alexametrics
27.1 C
Banjarmasin
Thursday, 26 May 2022

Tahulah Pian?

Tari Kanjar Khas Meratus

Di Kalimantan Selatan ada berbagai jenis tarian tradisional. Salah satu yang jarang diketahui adalah Tari Kanjar.

Tari Kanjar atau Kakanjaran adalah kesenian rakyat asli Hulu Sungai Selatan (HSS). Tarian yang berkembang di pedalaman pegunungan Meratus, Loksado.

Tarian ini merupakan salah satu bagian dari prosesi adat bagi suku dayak setempat, yang mana mereka adalah penganut kepercayaan Kaharingan.

Tarian ini masih dapat dijumpai di sejumlah balai di Kecamatan Loksado. Sebut saja seperti Balai Papangkaan Desa Muara Ulang, Balai Kukundu di Desa Urui, Balai Padang dan Bidukun di Desa Malinau, dan Balai Malaris di Desa Loklahung.

Tari Kanjar dipentaskan dalam tradisi aruh ganal. Yakni prosesi adat berupa syukuran atau selamatan. Digelar di balai atau rumah adat khas Dayak Meratus. Tari kanjar, tari babangsai dan tari elang tak boleh ditinggalkan dari prosesi upacara bawanang atau aruh ganal.

Baca Juga :  Dari Pameran Lukisan di Taman Budaya: Berjuang Demi Perupa Muda

Tari kanjar atau bakanjar ini dilakukan para penari pria dengan berlari-lari kecil sambil berputar-putar mengelilingi sebuah altar atau ancak. Terbuat dari bambu dan diberi hiasan janur.

Tari kanjar yang terdapat dalam upacara adat masyarakat dayak meratus ini merupakan tarian upacara untuk menyambut tamu bawanang. Sekilas, gerakan tarian ini mirip dengan tari tor-tor dari suku Batak, Sumatera Utara. Terutama gerakan tangan ke atas dan ke bawah.

Biasanya, setiap tarian dalam prosesi aruh ini dilengkapi dengan musik penggiring. Berasal dari alat-alat musik tradisional, seperti gendang, sarunai, gelang balian, dan sebagainya. (tia/by/ran)

Di Kalimantan Selatan ada berbagai jenis tarian tradisional. Salah satu yang jarang diketahui adalah Tari Kanjar.

Tari Kanjar atau Kakanjaran adalah kesenian rakyat asli Hulu Sungai Selatan (HSS). Tarian yang berkembang di pedalaman pegunungan Meratus, Loksado.

Tarian ini merupakan salah satu bagian dari prosesi adat bagi suku dayak setempat, yang mana mereka adalah penganut kepercayaan Kaharingan.

Tarian ini masih dapat dijumpai di sejumlah balai di Kecamatan Loksado. Sebut saja seperti Balai Papangkaan Desa Muara Ulang, Balai Kukundu di Desa Urui, Balai Padang dan Bidukun di Desa Malinau, dan Balai Malaris di Desa Loklahung.

Tari Kanjar dipentaskan dalam tradisi aruh ganal. Yakni prosesi adat berupa syukuran atau selamatan. Digelar di balai atau rumah adat khas Dayak Meratus. Tari kanjar, tari babangsai dan tari elang tak boleh ditinggalkan dari prosesi upacara bawanang atau aruh ganal.

Baca Juga :  Catatan dari Bulan Menggambar Nasional: Dadakan dan Sekadar Penyemarak

Tari kanjar atau bakanjar ini dilakukan para penari pria dengan berlari-lari kecil sambil berputar-putar mengelilingi sebuah altar atau ancak. Terbuat dari bambu dan diberi hiasan janur.

Tari kanjar yang terdapat dalam upacara adat masyarakat dayak meratus ini merupakan tarian upacara untuk menyambut tamu bawanang. Sekilas, gerakan tarian ini mirip dengan tari tor-tor dari suku Batak, Sumatera Utara. Terutama gerakan tangan ke atas dan ke bawah.

Biasanya, setiap tarian dalam prosesi aruh ini dilengkapi dengan musik penggiring. Berasal dari alat-alat musik tradisional, seperti gendang, sarunai, gelang balian, dan sebagainya. (tia/by/ran)

Most Read

Artikel Terbaru

Penyebar Islam Pertama di Balangan

Kyai Hasbullah dari Sungai Pandan

Kisah Gusti Datu Aminin

/