alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Tuesday, 28 June 2022

Demo Kejari, Para Petani Sampaikan Sikap Soal Kasus Tukar Guling Tanah

MARABAHAN – Ratusan petani plasma yang tergabung dalam KUD di Kecamatan Wanaraya dan sekitarnya bersama LSM, melakukan demo di depan Kejaksaan Negeri Batola. Sampaikan pernyataan sikap terkait kasus tukar guling tanah Desa Kolam Kanan, Wanaraya dengan KUD Jaya Utama tahun 2009.

Berbagai spanduk diiringi berbagai orasi, mengiringi aksi demo di depan Kejari Batola, Rabu (18/05). Aksi ini disambut oleh Kasi Intel Kejari Batola M Hamidun selaku PLH Kejari Batola. Serta diamankan puluhan personel kepolisian Polres Batola.

Dari aksi damai ini, Aliansyah selaku koordinator ketua aksi demo, menyerahkan pernyataan sikap. Dalam pernyataan sikap ini terdapat dua hal. Pertama, mendesak Kepada Kepala Kejaksaan Negari Kabupaten Barito Kuala untuk secepatnya menuntaskan proses hukum adanya dugaan penyimpangan dalam tukar guling lahan milik KUD Jaya Utama Desa Kolam Kanan Kecamatan Wanaraya, Kabupaten Barito yang dalam proses penyidik Kejaksaan Negeri Barito Kuala sudah menetapkan tersangka terhadap oknum pengurus KUD Jaya Utama demi untuk adanya kepastian hukum. Kedua, meminta Kepada Kapala Kejaksaan Negeri Barito Kuala untuk menghentikan pemangilan dan pemeriksaan terhadap anggota KUD Jaya Utama Pemilik Lahan Peserta Program Revitalisasi Perkebunan Kelapa Sawit yang sekarang ini dirugikan atas adanya wanprestasi oleh PT ABS, demi untuk menjaga situasi yang kondusif di Kabupaten Barito Kuala.

Baca Juga :  Peran Generasi Milenial Bantu Wujudkan Pertanian Modern
Favehotel Banjarmasin

“Hari ini, kami mendampingi masyarakat yang selama ini mereka rasa ada intimidasi, penekanan, dan ada hal yang menurut mereka tidak layak dilakukan Kejaksaan Negeri Batola,” ujar Aliansyah.

Lanjut Aliansyah, kalaupun mereka (masyarakat) memanen sawit di tanah sendiri, itu bukan mencuri. Itu upaya mereka untuk menyadarkan perusahaan. Agar tahu bahwa selama ini tata kelola oleh perusahaan tidak benar. “Ini kewajiban Kejaksaan. Panggil perusahaan-perusahaan bermasalah, dudukan dengan petani. Jangan tekan petani,” ujarnya.

Terakhir Aliansyah menekankan, apabila ada upaya-upaya pemanggilan, intimidasi, menekan, dan meresahkan masyarakat, ia memastikan akan sampaikan ke Jaksa Agung.

Berkaitan dengan aksi demo dan penyampaian sikap ini, Kejari Batola melalui PLH Kejari M Hamidun mengatakan, sangat mengapresiasi. Apalagi terkait permintaan sesegera untuk menyelesaikan perkara tukar guling tanah. “Ini menjadi penyemangat kami dalam penyelesaian masalah,” ujarnya.

Baca Juga :  5 Tahun Bersengketa, Aset Rp 3,9 Miliar PDAM HST Terselamatkan

Kasi Intel Kejari Batola ini berharap dengan aksi ini, pihaknya bisa melaksanakan kasus tukar guling tanah dengan cepat. “Kami juga berharap dukungan LSM untuk membantu kami. “Apabila ada informasi yang kami belum tahu, bisa beritahu kami,” ujarnya.

Sementara itu terkait intimidasi, dirinya mengatakan, tidak pernah pernah melakukan. “Penyidik Kejaksaan tidak pernah melakukan intimidasi. Proses penyidikan sudah cepat,” rekannya.

Hamidun mengungkapkan, untuk kasus tukar guling tanah, dalam tiga bulan penyidikan, sudah menetapkan beberapa tersangka. Bahkan salah satu tersangka masih dalam keadaan sakit. “Untuk yang sakit untuk panggilan pertama tidak hadir, dan nanti apabila tidak hadir di pemanggilan ketiga, maka kami akan didampingi dokter. Tidak dilakukan jemput paksa,” ujarnya.

“Jadi semua tindakan kami sudah sesuai aturan. Hak manusia kami hargai. Jadi jauh dari kata intimidasi,” jelasnya.

Terkait Hamidun mengatakan bila merasa terintimidasi, segera laporkan ke pihaknya. Bisa langsung dengannya ataupun Kepala Kejari Batola siapa yang melakukan intimidasi. (bar)

MARABAHAN – Ratusan petani plasma yang tergabung dalam KUD di Kecamatan Wanaraya dan sekitarnya bersama LSM, melakukan demo di depan Kejaksaan Negeri Batola. Sampaikan pernyataan sikap terkait kasus tukar guling tanah Desa Kolam Kanan, Wanaraya dengan KUD Jaya Utama tahun 2009.

Berbagai spanduk diiringi berbagai orasi, mengiringi aksi demo di depan Kejari Batola, Rabu (18/05). Aksi ini disambut oleh Kasi Intel Kejari Batola M Hamidun selaku PLH Kejari Batola. Serta diamankan puluhan personel kepolisian Polres Batola.

Dari aksi damai ini, Aliansyah selaku koordinator ketua aksi demo, menyerahkan pernyataan sikap. Dalam pernyataan sikap ini terdapat dua hal. Pertama, mendesak Kepada Kepala Kejaksaan Negari Kabupaten Barito Kuala untuk secepatnya menuntaskan proses hukum adanya dugaan penyimpangan dalam tukar guling lahan milik KUD Jaya Utama Desa Kolam Kanan Kecamatan Wanaraya, Kabupaten Barito yang dalam proses penyidik Kejaksaan Negeri Barito Kuala sudah menetapkan tersangka terhadap oknum pengurus KUD Jaya Utama demi untuk adanya kepastian hukum. Kedua, meminta Kepada Kapala Kejaksaan Negeri Barito Kuala untuk menghentikan pemangilan dan pemeriksaan terhadap anggota KUD Jaya Utama Pemilik Lahan Peserta Program Revitalisasi Perkebunan Kelapa Sawit yang sekarang ini dirugikan atas adanya wanprestasi oleh PT ABS, demi untuk menjaga situasi yang kondusif di Kabupaten Barito Kuala.

Baca Juga :  Kualitas Rendah, Petani Oplos Pupuk Bersubsidi
Favehotel Banjarmasin

“Hari ini, kami mendampingi masyarakat yang selama ini mereka rasa ada intimidasi, penekanan, dan ada hal yang menurut mereka tidak layak dilakukan Kejaksaan Negeri Batola,” ujar Aliansyah.

Lanjut Aliansyah, kalaupun mereka (masyarakat) memanen sawit di tanah sendiri, itu bukan mencuri. Itu upaya mereka untuk menyadarkan perusahaan. Agar tahu bahwa selama ini tata kelola oleh perusahaan tidak benar. “Ini kewajiban Kejaksaan. Panggil perusahaan-perusahaan bermasalah, dudukan dengan petani. Jangan tekan petani,” ujarnya.

Terakhir Aliansyah menekankan, apabila ada upaya-upaya pemanggilan, intimidasi, menekan, dan meresahkan masyarakat, ia memastikan akan sampaikan ke Jaksa Agung.

Berkaitan dengan aksi demo dan penyampaian sikap ini, Kejari Batola melalui PLH Kejari M Hamidun mengatakan, sangat mengapresiasi. Apalagi terkait permintaan sesegera untuk menyelesaikan perkara tukar guling tanah. “Ini menjadi penyemangat kami dalam penyelesaian masalah,” ujarnya.

Baca Juga :  Peran Generasi Milenial Bantu Wujudkan Pertanian Modern

Kasi Intel Kejari Batola ini berharap dengan aksi ini, pihaknya bisa melaksanakan kasus tukar guling tanah dengan cepat. “Kami juga berharap dukungan LSM untuk membantu kami. “Apabila ada informasi yang kami belum tahu, bisa beritahu kami,” ujarnya.

Sementara itu terkait intimidasi, dirinya mengatakan, tidak pernah pernah melakukan. “Penyidik Kejaksaan tidak pernah melakukan intimidasi. Proses penyidikan sudah cepat,” rekannya.

Hamidun mengungkapkan, untuk kasus tukar guling tanah, dalam tiga bulan penyidikan, sudah menetapkan beberapa tersangka. Bahkan salah satu tersangka masih dalam keadaan sakit. “Untuk yang sakit untuk panggilan pertama tidak hadir, dan nanti apabila tidak hadir di pemanggilan ketiga, maka kami akan didampingi dokter. Tidak dilakukan jemput paksa,” ujarnya.

“Jadi semua tindakan kami sudah sesuai aturan. Hak manusia kami hargai. Jadi jauh dari kata intimidasi,” jelasnya.

Terkait Hamidun mengatakan bila merasa terintimidasi, segera laporkan ke pihaknya. Bisa langsung dengannya ataupun Kepala Kejari Batola siapa yang melakukan intimidasi. (bar)

Most Read

Artikel Terbaru

/