alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Tuesday, 28 June 2022

Korban Kembali Jatuh, Armada BPK Bakal Dipasangi GPS

Slogan di mana ada api pasti dikejar, ternyata benar adanya. Sayangnya, harus kembali menelan korban.

***
BANJARMASIN – Ini menambah catatan buruk dalam kasus oknum armada BPK yang ugal-ugalan di jalan saat mengejar kebakaran.

Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina sangat menyayangkan kecelakaan ini.

Favehotel Banjarmasin

Dia menegaskan, ini menjadi pekerjaan rumah (PR) utama bagi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Banjarmasin yang baru dibentuk pemko.

“Insyaallah DPKP siap membina relawan BPK. Sehingga tidak lagi ada insiden kecelakaan. Apalagi sampai merenggut nyawa,” ujarnya kemarin (17/5) di Balai Kota.

“Niat baik untuk membantu korban kebakaran, harus disejajarkan dengan keselamatan pengguna jalan, juga keselamatan relawan sendiri. Saya mempercayakan sepenuhnya kepada DPKP,” tambahnya.

Terpisah, Kepala DPKP Banjarmasin, Budi Setiawan berjanji akan segera mengumpulkan relawan BPK di kota ini untuk dibina.

“Armadanya juga akan kami standarisasi,” ujarnya. Contoh, ke depan ada dua sopir untuk satu armada.

“Jadi dari setiap BPK ada dua sopir yang kami latih. Hanya mereka yang berhak mengendarai armada BPK. Di luar itu akan dihukum,” tegasnya.

Soal zonasi atau pembagian wilayah pemadaman, sebenarnya sudah diatur dalam Keputusan Menteri Dalam Negeri yang diterbitkan tahun 2020 lalu.

Pembagiannya mengacu pada jarak tempuh. “Dari titik api, pemadam yang boleh turun hanya yang berjarak tempuh 15 menit perjalanan. Selebihnya, diam di tempat. Ini ke depan akan kami terapkan,” jelasnya.

Baca Juga :  Jangan Ada Korban Jiwa Lagi, Dinas Damkar Resmi Dibentuk di Banjarmasin

“Kami juga akan memasang aplikasi dan GPS di unit damkar. Jadi tidak ada lagi yang tak terpantau atau bergerak terlalu jauh dari posnya,” tambahnya.

Namun, Budi juga meminta masyarakat untuk memberikan jalan ketika mendengar sirine ambulans atau damkar.

“Tapi bukan berarti BPK atau ambulans boleh seenaknya di jalan. Tetap jaga keselamatan,” harapnya.

Sopir BPK MP Jadi Tersangka

Armada Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) Museum Perjuangan asal Jalan Sultan Adam Kecamatan Banjarmasin Utara jauh-jauh mengejar kebakaran di kabupaten tetangga.

Tepatnya di Desa Tambak Sirang Kecamatan Tatah Makmur Kabupaten Banjar, Ahad (15/5).

Pada siang yang nahas itu, dua sepeda motor yang masing-masing ditunggangi dua orang ditabrak armada damkar ini.

Insiden terjadi di Jalan Lingkar Dalam Kecamatan Banjarmasin Selatan.

Kecelakaan terekam dalam sebuah video yang beredar di media sosial.

Tampak mobil pikap berkelir merah dan putih melaju kencang. Hendak menyalip armada damkar lainnya. Seperti arena balapan.

Nekat mengambil lajur berlawanan arah, mobilnya kehilangan kendali. Hingga menabrak pengendara sepeda motor di depan yang sebenarnya sudah menepi.

Sesaat, terlihat ada yang terpelanting dan terseret sebelum akhirnya penabrak berhenti di pinggir jalan.

Para korban mengendarai Yamaha Aerox nopol DA 6495 AFZ dan Honda Vario nopol DA 6506 NT.

Baca Juga :  Kelakaan BPK: Satu Pelajar Masih Kritis, Kakek 62 Tahun Tersangka

Dari empat korban, salah seorang meninggal dunia kemarin (17/5) pagi di Rumah Sakit Ratu Zaleha, Martapura.

Nama almarhum Fauzi, 34 tahun, warga Desa Tatah Jeruju Kabupaten Banjar.

Pada waktu bersamaan, juga terjadi “adu balap” damkar di Jalan Pangeran Hidayatullah Kecamatan Banjarmasin Timur. Padahal, kondisi jalan sedang padat.

Kali ini tidak ada korban. Tapi juga terekam dalam sebuah video.

Dikonfirmasi, Kanit Gakkum Satlantas Polresta Banjarmasin Ipda Suparwoto menegaskan sopir BPK Museum Perjuangan atas nama Wisnu sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Fakta yang tidak mengejutkan, pemuda 20 tahun itu tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).

“Kami tetapkan sebagai tersangka tepat jam 5 sore tadi,” ujarnya mewakili Kasat Lantas Kompol M Noor Chaidir.

Terpisah, Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Sabana Atmojo Martosumito menambahkan, bakal ada pemeriksaan teknis untuk armada BPK di Banjarmasin. “Akan kami periksa kelayakan jalannya,” ujarnya.

Namun, ia meminta masyarakat tak lantas kehilangan rasa hormat kepada relawan BPK.

“Biar bagaimanapun, relawan BPK sudah banyak berjasa membantu warga yang terkena musibah,” tambahnya.

Seusai kecelakaan, korban dilarikan ke Rumah Sakit Ulin. Lalu dipulangkan ke Rumah Sakit Ratu Zaleha.

Fauzi meninggal dunia dalam perawatan tim medis. Sedangkan tiga korban lainnya mengalami luka lecet dan cedera keseleo. (lan/war/az/fud)

Slogan di mana ada api pasti dikejar, ternyata benar adanya. Sayangnya, harus kembali menelan korban.

***
BANJARMASIN – Ini menambah catatan buruk dalam kasus oknum armada BPK yang ugal-ugalan di jalan saat mengejar kebakaran.

Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina sangat menyayangkan kecelakaan ini.

Favehotel Banjarmasin

Dia menegaskan, ini menjadi pekerjaan rumah (PR) utama bagi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Banjarmasin yang baru dibentuk pemko.

“Insyaallah DPKP siap membina relawan BPK. Sehingga tidak lagi ada insiden kecelakaan. Apalagi sampai merenggut nyawa,” ujarnya kemarin (17/5) di Balai Kota.

“Niat baik untuk membantu korban kebakaran, harus disejajarkan dengan keselamatan pengguna jalan, juga keselamatan relawan sendiri. Saya mempercayakan sepenuhnya kepada DPKP,” tambahnya.

Terpisah, Kepala DPKP Banjarmasin, Budi Setiawan berjanji akan segera mengumpulkan relawan BPK di kota ini untuk dibina.

“Armadanya juga akan kami standarisasi,” ujarnya. Contoh, ke depan ada dua sopir untuk satu armada.

“Jadi dari setiap BPK ada dua sopir yang kami latih. Hanya mereka yang berhak mengendarai armada BPK. Di luar itu akan dihukum,” tegasnya.

Soal zonasi atau pembagian wilayah pemadaman, sebenarnya sudah diatur dalam Keputusan Menteri Dalam Negeri yang diterbitkan tahun 2020 lalu.

Pembagiannya mengacu pada jarak tempuh. “Dari titik api, pemadam yang boleh turun hanya yang berjarak tempuh 15 menit perjalanan. Selebihnya, diam di tempat. Ini ke depan akan kami terapkan,” jelasnya.

Baca Juga :  Kelakaan BPK: Satu Pelajar Masih Kritis, Kakek 62 Tahun Tersangka

“Kami juga akan memasang aplikasi dan GPS di unit damkar. Jadi tidak ada lagi yang tak terpantau atau bergerak terlalu jauh dari posnya,” tambahnya.

Namun, Budi juga meminta masyarakat untuk memberikan jalan ketika mendengar sirine ambulans atau damkar.

“Tapi bukan berarti BPK atau ambulans boleh seenaknya di jalan. Tetap jaga keselamatan,” harapnya.

Sopir BPK MP Jadi Tersangka

Armada Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) Museum Perjuangan asal Jalan Sultan Adam Kecamatan Banjarmasin Utara jauh-jauh mengejar kebakaran di kabupaten tetangga.

Tepatnya di Desa Tambak Sirang Kecamatan Tatah Makmur Kabupaten Banjar, Ahad (15/5).

Pada siang yang nahas itu, dua sepeda motor yang masing-masing ditunggangi dua orang ditabrak armada damkar ini.

Insiden terjadi di Jalan Lingkar Dalam Kecamatan Banjarmasin Selatan.

Kecelakaan terekam dalam sebuah video yang beredar di media sosial.

Tampak mobil pikap berkelir merah dan putih melaju kencang. Hendak menyalip armada damkar lainnya. Seperti arena balapan.

Nekat mengambil lajur berlawanan arah, mobilnya kehilangan kendali. Hingga menabrak pengendara sepeda motor di depan yang sebenarnya sudah menepi.

Sesaat, terlihat ada yang terpelanting dan terseret sebelum akhirnya penabrak berhenti di pinggir jalan.

Para korban mengendarai Yamaha Aerox nopol DA 6495 AFZ dan Honda Vario nopol DA 6506 NT.

Baca Juga :  Pernah Nyaris Pasrah Anggota Dikepung Kobaran Api

Dari empat korban, salah seorang meninggal dunia kemarin (17/5) pagi di Rumah Sakit Ratu Zaleha, Martapura.

Nama almarhum Fauzi, 34 tahun, warga Desa Tatah Jeruju Kabupaten Banjar.

Pada waktu bersamaan, juga terjadi “adu balap” damkar di Jalan Pangeran Hidayatullah Kecamatan Banjarmasin Timur. Padahal, kondisi jalan sedang padat.

Kali ini tidak ada korban. Tapi juga terekam dalam sebuah video.

Dikonfirmasi, Kanit Gakkum Satlantas Polresta Banjarmasin Ipda Suparwoto menegaskan sopir BPK Museum Perjuangan atas nama Wisnu sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Fakta yang tidak mengejutkan, pemuda 20 tahun itu tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).

“Kami tetapkan sebagai tersangka tepat jam 5 sore tadi,” ujarnya mewakili Kasat Lantas Kompol M Noor Chaidir.

Terpisah, Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Sabana Atmojo Martosumito menambahkan, bakal ada pemeriksaan teknis untuk armada BPK di Banjarmasin. “Akan kami periksa kelayakan jalannya,” ujarnya.

Namun, ia meminta masyarakat tak lantas kehilangan rasa hormat kepada relawan BPK.

“Biar bagaimanapun, relawan BPK sudah banyak berjasa membantu warga yang terkena musibah,” tambahnya.

Seusai kecelakaan, korban dilarikan ke Rumah Sakit Ulin. Lalu dipulangkan ke Rumah Sakit Ratu Zaleha.

Fauzi meninggal dunia dalam perawatan tim medis. Sedangkan tiga korban lainnya mengalami luka lecet dan cedera keseleo. (lan/war/az/fud)

Most Read

Artikel Terbaru

/