alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Tuesday, 28 June 2022

PDAM Tala Berlakukan Tarif Baru Pada Bulan Juni 2022

PELAIHARI – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tanah Laut (Tala) akan memberlakukan tarif baru air minum kepada para pelanggannya mulai bulan Juni 2022.

Tarif baru nantinya akan mengalami kenaikan sekitar 20 persen atau menjadi Rp 5.400, sebelumnya adalah Rp 4.500 per meter kubik.

Menurut Direktur PDAM Tala Rudi Syahrinsyah penyesuaian tarif harus dilakukan demi mencegah kerugian yang lebih besar, karena tarif air bersih yang berlaku di Tala saat ini masih jauh dibawah biaya produksi.

Favehotel Banjarmasin

“Dengan tarif baru ini juga masih di bawah biaya produksi yang mencapai Rp 6.700 per meter kubik,” beber Rudi, Kamis (19/5) di Kantornya.

Meski mengalami kenaikan, lanjutnya, Pemerintah Daerah melalui PDAM Tala masih memberi subsidi kepada pelanggan sebesar Rp 1.300 per meter kubik atau 19,40 persen.

Baca Juga :  Bukan Kopi Susu, Air Leding Berwarna Cokelat dan Berbau Karat

“Tarif baru akan berlaku pada bulan Juni 2022 untuk tagihan rekening pada bulan Juli 2022,” jelas Rudi yang baru menjabat sebagai Direktur PDAM Tala pada April lalu.

Rudi juga menjelaskan, tarif Rp 5.400 tersebut merupakan tarif terendah yang ditetapkan berdasar Pergub nomor 188.44/0660/KUM/2021 tentang penetapan tarif batas atas dan tarif batas bawah air minum PDAM.

“Dimana tarif tertinggi untuk Kabupaten Tala sebesar Rp 11.510 per meter kubik dan tarif terendah Rp 5.397 per meter kubik,” ucapnya.

Kenaikan tarif tersebut, ungkap Rudi, juga telah memperhatikan arahan dan imbauan BPKP RI, Pemprov Kalsel dan Pemkab Tala yang tertuang dalam peraturan daerah maupun audit BKPK RI.

Baca Juga :  "Karena PDAM Tidak Punya Duit"

Selain itu, pria yang pernah menjadi petinggi Bank Kalsel ini menyebutkan pihaknya akan gencar melakukan sosialisasi terkait rencana pemberlakuan tarif baru, baik melalui media sosial, media elektronik maupun media massa.

“Kepada para pelanggan kami menghimbau untuk bijak dalam menggunakan air bersih, karena makin banyak penggunaan air maka semakin banyak pula subsidi yang dilakukan,” ucapnya.

Kemudian dia juga meminta kepada pelanggan untuk tertib dan tepat waktu dalam membayar tagihan rekening air, karena saat ini tunggakan pembayaran masih cukup tinggi. Kondisi ini tentunya berpengaruh terhadap cash flow PDAM Tala. (sal).

PELAIHARI – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tanah Laut (Tala) akan memberlakukan tarif baru air minum kepada para pelanggannya mulai bulan Juni 2022.

Tarif baru nantinya akan mengalami kenaikan sekitar 20 persen atau menjadi Rp 5.400, sebelumnya adalah Rp 4.500 per meter kubik.

Menurut Direktur PDAM Tala Rudi Syahrinsyah penyesuaian tarif harus dilakukan demi mencegah kerugian yang lebih besar, karena tarif air bersih yang berlaku di Tala saat ini masih jauh dibawah biaya produksi.

Favehotel Banjarmasin

“Dengan tarif baru ini juga masih di bawah biaya produksi yang mencapai Rp 6.700 per meter kubik,” beber Rudi, Kamis (19/5) di Kantornya.

Meski mengalami kenaikan, lanjutnya, Pemerintah Daerah melalui PDAM Tala masih memberi subsidi kepada pelanggan sebesar Rp 1.300 per meter kubik atau 19,40 persen.

Baca Juga :  Pipa Bocor Jelang Hari Air Sedunia, Tiga Kecamatan di Banjarmasin Terdampak

“Tarif baru akan berlaku pada bulan Juni 2022 untuk tagihan rekening pada bulan Juli 2022,” jelas Rudi yang baru menjabat sebagai Direktur PDAM Tala pada April lalu.

Rudi juga menjelaskan, tarif Rp 5.400 tersebut merupakan tarif terendah yang ditetapkan berdasar Pergub nomor 188.44/0660/KUM/2021 tentang penetapan tarif batas atas dan tarif batas bawah air minum PDAM.

“Dimana tarif tertinggi untuk Kabupaten Tala sebesar Rp 11.510 per meter kubik dan tarif terendah Rp 5.397 per meter kubik,” ucapnya.

Kenaikan tarif tersebut, ungkap Rudi, juga telah memperhatikan arahan dan imbauan BPKP RI, Pemprov Kalsel dan Pemkab Tala yang tertuang dalam peraturan daerah maupun audit BKPK RI.

Baca Juga :  Sederet Penghargaan Menjadi Tak Berarti, Selamat Ultah PDAM Bandarmasih:

Selain itu, pria yang pernah menjadi petinggi Bank Kalsel ini menyebutkan pihaknya akan gencar melakukan sosialisasi terkait rencana pemberlakuan tarif baru, baik melalui media sosial, media elektronik maupun media massa.

“Kepada para pelanggan kami menghimbau untuk bijak dalam menggunakan air bersih, karena makin banyak penggunaan air maka semakin banyak pula subsidi yang dilakukan,” ucapnya.

Kemudian dia juga meminta kepada pelanggan untuk tertib dan tepat waktu dalam membayar tagihan rekening air, karena saat ini tunggakan pembayaran masih cukup tinggi. Kondisi ini tentunya berpengaruh terhadap cash flow PDAM Tala. (sal).

Most Read

Artikel Terbaru

/