai kunci bangkitkan ekonomi keluarga.

“Jangan berhenti merawat perjuangan para perempuan Indonesia di masa yang lalu, dalam gerak sekecil apa pun terus terlibat dalam upaya membangun,” pungkasnya. (ris/by/ran)

Mendampingi kepala daerah termuda di Kalimantan Selatan, Hj Nur Gita Tiyas istri dari Bupati Banjar H Saidi Mansyur tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk turut memberikan kontribusi bagi terwujudnya kemajuan pembangunan di Kabupaten Banjar.

—–

Tidak menunggu waktu lama, setelah dilantik sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Banjar, terobosan pun dilahirkan Hj Nur Gita Tiyas untuk didedikasikan kepada masyarakat serta mendukung program pemerintah.

Favehotel Banjarmasin

Mendapat amanah menahkodai PKK Kabupaten Banjar di tengah pandemi, ibu muda ini membuat ide inovatif dengan meluncurkan program Gitaku (Gerakan Bina Masyarakat Desa Berkualitas dan Unggul).

Program tersebut sebagai langkah percepatan membangkitkan kembali ekonomi keluarga di Bumi Serambi Makkah yang terdampak Pandemi Covid 19.

Hj Nur Gita Tiyas mengungkapkan rasa syukur dapat menjadi bagian penting dari PKK. Menurutnya selain bisa secara langsung membantu pemerintah, melalui organisasi ini dirinya juga punya kesempatan emas untuk mengabdikan diri kepada masyarakat.

“Alhamdulillah, melalui PKK saya diberi kesempatan oleh Allah SWT untuk membuat lebih banyak kebermanfaatan bagi masyarakat, terutama saat kondisi Pandemi Covid 19,” katanya.

Baca Juga :  Dorong Kesejahteraan Keluarga Banua

Menurutnya, yang perlu jadi perhatian khusus bagi Pemerintah Kabupaten Banjar saat ini adalah percepatan pemulihan ekonomi akibat dampak situasi pandemi.

PKK ujar dia, merupakan salah satu garda depan dalam mengatasi berbagai persoalan yang terjadi di tengah masyarakat. Seperti menggerakkan ibu-ibu, bagaimana caranya menekan angka kematian ibu hamil. Atau berkontribusi mengatasi masalah gizi anak, kesehatan anak dan stunting.

Mengenai hal itu peran Ketua TP PKK dijelaskannya sangat sentral. Baik dalam mewujudkan 10 program pokok, maupun isu-isu pembangunan.

”Disamping mendampingi suami sebagai kepala daerah, tentunya Ketua TP PKK berperan penting dalam menggerakkan masyarakat untuk kesejahteraan keluarga dan suksesnya pembangunan dengan berbagai dinamika. Jadi itu tantangan tersendiri bagi saya,” jelas Nur Gita Tiyas.

Lanjutnya, PKK sendiri memiliki 10 program pokok sebagai senjata untuk mendorong kesejahteraan dan kesehatan keluarga. Serta, menggerakkan Pokja untuk membuat program kerja yang terarah dan terukur, guna meminimalisir kendala dalam mengentaskan permasalahan-permasalahan tersebut. “Salah satunya peka terhadap situasi sosial,” ujarnya.

Baca Juga :  Utamakan Peran Jadi Istri dan Ibu

Berkaitan dengan stunting, dia mengungkapkan, mereka sangat mendukung berbagai arah kebijakan sebagai upaya pemerintah Kabupaten Banjar dalam mengentaskannya. “PKK berpartisipasi aktif menjadi bagian dari Manis Bapanting ,program yang diluncurkan Pemkab Banjar menangani masalah stunting,” ungkapnya.

Terlepas dari peran dan tugasnya sebagai Ketua TP PKK Kabupaten Banjar, ibu tiga anak ini juga aktif di beberapa organisasi seperti Dekranasda dan Bunda PAUD.

Melalui Dekranasda Hj Nur Gita Tiyas mendorong UMKM sebagai prioritas. Terutama para pelaku perempuan.

Di tengah aktifitasnya, Gita juga membagi waktu untuk keluarga terutama suami dan anak-anak.

Dirinya memberikan pesan dan saran kepada seluruh perempuan, khususnya di Kabupaten Banjar di tengah pandemi untuk tingkatkan kemandirian dan berdaya sebagai kunci bangkitkan ekonomi keluarga.

“Jangan berhenti merawat perjuangan para perempuan Indonesia di masa yang lalu, dalam gerak sekecil apa pun terus terlibat dalam upaya membangun,” pungkasnya. (ris/by/ran)

Most Read

Artikel Terbaru

Terinspirasi Kaum Rebahan

Perempuan di Tengah Turbulensi

Membina Usaha Kecil Perempuan

Aksen Kerut Bikin Estetis

Didik Anak Dengan Agama

/