alexametrics
24.1 C
Banjarmasin
Saturday, 28 May 2022

Liga AAFI U-16 Bergulir, Kapuas Senang Diundang Banjarmasin

BANJARMASIN – Liga Asosiasi Akademi Futsal Indonesia (AAFI) U-16 regional Banjarmasin 2022 segera bergulir akhir pekan ini (15/5) di Lapangan Borneo Indoor Futsal, Banjarmasin Utara.

Sebanyak 17 tim terbagi menjadi dua wilayah grup. Menerapkan format kandang tandang di fase grup, empat tim terbaik akan lolos ke babak delapan besar dengan format sistem gugur.

Dominasi tim-tim Banjarmasin akan mendapat tantangan dari Banjarbaru, Martapura hingga Kapuas.

Fernando BSM dan Alfazza menjadi penantang dari Kota Idaman. Sedangkan Alfallah Akademi dan RBU FC menjadi kuda hitam dari Kota Intan. Lalu satu-satunya perwakilan dari Kalteng adalah NBL 88.

Sedangkan juara bertahan SK-SKF Aldifa berada di grup A bersama FBJ Alfazza, SF Borneo Putra, Khenzoe Academy Banjarmasin, One Futbol Sala, AN & RA FC, RBU FC, Alfalah Akademi dan Gantenk Bersinar FC.

Baca Juga :  Banjarbaru Andalkan Pemain Futsal Putri Lokal

Sedangkan grup B dihuni oleh Gasis FC, Merro FC, 139 FC, Belsin FC, NB FC, NBL 88, Batang Alay Jr dan Fusban Stell.

Ketua Pelaksana Liga AAFI regional Banjarmasin, Wahyu Ramadhan mengatakan, di tengah berlangsungnya Liga AAFI U-16, Liga AAFI U-13 juga masih bersaing dengan ketat. “Yang belum terlaksana ada U-8 dan U10 dan putri, insyaallah terlaksana semua tahun ini,” ujarnya.

Mewakili tim pelatih NBL 88, Dede Kusmiadi mengaku senang diundang ke Banjarmasin. “Di tempat kami memang tidak menjalankan Liga AAFI. Setelah diundang, tentu kami menyambut dengan baik,” tambahnya.

“Perkembangan futsal di Banjarmasin dan Kalsel pada umumnya sangat baik. Turnamen rutin digelar. Dan ajang ini juga menjadi tolok ukur kemampuan kami bermain di kandang orang,” pungkasnya. (bir/fud)

Baca Juga :  Terjebak Banyak Kesibukan

BANJARMASIN – Liga Asosiasi Akademi Futsal Indonesia (AAFI) U-16 regional Banjarmasin 2022 segera bergulir akhir pekan ini (15/5) di Lapangan Borneo Indoor Futsal, Banjarmasin Utara.

Sebanyak 17 tim terbagi menjadi dua wilayah grup. Menerapkan format kandang tandang di fase grup, empat tim terbaik akan lolos ke babak delapan besar dengan format sistem gugur.

Dominasi tim-tim Banjarmasin akan mendapat tantangan dari Banjarbaru, Martapura hingga Kapuas.

Fernando BSM dan Alfazza menjadi penantang dari Kota Idaman. Sedangkan Alfallah Akademi dan RBU FC menjadi kuda hitam dari Kota Intan. Lalu satu-satunya perwakilan dari Kalteng adalah NBL 88.

Sedangkan juara bertahan SK-SKF Aldifa berada di grup A bersama FBJ Alfazza, SF Borneo Putra, Khenzoe Academy Banjarmasin, One Futbol Sala, AN & RA FC, RBU FC, Alfalah Akademi dan Gantenk Bersinar FC.

Baca Juga :  Prihatin Dengan Prestasi Banua, Komunitas Futsal Dibentuk

Sedangkan grup B dihuni oleh Gasis FC, Merro FC, 139 FC, Belsin FC, NB FC, NBL 88, Batang Alay Jr dan Fusban Stell.

Ketua Pelaksana Liga AAFI regional Banjarmasin, Wahyu Ramadhan mengatakan, di tengah berlangsungnya Liga AAFI U-16, Liga AAFI U-13 juga masih bersaing dengan ketat. “Yang belum terlaksana ada U-8 dan U10 dan putri, insyaallah terlaksana semua tahun ini,” ujarnya.

Mewakili tim pelatih NBL 88, Dede Kusmiadi mengaku senang diundang ke Banjarmasin. “Di tempat kami memang tidak menjalankan Liga AAFI. Setelah diundang, tentu kami menyambut dengan baik,” tambahnya.

“Perkembangan futsal di Banjarmasin dan Kalsel pada umumnya sangat baik. Turnamen rutin digelar. Dan ajang ini juga menjadi tolok ukur kemampuan kami bermain di kandang orang,” pungkasnya. (bir/fud)

Baca Juga :  Banjarbaru Andalkan Pemain Futsal Putri Lokal

Most Read

Artikel Terbaru

/