alexametrics
24.1 C
Banjarmasin
Friday, 1 July 2022

Ratusan Sekolah di HST Menuju Kurikulum Merdeka

BARABAI – Ada 214 sekolah jenjang dasar dan menengah di Hulu Sungai Tengah (HST) mendaftar untuk mengimplementasikan kurikulum merdeka pada tahun ajaran baru 2022/2023.

Rinciannya yaitu 201 sekolah dasar dan 13 sekolah menengah pertama. Kurikulum merdeka digagas pada 11 Februari 2022 oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi. Tujuannya sebagai opsi pemulihan pembelajaran di tengah pandemi.

“Sekolah siap secara kemauan, untuk selanjutnya, Insyaallah akan mendapatkan pendampingan,” kata Kabid GTK Dinas Pendidikan HST, Misran, Selasa (17/5) sore.

Favehotel Banjarmasin

Pendampingan yang dimaksud yakni pelatihan lebih dalam mengenai implementasi kurikulum merdeka. Misran menjelaskan, topik-topik pembahasan dalam pelatihan akan dikupas di aplikasi merdeka belajar.

Contoh topik pelatihan seperti topik merdeka belajar, kurikulum, profil pelajar pancasila, perencanaan pembelajaran di SMA atau SMK, SMP hingga SD sesuai jenjang sekolah. “Pendampingan pelatihan semuanya dilakukan secara online,” ungkapnya.

Baca Juga :  Guru Agama Diminta Mengembalikan Bantuan Subsidi Upah, Bagaimana di Kalsel?

Misran menjelaskan, semua jenjang sekolah memilih implementasi kurikulum merdeka yakni mandiri berubah. Sekolah diberikan keleluasaan saat menerapkan kurikulum merdeka dengan menggunakan perangkat ajar yang sudah disediakan pada satuan pendidikan PAUD, kelas 1, 4, 7 dan 10.

“Selain sekolah negeri. Ada 11 satuan pendidikan swasta yang kami data dan siap menerapkan kurikulum merdeka ini,” jelasnya.

Mengutip laman resmi Kemdikbud.go.id kebijakan kurikulum merdeka merupakan opsi tambahan dalam rangka pemulihan pembelajaran selama 2022-2024. Kebijakan kurikulum nasional akan dikaji ulang pada tahun 2024. Artinya tahun 2024 menjadi penentu kebijakan kurikulum nasional. Berdasarkan evaluasi terhadap kurikulum masa pemulihan pembelajaran. (mal)

BARABAI – Ada 214 sekolah jenjang dasar dan menengah di Hulu Sungai Tengah (HST) mendaftar untuk mengimplementasikan kurikulum merdeka pada tahun ajaran baru 2022/2023.

Rinciannya yaitu 201 sekolah dasar dan 13 sekolah menengah pertama. Kurikulum merdeka digagas pada 11 Februari 2022 oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi. Tujuannya sebagai opsi pemulihan pembelajaran di tengah pandemi.

“Sekolah siap secara kemauan, untuk selanjutnya, Insyaallah akan mendapatkan pendampingan,” kata Kabid GTK Dinas Pendidikan HST, Misran, Selasa (17/5) sore.

Favehotel Banjarmasin

Pendampingan yang dimaksud yakni pelatihan lebih dalam mengenai implementasi kurikulum merdeka. Misran menjelaskan, topik-topik pembahasan dalam pelatihan akan dikupas di aplikasi merdeka belajar.

Contoh topik pelatihan seperti topik merdeka belajar, kurikulum, profil pelajar pancasila, perencanaan pembelajaran di SMA atau SMK, SMP hingga SD sesuai jenjang sekolah. “Pendampingan pelatihan semuanya dilakukan secara online,” ungkapnya.

Baca Juga :  Pandemi, Kemampuan Siswa Menurun

Misran menjelaskan, semua jenjang sekolah memilih implementasi kurikulum merdeka yakni mandiri berubah. Sekolah diberikan keleluasaan saat menerapkan kurikulum merdeka dengan menggunakan perangkat ajar yang sudah disediakan pada satuan pendidikan PAUD, kelas 1, 4, 7 dan 10.

“Selain sekolah negeri. Ada 11 satuan pendidikan swasta yang kami data dan siap menerapkan kurikulum merdeka ini,” jelasnya.

Mengutip laman resmi Kemdikbud.go.id kebijakan kurikulum merdeka merupakan opsi tambahan dalam rangka pemulihan pembelajaran selama 2022-2024. Kebijakan kurikulum nasional akan dikaji ulang pada tahun 2024. Artinya tahun 2024 menjadi penentu kebijakan kurikulum nasional. Berdasarkan evaluasi terhadap kurikulum masa pemulihan pembelajaran. (mal)

Most Read

Artikel Terbaru

/