alexametrics
27.1 C
Banjarmasin
Thursday, 26 May 2022

Krisis Air Bersih, Tanjung Berkat Dikasih Pipa Baru

BANJARMASIN – PDAM Bandarmasih akhirnya menangani krisis air bersih di Tanjung Berkat, Banjarmasin Barat.

Air bersih didistribusikan lewat mobil tangki dan pengisian tandon.

“Alhamdulillah. Kini tiap hari ada kiriman air datang ke sini,” ucap Ketua RT 15 Kelurahan Teluk Tiram, Anang Ansyari kemarin (12/5) siang.

Sepengetahuannya, PDAM juga mulai memperbaiki jaringan pipa di sana. “Sudah dikerjakan sejak Rabu tadi,” sebutnya.

Radar Banjarmasin memantau perbaikan di lokasi. Supervisor TRD I PDAM, Gunawan menjelaskan, setelah rapat bersama dewan direksi akhirnya diputuskan perlunya pemasangan pipa koneksi yang baru.

“Pipa baru untuk mendistribusikan air bersih ke Tanjung Berkat, karena daerah itu yang paling ujung,” ujarnya.

Baca Juga :  PDAM HST Naikan Tarif Air

Pipa dipasang dari perempatan Antasan Raden, membentang di bawah jembatan sepanjang 40 meter.

“Perizinan dan koordinasi dengan para lurah untuk pemasangan pipa baru juga sudah diurus,” jaminnya.

“Sekarang sudah tahap penggalian. Apabila penggalian selesai hari ini, maka langsung kami koneksikan,” lanjutnya.

Krisis air bersih di Tanjung Berkat sudah berlangsung selama empat bulan.

Diterangkan Gunawan, Teluk Tiram hanya memiliki satu pipa koneksi. Tak sebanding dengan beban kebutuhan pelanggan di sana. Maka, Tanjung Berkat yang jaraknya paling jauh dari pipa induk pun menjadi korban.

“Jadi pipa koneksinya memang harus ditambah,” terangnya. Dia berharap, ini bisa menyelesaikan permasalahan di sana.

“Perkiraan selesai dalam dua tiga hari. Mudah-mudahan airnya bisa lebih lancar,” pungkasnya.

Baca Juga :  Leding Macet Sejak Ramadan, Warga Kuin Cerucuk Datangi DPRD

Selama air bersih tak mengalir, warga Tanjung Berkat harus membeli air jeriken untuk keperluan minum dan memasak. Sedangkan untuk mandi dan mencuci, warga mengandalkan air sungai. Dampaknya, ada yang terjangkit penyakit kulit.

Ada empat rukun tetangga yang mengeluhkannya. Yakni RT 15, 16, 17 dan RT 18. Pelanggan sudah berkali-kali melaporkan masalah ini ke PDAM, tapi sayangnya tak ada solusi.

Hingga akhirnya menjadi perhatian publik lewat pemberitaan media. (war/az/fud)

BANJARMASIN – PDAM Bandarmasih akhirnya menangani krisis air bersih di Tanjung Berkat, Banjarmasin Barat.

Air bersih didistribusikan lewat mobil tangki dan pengisian tandon.

“Alhamdulillah. Kini tiap hari ada kiriman air datang ke sini,” ucap Ketua RT 15 Kelurahan Teluk Tiram, Anang Ansyari kemarin (12/5) siang.

Sepengetahuannya, PDAM juga mulai memperbaiki jaringan pipa di sana. “Sudah dikerjakan sejak Rabu tadi,” sebutnya.

Radar Banjarmasin memantau perbaikan di lokasi. Supervisor TRD I PDAM, Gunawan menjelaskan, setelah rapat bersama dewan direksi akhirnya diputuskan perlunya pemasangan pipa koneksi yang baru.

“Pipa baru untuk mendistribusikan air bersih ke Tanjung Berkat, karena daerah itu yang paling ujung,” ujarnya.

Baca Juga :  Sistem Air Miliaran Rupiah Belum Difungsikan

Pipa dipasang dari perempatan Antasan Raden, membentang di bawah jembatan sepanjang 40 meter.

“Perizinan dan koordinasi dengan para lurah untuk pemasangan pipa baru juga sudah diurus,” jaminnya.

“Sekarang sudah tahap penggalian. Apabila penggalian selesai hari ini, maka langsung kami koneksikan,” lanjutnya.

Krisis air bersih di Tanjung Berkat sudah berlangsung selama empat bulan.

Diterangkan Gunawan, Teluk Tiram hanya memiliki satu pipa koneksi. Tak sebanding dengan beban kebutuhan pelanggan di sana. Maka, Tanjung Berkat yang jaraknya paling jauh dari pipa induk pun menjadi korban.

“Jadi pipa koneksinya memang harus ditambah,” terangnya. Dia berharap, ini bisa menyelesaikan permasalahan di sana.

“Perkiraan selesai dalam dua tiga hari. Mudah-mudahan airnya bisa lebih lancar,” pungkasnya.

Baca Juga :  PDAM Bandarmasih Sah Menjadi Perseroda, Jangan Cuma Status yang Berubah

Selama air bersih tak mengalir, warga Tanjung Berkat harus membeli air jeriken untuk keperluan minum dan memasak. Sedangkan untuk mandi dan mencuci, warga mengandalkan air sungai. Dampaknya, ada yang terjangkit penyakit kulit.

Ada empat rukun tetangga yang mengeluhkannya. Yakni RT 15, 16, 17 dan RT 18. Pelanggan sudah berkali-kali melaporkan masalah ini ke PDAM, tapi sayangnya tak ada solusi.

Hingga akhirnya menjadi perhatian publik lewat pemberitaan media. (war/az/fud)

Most Read

Artikel Terbaru

/