alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Tuesday, 28 June 2022

Masih Hujan, Sudah Siaga Karhutla

BANJARBARU – Meski hujan turun setiap hari dalam sepekan ini, otoritas terkait tetap memantau titik panas (hotspot) di Kalsel. Hasilnya, sejumlah satelit merekam beberapa titik panas yang tersebar di Kalsel, kemarin.

Satelit SNPP misalnya, mendeteksi empat titik panas di Kalsel. Dua titik panas di Tabalong dan duanya lagi di Hulu Sungai Tengah. Kemudian satelit NOAA20 mendeteksi dua titik panas di Tabalong dan dua titik panas di Hulu Sungai Selatan. Kemudian hingga pukul 17.00 Wita, satelit NASA-SNPP mendeteksi satu titik panas di Hulu Sungai Tengah.

Menyikapi ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Banua kala ini, Dinas Kehutanan (Dishut) Kalsel berkolaborasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Manggala Agni KLHK. Lintas instansi ini bersiap menghadapi potensi Karhutla setelah musim hujan selesai dalam waktu dekat.

Baca Juga :  Paman Birin Ajak Kerja Sama Antisipasi Bencana
Favehotel Banjarmasin

Kepada Radar Banjarmasin, Kadishut Kalsel Fathimatuzzahra mengungkapkan, hasil koordinasi dengan BPBD dalam upaya pengendalian Karhutla ialah memberikan dukungan data terkait wilayah rawan, lokasi-lokasi sumber air yang dapat digunakan untuk heli bombing kemudian ikut serta dalam Satgas Karhutla Provinsi Kalsel.

“Informasi yang diberikan harus cepat, sehingga jika terjadi Karhutla bisa segera diantisipasi,” ujar Aya (sapaan akrabnya, red).

Dishut Kalsel juga melakukan kerja sama dengan Maggala Agni untuk melakukan simulasi pengendalian Karhutla, patroli rutin pencegahan, sosialisasi langsung ke masyarakat di wilayah rawan dan pemadaman bersama jika terjadi Karhutla.

Selain itu, Aya juga menjelaskan bahwa Dishut sudah secara intens melakukan pendekatan kepada masyarakat melalui sosialisasi dan kampanye pencegahan Karhutla. Mulai dari mendatangi pemilik lahan rawan Karhutla, pemasangan spanduk-spanduk himbawan larangan membakar hutan dan lahan, patroli mandiri rutin di tiap KPH, dan memberdayakan masyarakat melalui pembentukan dan pembinaan Masyarakat Peduli Api (MPA) dan Desa Peduli Karhutla.

Baca Juga :  Kalsel Bersiap Masuk Musim Kemarau

“Saat ini pengecekan kesiapan peralatan dan personil Dalkarhutla di Dinas sendiri, KPH, dan IUPHHK-HA, HTI dan IPPKH juga sudah dilakukan,” tegas Aya.

Lebih lanjut Aya menerangkan bahwa Dishut juga melakukan pemetaan daerah rawan Karhutla di seluruh wilayah Provinsi Kalimantan Selatan. Hal ini sebagai salah satu langkah dalam upaya pencegahan dan pengendalian Karhutla di Kalsel. (ris/mat/by/ran)

BANJARBARU – Meski hujan turun setiap hari dalam sepekan ini, otoritas terkait tetap memantau titik panas (hotspot) di Kalsel. Hasilnya, sejumlah satelit merekam beberapa titik panas yang tersebar di Kalsel, kemarin.

Satelit SNPP misalnya, mendeteksi empat titik panas di Kalsel. Dua titik panas di Tabalong dan duanya lagi di Hulu Sungai Tengah. Kemudian satelit NOAA20 mendeteksi dua titik panas di Tabalong dan dua titik panas di Hulu Sungai Selatan. Kemudian hingga pukul 17.00 Wita, satelit NASA-SNPP mendeteksi satu titik panas di Hulu Sungai Tengah.

Menyikapi ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Banua kala ini, Dinas Kehutanan (Dishut) Kalsel berkolaborasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Manggala Agni KLHK. Lintas instansi ini bersiap menghadapi potensi Karhutla setelah musim hujan selesai dalam waktu dekat.

Baca Juga :  3 Kelurahan Rawan, BPBD Petakan Potensi Karhutla di Banjarmasin
Favehotel Banjarmasin

Kepada Radar Banjarmasin, Kadishut Kalsel Fathimatuzzahra mengungkapkan, hasil koordinasi dengan BPBD dalam upaya pengendalian Karhutla ialah memberikan dukungan data terkait wilayah rawan, lokasi-lokasi sumber air yang dapat digunakan untuk heli bombing kemudian ikut serta dalam Satgas Karhutla Provinsi Kalsel.

“Informasi yang diberikan harus cepat, sehingga jika terjadi Karhutla bisa segera diantisipasi,” ujar Aya (sapaan akrabnya, red).

Dishut Kalsel juga melakukan kerja sama dengan Maggala Agni untuk melakukan simulasi pengendalian Karhutla, patroli rutin pencegahan, sosialisasi langsung ke masyarakat di wilayah rawan dan pemadaman bersama jika terjadi Karhutla.

Selain itu, Aya juga menjelaskan bahwa Dishut sudah secara intens melakukan pendekatan kepada masyarakat melalui sosialisasi dan kampanye pencegahan Karhutla. Mulai dari mendatangi pemilik lahan rawan Karhutla, pemasangan spanduk-spanduk himbawan larangan membakar hutan dan lahan, patroli mandiri rutin di tiap KPH, dan memberdayakan masyarakat melalui pembentukan dan pembinaan Masyarakat Peduli Api (MPA) dan Desa Peduli Karhutla.

Baca Juga :  Siaga Banjir, Malah Muncul Karhutla

“Saat ini pengecekan kesiapan peralatan dan personil Dalkarhutla di Dinas sendiri, KPH, dan IUPHHK-HA, HTI dan IPPKH juga sudah dilakukan,” tegas Aya.

Lebih lanjut Aya menerangkan bahwa Dishut juga melakukan pemetaan daerah rawan Karhutla di seluruh wilayah Provinsi Kalimantan Selatan. Hal ini sebagai salah satu langkah dalam upaya pencegahan dan pengendalian Karhutla di Kalsel. (ris/mat/by/ran)

Most Read

Artikel Terbaru

/