alexametrics
31.1 C
Banjarmasin
Monday, 23 May 2022

Jalan R Suprapto Dipenuhi Jemaah Haul

Berharap Gelar Pahlawan Nasional Untuk Datu Kelampayan

BANJARMASIN – Sejak pagi jemaah Haul ke-216 Maulana Syekh Muhammad Asyad Al Banjari atau Datu Kalampayan di Mahligai Pancasila Banjarmasin kemarin, terus berdatangan. Meski demikian, kemacetan yang ditakutkan dampak dari penutupan ruas jalan tak terjadi.

Arus lalu lintas hanya terjadi pelambatan. Seperti di Jalan AS Musyaffa hingga Jalan Sudirman Banjarmasin. Begitu juga di Jalan Sutoyo S hingga Jalan Kamboja Banjarmasin. Pengendara sepertinya sudah mengetahui dan memilih ruas jalan lain agar tak terjebak kemacetan.

Begitu pula saat acara haul selesai. Penutupan Jalan R Suprapto yang dijadwalkan hingga pukul 3 sore tak terjadi. Jalan dibuka lebih cepat dari jadwal. Dan arus lalu lintas pun kembali normal seperti biasa. Kemacetan awal hanya terjadi saat jemaah pulang secara berbarengan.

Kepala Dinas Perhubungan Kalsel, Rusdiansyah bersyukur kemacetan tak sampai terjadi yang sangat parah. Padahal sebutnya, jemaah yang hadir mencapai ribuan orang. “Saya mengucapkan terimakasih atas pengertian para pengendara hari ini,” ujarnya kemarin.

Dia sendiri sudah memprediksi sejak awal tak akan terjadi kemacetan parah. Pasalnya, banyak alternatif jalan lain yang bisa dilintasi pengendara. “Kalau terjadi pelambatan itu hal biasa. Saya juga mengucapkan terimakasih kepada semua petugas, khususnya Polisi Lalu Lintas yang begitu maksimal mengatur lalu lintas,” tuturnya.

Baca Juga :  Ekspedisi Ramadan Dimulai

Jalan R Suprapto sendiri dipenuhi jemaah. Mereka tak dapat tempat lagi di area halaman Mahligai Pancasila Banjarmasin. Di area luar ini sendiri, banyak disediakan makanan kepada para jemaah. Khususnya nasi bungkus, yang seakan tak kehabisan.

Tak hanya di area haul, nasi bungkus gratis juga dibagikan di pinggir jalan lain kepada pengendara yang melintas. Tak jauh dari Mahligai Pancasila. Jumlahnya sekitar puluhan ribu bungkus.

Terik matahari di atas kepala yang menyengat kulit, tak menyurutkan semangat para jemaah mengikuti haul kemarin. Bahkan mereka rela duduk beralaskan aspal mengikuti tahapan haul. “Saya tak sempat ikut haul Sabtu tadi di Martapura. Begitu mendengar hari ini (kemarin), saya putuskan datang ke sini,” tutur Ilham, warga Pelaihari kemarin.

Dia tak menduga ternyata jemaah yang datang sangat banyak. Dia pun hanya dapat tempat di area luar. “Tak apa di luar, yang penting kekhusyukannya,” sebutnya.

Menurutnya, pelaksanaan haul seperti ini harus menjadi agenda rutin. Karena untuk memfasilitasi warga atau jemaah yang tak sempat mengikuti haul di Martapura. “Saya yakin selain yang sudah ikut sebelumnya, mereka juga akan ikut lagi karena kecintaanya terhadap almarhum,” katanya.

Baca Juga :  Pencuri Kotak Amal Ditangkap Setelah Mencuri Peralatan Walet

Hal senada dituturkan Halimah, warga Banjarmasin itu sangat senang dengan diadakannya haul di Banjarmasin. Menurutnya, dengan digelarnya haul di Banjarmasin, dirinya bisa ikut serta tanpa harus ke Martapura. “Alhamdulillah digelar di Banjarmasin, mudah-mudahan tahun depan ada kembali,” ucapnya.

Pelaksanaan haul kali ini, dihadiri para alim ulama dan habaib yang ada di banua. Diantaranya KH Muhammad Wildan Salman, KH Muhammad Hatim Salman, hingga Habib Ali bin Abdullah Al Aydrus. Pembacaan manakib sendiri disampaikan langsung KH Muhammad Wildan Salman. Dan lantunan syair-syair salawat kepada Nabi Muhammad SAW, dipimpin oleh Guru H Sa’aduddin Salman.

Sementara Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, mengatakan, kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut, termasuk haul untuk ulama lain seperti Muhammad Zaini bin Abdul Ghani Al-Banjari atau Guru Sekumpul dan lainnya. Dia juga berharap, usulan gelar Pahlawan Nasional kepada Datu Kalampayan dikabulkan Pemerintah Pusat. “Semoga bisa segera di setujui jadi Pahlawan Nasional, meski beliau tidak mengharapkan gelar, tapi ini sebagai rasa hormat dan terimakasih kepada beliau,” katanya. (mof/by/ran)

BANJARMASIN – Sejak pagi jemaah Haul ke-216 Maulana Syekh Muhammad Asyad Al Banjari atau Datu Kalampayan di Mahligai Pancasila Banjarmasin kemarin, terus berdatangan. Meski demikian, kemacetan yang ditakutkan dampak dari penutupan ruas jalan tak terjadi.

Arus lalu lintas hanya terjadi pelambatan. Seperti di Jalan AS Musyaffa hingga Jalan Sudirman Banjarmasin. Begitu juga di Jalan Sutoyo S hingga Jalan Kamboja Banjarmasin. Pengendara sepertinya sudah mengetahui dan memilih ruas jalan lain agar tak terjebak kemacetan.

Begitu pula saat acara haul selesai. Penutupan Jalan R Suprapto yang dijadwalkan hingga pukul 3 sore tak terjadi. Jalan dibuka lebih cepat dari jadwal. Dan arus lalu lintas pun kembali normal seperti biasa. Kemacetan awal hanya terjadi saat jemaah pulang secara berbarengan.

Kepala Dinas Perhubungan Kalsel, Rusdiansyah bersyukur kemacetan tak sampai terjadi yang sangat parah. Padahal sebutnya, jemaah yang hadir mencapai ribuan orang. “Saya mengucapkan terimakasih atas pengertian para pengendara hari ini,” ujarnya kemarin.

Dia sendiri sudah memprediksi sejak awal tak akan terjadi kemacetan parah. Pasalnya, banyak alternatif jalan lain yang bisa dilintasi pengendara. “Kalau terjadi pelambatan itu hal biasa. Saya juga mengucapkan terimakasih kepada semua petugas, khususnya Polisi Lalu Lintas yang begitu maksimal mengatur lalu lintas,” tuturnya.

Baca Juga :  Pencuri Kotak Amal Ditangkap Setelah Mencuri Peralatan Walet

Jalan R Suprapto sendiri dipenuhi jemaah. Mereka tak dapat tempat lagi di area halaman Mahligai Pancasila Banjarmasin. Di area luar ini sendiri, banyak disediakan makanan kepada para jemaah. Khususnya nasi bungkus, yang seakan tak kehabisan.

Tak hanya di area haul, nasi bungkus gratis juga dibagikan di pinggir jalan lain kepada pengendara yang melintas. Tak jauh dari Mahligai Pancasila. Jumlahnya sekitar puluhan ribu bungkus.

Terik matahari di atas kepala yang menyengat kulit, tak menyurutkan semangat para jemaah mengikuti haul kemarin. Bahkan mereka rela duduk beralaskan aspal mengikuti tahapan haul. “Saya tak sempat ikut haul Sabtu tadi di Martapura. Begitu mendengar hari ini (kemarin), saya putuskan datang ke sini,” tutur Ilham, warga Pelaihari kemarin.

Dia tak menduga ternyata jemaah yang datang sangat banyak. Dia pun hanya dapat tempat di area luar. “Tak apa di luar, yang penting kekhusyukannya,” sebutnya.

Menurutnya, pelaksanaan haul seperti ini harus menjadi agenda rutin. Karena untuk memfasilitasi warga atau jemaah yang tak sempat mengikuti haul di Martapura. “Saya yakin selain yang sudah ikut sebelumnya, mereka juga akan ikut lagi karena kecintaanya terhadap almarhum,” katanya.

Baca Juga :  Sejarah H Salman Al Farisi

Hal senada dituturkan Halimah, warga Banjarmasin itu sangat senang dengan diadakannya haul di Banjarmasin. Menurutnya, dengan digelarnya haul di Banjarmasin, dirinya bisa ikut serta tanpa harus ke Martapura. “Alhamdulillah digelar di Banjarmasin, mudah-mudahan tahun depan ada kembali,” ucapnya.

Pelaksanaan haul kali ini, dihadiri para alim ulama dan habaib yang ada di banua. Diantaranya KH Muhammad Wildan Salman, KH Muhammad Hatim Salman, hingga Habib Ali bin Abdullah Al Aydrus. Pembacaan manakib sendiri disampaikan langsung KH Muhammad Wildan Salman. Dan lantunan syair-syair salawat kepada Nabi Muhammad SAW, dipimpin oleh Guru H Sa’aduddin Salman.

Sementara Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, mengatakan, kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut, termasuk haul untuk ulama lain seperti Muhammad Zaini bin Abdul Ghani Al-Banjari atau Guru Sekumpul dan lainnya. Dia juga berharap, usulan gelar Pahlawan Nasional kepada Datu Kalampayan dikabulkan Pemerintah Pusat. “Semoga bisa segera di setujui jadi Pahlawan Nasional, meski beliau tidak mengharapkan gelar, tapi ini sebagai rasa hormat dan terimakasih kepada beliau,” katanya. (mof/by/ran)

Most Read

Artikel Terbaru

/