alexametrics
30.1 C
Banjarmasin
Tuesday, 28 June 2022

Bentuk Pansus, Jika Tidak Ada Kesepakatan

Buntut Dugaan Dampak Limbah Perlintasan Angkutan Batubara

RANTAU – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tapin berjanji akan mengawal pengaduan masyarakat terkait dugaan limbah batubara yang merembes ke perkebunan karet warga di Desa Salam Babaris dan Desa Pantai Cabai.

Bentuk keseriusan DPRD Tapin mengawal kasus ini dengan sudah dipanggilnya perwakilan masyarakat dan perusahaan untuk berdiskusi di Gedung DPRD Tapin.

Ketua DPRD Tapin, Yamani mengatakan, pihaknya memang sudah berkomitmen untuk memfasilitasi permasalahan tersebut hingga tuntas.

Favehotel Banjarmasin

“Seperti hari ini sudah ada pertemuan kedua belah pihak, walaupun mediasi ini deadlock karena tidak ada kesepakatan antara dua belah pihak,” ucapnya, saat diwawancarai awak media Kabupaten Tapin, Selasa (17/5).

Untuk itu, berdasarkan kebijakan bersama seluruh anggota DPRD Tapin yang hadir memberi waktu dua pekan, agar antara perusahaan dan masyarakat bisa bersepakat.

Baca Juga :  Terdakwa Penambang Ilegal Divonis Bebas

“Kalau memang tidak ada kesepakatan, jalan lainnya akan kita bentuk panitia khusus (Pansus) untuk mengawal kasus ini,” jelasnya.

Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tapin, Nordin mengungkapkan, pihaknya akan turun tangan untuk memeriksa sumber dan dampak limbah batubara tersebut.

“Memang limbah itu bersumber dari perlintasan angkutan batubara, apakah masuk ke sungai dan perkebunan karet milik warga, akan kita lihat lagi,” tuturnya.

Suryoto, perwakilan warga yang ikut mediasi mengatakan, dampak dari limbah tersebut ke perkebunan produktif, yakni kebun karet. Apalagi itu merupakan mata pencaharian warga.

“Jadi, permintaan kami sederhana. Tanah yang terdampak tersebut bisa diganti untung yang sesuai,” tuturnya.

Memang dalam pertemuan ini tidak ada kesepakatan dengan perusahaan, karena mereka menawari dengan tali asih. Sedangkan lahan tersebut merupakan lahan produktif.

Baca Juga :  Awal Januari, Dua Kasus Ilegal Sudah Ditemukan

“Jadi kami tidak menyetujui tawaran tersebut,” ucapnya. (dly)

RANTAU – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tapin berjanji akan mengawal pengaduan masyarakat terkait dugaan limbah batubara yang merembes ke perkebunan karet warga di Desa Salam Babaris dan Desa Pantai Cabai.

Bentuk keseriusan DPRD Tapin mengawal kasus ini dengan sudah dipanggilnya perwakilan masyarakat dan perusahaan untuk berdiskusi di Gedung DPRD Tapin.

Ketua DPRD Tapin, Yamani mengatakan, pihaknya memang sudah berkomitmen untuk memfasilitasi permasalahan tersebut hingga tuntas.

Favehotel Banjarmasin

“Seperti hari ini sudah ada pertemuan kedua belah pihak, walaupun mediasi ini deadlock karena tidak ada kesepakatan antara dua belah pihak,” ucapnya, saat diwawancarai awak media Kabupaten Tapin, Selasa (17/5).

Untuk itu, berdasarkan kebijakan bersama seluruh anggota DPRD Tapin yang hadir memberi waktu dua pekan, agar antara perusahaan dan masyarakat bisa bersepakat.

Baca Juga :  6 Perusahaan di Banua Terima Rapor Merah

“Kalau memang tidak ada kesepakatan, jalan lainnya akan kita bentuk panitia khusus (Pansus) untuk mengawal kasus ini,” jelasnya.

Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tapin, Nordin mengungkapkan, pihaknya akan turun tangan untuk memeriksa sumber dan dampak limbah batubara tersebut.

“Memang limbah itu bersumber dari perlintasan angkutan batubara, apakah masuk ke sungai dan perkebunan karet milik warga, akan kita lihat lagi,” tuturnya.

Suryoto, perwakilan warga yang ikut mediasi mengatakan, dampak dari limbah tersebut ke perkebunan produktif, yakni kebun karet. Apalagi itu merupakan mata pencaharian warga.

“Jadi, permintaan kami sederhana. Tanah yang terdampak tersebut bisa diganti untung yang sesuai,” tuturnya.

Memang dalam pertemuan ini tidak ada kesepakatan dengan perusahaan, karena mereka menawari dengan tali asih. Sedangkan lahan tersebut merupakan lahan produktif.

Baca Juga :  Ekspor Batubara Dilarang, Ekonomi Kalsel Terancam Lesu

“Jadi kami tidak menyetujui tawaran tersebut,” ucapnya. (dly)

Most Read

Artikel Terbaru

Dua Dibekuk, Satu DPO

Karyawati Gelapkan Uang Perusahaan

Jasad Itu Ternyata Masinis Kapal

Giliran Anak Wahid Jadi Saksi

/