alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Tuesday, 28 June 2022

Direksi PDAM Bikin Ibnu Geregetan: Kalau Tidak Mampu, Mundur Saja

BANJARMASIN – Pernyataan PDAM Bandarmasih yang mengaku tidak memiliki duit untuk mengganti jaringan pipa tuanya membuat Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina kecewa.

Ibnu menegaskan, dari laporan keuangannya, perusahaan milik pemko itu terbilang sehat.

Perihal peremajaan jaringan pipa, menurutnya banyak yang mau mengutangi PDAM. Banyak pula yang tertarik berinvestasi.

Favehotel Banjarmasin

Namun, Ibnu heran mengapa peluang-peluang tersebut tidak disambar direksi PDAM.

Contoh, awal tahun tadi, ada pembicaraan dengan Bank Kalsel. Ada tawaran KPBU (Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha). Atau, tawaran dari SMI (Sarana Multi Infrastruktur) melalui Kementerian Keuangan.

“Banyak yang mau ikut membangun. Tinggal PDAM saja, mau dibantu atau tidak?” kata Ibnu di Gedung Chandra kemarin (16/5) petang.

“Saya gregetan juga mengapa katanya malah tidak bisa. Bisa kok membangun jaringan pipa baru,” tambahnya.

Alih-alih mencari peluang baru, PDAM acap mengeluhkan tentang ketiadaan penyertaan modal dari APBD.

Baca Juga :  PDAM HST Naikan Tarif Air

Ibnu lantas menjelaskan mengapa tak ada lagi penyertaan modal dari pemko. Pertama, seusai operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menimpa direktur utama PDAM pada 2017 silam, seolah tak ada yang berani mengeksekusi penyertaan modal tersebut.

“Perdanya sudah dibahas, tapi tak seorang pun yang berani mengeksekusinya. Sebaiknya, saya rasa perdanya dicabut saja,” sarannya.

Alasan kedua, setiap akhir tahun PDAM rutin mencatatkan laba. “Kenapa penyertaan modal tidak perlu? Karena PDAM ini memang sudah untung,” tegasnya.

“Tidak usah jauh-jauh. Ada Bank Kalsel yang siap meminjamkan dana dengan skema saling menguntungkan. Sehingga APBD bisa digunakan untuk membangun yang lain,” lanjutnya.

“Artinya kalau direksinya merasa tidak mampu, ya sudah mundur saja,” tegasnya.

Tanpa pesaing, air bersih adalah bisnis yang menguntungkan. Maka Ibnu sangsi PDAM bisa merugi.

“Kalau mau menaikkan tarif, asalkan layanannya lancar, masyarakat takkan masalah,” pungkasnya.

Baca Juga :  Tarif Air Naik, Warga Batola Minta Tingkatkan Pelayanan

Ini berawal dari keluhan pelanggan di Banjarmasin Barat. Sejumlah rukun tetangga di Teluk Tiram dan Pelambuan mengeluhkan keran yang tak lagi mengucurkan air.

Penjelasan PDAM, distribusi tersendat karena tekanan pengiriman air untuk daerah terujung tidak bisa dinaikkan. Jika dipaksakan, jaringan pipanya rawan pecah. Maklum usianya sudah uzur.

Supervisor Humas PDAM Bandarmasih, Nur Wakhid menyatakan timnya masih berjibaku menangani gangguan distribusi tersebut.

Yang dibenahi mencakup kawasan Tanjung Berkat, Antasan Raden, Banyiur, Trisakti, PM Noor, Pasir Mas, Masjid Jami, Teluk Tiram dan sekitar Kuin Cerucuk.

“Mudah-mudahan kembali mengalir normal. Mohon maaf atas ketidaknyamanan ini,” ujarnya kemarin.

Sebelumnya, Direktur Operasional PDAM Bandarmasih, Supian menyatakan ada bantuan mobil tangki dan tandon gratis dari PDAM sebagai solusi jangka pendek untuk mengatasi krisis air ini. (war/az/fud)

BANJARMASIN – Pernyataan PDAM Bandarmasih yang mengaku tidak memiliki duit untuk mengganti jaringan pipa tuanya membuat Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina kecewa.

Ibnu menegaskan, dari laporan keuangannya, perusahaan milik pemko itu terbilang sehat.

Perihal peremajaan jaringan pipa, menurutnya banyak yang mau mengutangi PDAM. Banyak pula yang tertarik berinvestasi.

Favehotel Banjarmasin

Namun, Ibnu heran mengapa peluang-peluang tersebut tidak disambar direksi PDAM.

Contoh, awal tahun tadi, ada pembicaraan dengan Bank Kalsel. Ada tawaran KPBU (Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha). Atau, tawaran dari SMI (Sarana Multi Infrastruktur) melalui Kementerian Keuangan.

“Banyak yang mau ikut membangun. Tinggal PDAM saja, mau dibantu atau tidak?” kata Ibnu di Gedung Chandra kemarin (16/5) petang.

“Saya gregetan juga mengapa katanya malah tidak bisa. Bisa kok membangun jaringan pipa baru,” tambahnya.

Alih-alih mencari peluang baru, PDAM acap mengeluhkan tentang ketiadaan penyertaan modal dari APBD.

Baca Juga :  Segera Laporkan Kebocoran Pipa PDAM

Ibnu lantas menjelaskan mengapa tak ada lagi penyertaan modal dari pemko. Pertama, seusai operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menimpa direktur utama PDAM pada 2017 silam, seolah tak ada yang berani mengeksekusi penyertaan modal tersebut.

“Perdanya sudah dibahas, tapi tak seorang pun yang berani mengeksekusinya. Sebaiknya, saya rasa perdanya dicabut saja,” sarannya.

Alasan kedua, setiap akhir tahun PDAM rutin mencatatkan laba. “Kenapa penyertaan modal tidak perlu? Karena PDAM ini memang sudah untung,” tegasnya.

“Tidak usah jauh-jauh. Ada Bank Kalsel yang siap meminjamkan dana dengan skema saling menguntungkan. Sehingga APBD bisa digunakan untuk membangun yang lain,” lanjutnya.

“Artinya kalau direksinya merasa tidak mampu, ya sudah mundur saja,” tegasnya.

Tanpa pesaing, air bersih adalah bisnis yang menguntungkan. Maka Ibnu sangsi PDAM bisa merugi.

“Kalau mau menaikkan tarif, asalkan layanannya lancar, masyarakat takkan masalah,” pungkasnya.

Baca Juga :  PDAM HST Naikan Tarif Air

Ini berawal dari keluhan pelanggan di Banjarmasin Barat. Sejumlah rukun tetangga di Teluk Tiram dan Pelambuan mengeluhkan keran yang tak lagi mengucurkan air.

Penjelasan PDAM, distribusi tersendat karena tekanan pengiriman air untuk daerah terujung tidak bisa dinaikkan. Jika dipaksakan, jaringan pipanya rawan pecah. Maklum usianya sudah uzur.

Supervisor Humas PDAM Bandarmasih, Nur Wakhid menyatakan timnya masih berjibaku menangani gangguan distribusi tersebut.

Yang dibenahi mencakup kawasan Tanjung Berkat, Antasan Raden, Banyiur, Trisakti, PM Noor, Pasir Mas, Masjid Jami, Teluk Tiram dan sekitar Kuin Cerucuk.

“Mudah-mudahan kembali mengalir normal. Mohon maaf atas ketidaknyamanan ini,” ujarnya kemarin.

Sebelumnya, Direktur Operasional PDAM Bandarmasih, Supian menyatakan ada bantuan mobil tangki dan tandon gratis dari PDAM sebagai solusi jangka pendek untuk mengatasi krisis air ini. (war/az/fud)

Most Read

Artikel Terbaru

/