alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Tuesday, 28 June 2022

Kartu Kuning Semakin Kurang Penting

BANJARMASIN – Sejak pandemi melanda, angka pencari kerja di Kota Banjarmasin menurun drastis dari tahun ke tahun.

Seperti yang diungkap oleh Kepala Dinas Koperasi UKM dan Naker Banjarmasin, Isa Ansyari.

Mengacu data, pada tahun 2020 tercatat 2.271 pencari kerja. Tahun 2021 kembali berkurang menjadi 1.856 pencari kerja. Tahun ini, dari Januari sampai April, baru ada 605 pencari kerja.

Favehotel Banjarmasin

“Melihat data itu, penurunannya signifikan,” ujarnya, akhir pekan lalu.

Namun, Isa tak khawatir. Ditekankannya, seiring melandainya wabah covid, perekonomian nasional dan daerah juga berangsur pulih.

Penurunan ini menurutnya akibat faktor lain. Contoh, perubahan aturan pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Di mana pendaftar tidak lagi diwajibkan menyertakan kartu kuning (kartu pencari kerja) dalam berkas lamarannya.

Baca Juga :  Honorer Dihapus, Pemkab HSU Cari Solusi

Untuk perusahaan swasta, juga tak semuanya mewajibkan kartu kuning. “Ini salah satu penyebab data pencaker di dinas kami cenderung berkurang,” bebernya.

Diingatkannya, data pencari kerja sangat berbeda dengan data pengangguran. Pencari kerja bukan berarti tak bekerja. Bisa jadi sudah bekerja, tapi ingin melamar ke tempat lain. Misalkan untuk mencari penghasilan yang lebih baik.

Namun, angka pengangguran di Banjarmasin tak bisa diremehkan. Tahun 2020, dinasnya mencatat sekitar 27 ribu penganggur di Banjarmasin. Tahun 2021 naik menjadi 28 ribu penganggur.

“Untuk menekan angka pengangguran, ada beberapa program pelatihan kerja di sini. Seperti menjahit, bengkel, menenun Sasirangan dan lainnya,” tukasnya. (gmp/az/fud)

BANJARMASIN – Sejak pandemi melanda, angka pencari kerja di Kota Banjarmasin menurun drastis dari tahun ke tahun.

Seperti yang diungkap oleh Kepala Dinas Koperasi UKM dan Naker Banjarmasin, Isa Ansyari.

Mengacu data, pada tahun 2020 tercatat 2.271 pencari kerja. Tahun 2021 kembali berkurang menjadi 1.856 pencari kerja. Tahun ini, dari Januari sampai April, baru ada 605 pencari kerja.

Favehotel Banjarmasin

“Melihat data itu, penurunannya signifikan,” ujarnya, akhir pekan lalu.

Namun, Isa tak khawatir. Ditekankannya, seiring melandainya wabah covid, perekonomian nasional dan daerah juga berangsur pulih.

Penurunan ini menurutnya akibat faktor lain. Contoh, perubahan aturan pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Di mana pendaftar tidak lagi diwajibkan menyertakan kartu kuning (kartu pencari kerja) dalam berkas lamarannya.

Baca Juga :  Mulai Tahun Ini, 1682 Tenaga Kontrak Dapat Jaminan BPJS Ketenagakerjaan

Untuk perusahaan swasta, juga tak semuanya mewajibkan kartu kuning. “Ini salah satu penyebab data pencaker di dinas kami cenderung berkurang,” bebernya.

Diingatkannya, data pencari kerja sangat berbeda dengan data pengangguran. Pencari kerja bukan berarti tak bekerja. Bisa jadi sudah bekerja, tapi ingin melamar ke tempat lain. Misalkan untuk mencari penghasilan yang lebih baik.

Namun, angka pengangguran di Banjarmasin tak bisa diremehkan. Tahun 2020, dinasnya mencatat sekitar 27 ribu penganggur di Banjarmasin. Tahun 2021 naik menjadi 28 ribu penganggur.

“Untuk menekan angka pengangguran, ada beberapa program pelatihan kerja di sini. Seperti menjahit, bengkel, menenun Sasirangan dan lainnya,” tukasnya. (gmp/az/fud)

Most Read

Artikel Terbaru

/