alexametrics
23.1 C
Banjarmasin
Monday, 27 June 2022

Tidak Ada Lansia, 73 Calon Jemaah Haji Batola Siap Berangkat

MARABAHAN – Kantor Kementrian Agama Kabupaten Batola pastikan tidak ada lansia yang berangkat haji pada tahun 2022. Kebijakan ini sesuai permintaan Arab Saudi. Estimasi kuota haji tahun 2022 untuk Kabupaten Batola berjumlah 78 orang. “Tahun ini lansia ditiadakan,” ujar Anwar Hadimi, Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Batola kepada Radar Banjarmasin, Jumat (13/05).

Anwar mengatakan, jumlah 78 orang yang diberangkatkan, dipastikan berkurang. Empat orang mengundurkan diri dan satu orang lainnya kemungkinan besar juga gagal dikarenakan belum vaksin sampai sekarang. “Yang mengundurkan diri dikarenakan kesehatan,” ungkapnya.

Dia menambahkan, untuk calon jemaah haji (CJH) direncanakan masuk asrama haji pada 3 Juni. Sedangkan untuk manasik haji ada mengalami pengurangan. Manasik haji di tingkat kecamatan yang sebelumnya dilakukan 8 kali, hanya dilakukan 4 kali. Sedangkan untuk kabupaten, tatap dilaksanakan 2 kali manasik haji.

Baca Juga :  Jemaah Haji yang Tertunda akan Diberangkat Lewat Pondok Gede
Favehotel Banjarmasin

Berkaitan dengan lansia, Anwar mengatakan, akan diberangkatkan tahun depan, dengan catatan keadaan sudah normal. Tentunya prioritas utama untuk lansia yang terlama mendaftar. Minimal sudah mendaftar 3 tahun. “Untuk lansia itu kriteria umur 65 tahun ke atas,” ujarnya. Padahal, Ia mengungkapkan di Batola untuk lansia jumlahnya lumayan banyak.

“Bahkan infonya ada lansia yang sudah berumur 80 tahun dan masih masuk daftar tunggu,” tambahnya.
Anwar Hadimi menambahkan untuk daftar tunggu di Kalsel saat ini 36 tahun. Dengan minimal pendaftar umur 12 tahun. “Daftar tunggu ini sesuai waktu kita mendaftar. Yang menentukan keberangkatan itu Pusat. Bukan dari kami,” ujarnya.

Terakhir Anwar mengingat, bagi yang belum berangkat haji agar jangan berkecil hati. Hal ini mengingat ibadah haji merupakan undangan langsung dari Allah. Bagaimanapun situasinya jangan berkecil hati, bila undangan itu sampai dari Allah, apapun itu, pasti berangkat. “Jangan berkecil hati bagi yang belum berangkat. Dan bagi yang mendaftar dan sudah terlebih dahulu dipanggil Allah, insyaallah juga terhitung juga hajinya,” ujarnya.

Baca Juga :  Permudah Pelayanan Haji, Batola Luncurkan SILIMAU

Berkaitan dengan larangan lansia ini membuat beberapa warga sedih. Terutama yang masih berjuang mengumpulkan uang untuk mendaftar. “Semoga aturan ini cepat dihilangkan dan normal seperti biasa,” ujar Abdus Syaid.

Warga Marabahan yang sudah berumur setengah abad ini mengaku sangat berharap bisa berangkat haji. Dan terus berusaha untuk menabung. “Dengan aturan ini, saya yang sudah lumayan tua, bisa tidak bisa berangkat. Apalagi ada daftar tunggu yang lumayan lama. Otomatis sudah ada banyak antrean pendaftar yang sudah ada,” ujarnya.(bar)

MARABAHAN – Kantor Kementrian Agama Kabupaten Batola pastikan tidak ada lansia yang berangkat haji pada tahun 2022. Kebijakan ini sesuai permintaan Arab Saudi. Estimasi kuota haji tahun 2022 untuk Kabupaten Batola berjumlah 78 orang. “Tahun ini lansia ditiadakan,” ujar Anwar Hadimi, Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Batola kepada Radar Banjarmasin, Jumat (13/05).

Anwar mengatakan, jumlah 78 orang yang diberangkatkan, dipastikan berkurang. Empat orang mengundurkan diri dan satu orang lainnya kemungkinan besar juga gagal dikarenakan belum vaksin sampai sekarang. “Yang mengundurkan diri dikarenakan kesehatan,” ungkapnya.

Dia menambahkan, untuk calon jemaah haji (CJH) direncanakan masuk asrama haji pada 3 Juni. Sedangkan untuk manasik haji ada mengalami pengurangan. Manasik haji di tingkat kecamatan yang sebelumnya dilakukan 8 kali, hanya dilakukan 4 kali. Sedangkan untuk kabupaten, tatap dilaksanakan 2 kali manasik haji.

Baca Juga :  Jemaah Haji yang Tertunda akan Diberangkat Lewat Pondok Gede
Favehotel Banjarmasin

Berkaitan dengan lansia, Anwar mengatakan, akan diberangkatkan tahun depan, dengan catatan keadaan sudah normal. Tentunya prioritas utama untuk lansia yang terlama mendaftar. Minimal sudah mendaftar 3 tahun. “Untuk lansia itu kriteria umur 65 tahun ke atas,” ujarnya. Padahal, Ia mengungkapkan di Batola untuk lansia jumlahnya lumayan banyak.

“Bahkan infonya ada lansia yang sudah berumur 80 tahun dan masih masuk daftar tunggu,” tambahnya.
Anwar Hadimi menambahkan untuk daftar tunggu di Kalsel saat ini 36 tahun. Dengan minimal pendaftar umur 12 tahun. “Daftar tunggu ini sesuai waktu kita mendaftar. Yang menentukan keberangkatan itu Pusat. Bukan dari kami,” ujarnya.

Terakhir Anwar mengingat, bagi yang belum berangkat haji agar jangan berkecil hati. Hal ini mengingat ibadah haji merupakan undangan langsung dari Allah. Bagaimanapun situasinya jangan berkecil hati, bila undangan itu sampai dari Allah, apapun itu, pasti berangkat. “Jangan berkecil hati bagi yang belum berangkat. Dan bagi yang mendaftar dan sudah terlebih dahulu dipanggil Allah, insyaallah juga terhitung juga hajinya,” ujarnya.

Baca Juga :  Antrean Haji Kalsel sampai 36 Tahun

Berkaitan dengan larangan lansia ini membuat beberapa warga sedih. Terutama yang masih berjuang mengumpulkan uang untuk mendaftar. “Semoga aturan ini cepat dihilangkan dan normal seperti biasa,” ujar Abdus Syaid.

Warga Marabahan yang sudah berumur setengah abad ini mengaku sangat berharap bisa berangkat haji. Dan terus berusaha untuk menabung. “Dengan aturan ini, saya yang sudah lumayan tua, bisa tidak bisa berangkat. Apalagi ada daftar tunggu yang lumayan lama. Otomatis sudah ada banyak antrean pendaftar yang sudah ada,” ujarnya.(bar)

Most Read

Artikel Terbaru

/