alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Tuesday, 28 June 2022

Terjun Mandi ke Bendungan Berujung Petaka

BATULICIN – Dua pekerja buruh harian perawatan irigasi di Mekarsari, Tanah Bumbu ditemukan mengapung tidak bernyawa, Sabtu (14/5) tadi. Mereka sehari sebelumnya terjun ke bendungan yang berair deras itu.

Imul ditemukan pagi hari sekitar pukul 7.30 oleh Tim SAR. Sementara Achmad Ehazali Syam ditemukan sore harinya jelang Magrib.

“Korban pertama ditemukan sekitar 500 meter dari titik lokasi terjun. Korban ke dua ditemukan sekitar dua meter dari lokasi penemuan korban pertama,” jelas Humas Basarnas Tanah Bumbu Riza Maulana kepada Radar Banjarmasin.

Diketahui, Imul merupakan warga Kabupaten Banjar. Sementara korban ke dua berasal dari Landasan Ulin, Banjarbaru.

Rekan ke dua korban, Parno asal Pelaihari mengatakan, Jumat (13/5) siang, mereka ingin salat jemaah di Masjid. Lebih dahulu mandi ke sungai.

Alih-alih memilih mandi di air sungai yang dangkal, Parno memilih terjun ke bendungan yang saat itu sedang berarus deras karena debit sungai meningkat akibat curah hujan. Dua rekannya lantas meniru perbuatannya.

Tapi arus ternyata begitu deras. Parno susah-payah berenang ke tepi. Malang, dua rekannya tidak secakap dirinya. Parno sempat melihat rekan-rekannya itu kesulitan menahan pusaran air yang menenggelamkan kepala mereka.

Dia pun lalu bergegas mencari pertolongan warga. Tidak lama, warga ramai datang ke lokasi bendungan di kilometer 17 Desa Mekarsari Kecamatan Simpang Empat. Tapi dua pria malang itu sudah tidak kelihatan.

Tim SAR tidak lama juga datang. Tapi derasnya arus menyulitkan pencarian mereka. Hingga malam mereka tidak menemukan korban. Baru ke esokan harinya, ke dua korban terlihat mengambang dalam keadaan tidak bernyawa lagi. Tim lantas memberangkatkan jenazah ke rumah duka menggunakan ambulans. (zal)
Baca Juga :  Pamit Mandi, Seorang Ibu Diduga Tenggelam di Sungai Batu Panggung
BATULICIN – Dua pekerja buruh harian perawatan irigasi di Mekarsari, Tanah Bumbu ditemukan mengapung tidak bernyawa, Sabtu (14/5) tadi. Mereka sehari sebelumnya terjun ke bendungan yang berair deras itu.

Imul ditemukan pagi hari sekitar pukul 7.30 oleh Tim SAR. Sementara Achmad Ehazali Syam ditemukan sore harinya jelang Magrib.

“Korban pertama ditemukan sekitar 500 meter dari titik lokasi terjun. Korban ke dua ditemukan sekitar dua meter dari lokasi penemuan korban pertama,” jelas Humas Basarnas Tanah Bumbu Riza Maulana kepada Radar Banjarmasin.

Diketahui, Imul merupakan warga Kabupaten Banjar. Sementara korban ke dua berasal dari Landasan Ulin, Banjarbaru.

Rekan ke dua korban, Parno asal Pelaihari mengatakan, Jumat (13/5) siang, mereka ingin salat jemaah di Masjid. Lebih dahulu mandi ke sungai.

Alih-alih memilih mandi di air sungai yang dangkal, Parno memilih terjun ke bendungan yang saat itu sedang berarus deras karena debit sungai meningkat akibat curah hujan. Dua rekannya lantas meniru perbuatannya.

Tapi arus ternyata begitu deras. Parno susah-payah berenang ke tepi. Malang, dua rekannya tidak secakap dirinya. Parno sempat melihat rekan-rekannya itu kesulitan menahan pusaran air yang menenggelamkan kepala mereka.

Dia pun lalu bergegas mencari pertolongan warga. Tidak lama, warga ramai datang ke lokasi bendungan di kilometer 17 Desa Mekarsari Kecamatan Simpang Empat. Tapi dua pria malang itu sudah tidak kelihatan.

Tim SAR tidak lama juga datang. Tapi derasnya arus menyulitkan pencarian mereka. Hingga malam mereka tidak menemukan korban. Baru ke esokan harinya, ke dua korban terlihat mengambang dalam keadaan tidak bernyawa lagi. Tim lantas memberangkatkan jenazah ke rumah duka menggunakan ambulans. (zal)
Baca Juga :  Diduga Soal Percintaan, Pemuda Alalak Nyebur ke Sungai

Most Read

Artikel Terbaru

/