alexametrics
27.1 C
Banjarmasin
Sunday, 22 May 2022

Hendak Diperdagangkan, Bekantan dan Kucing Hutan Berhasil Diselamatkan

BANJARMASIN – Lima ekor kucing hutan dan seekor bekantan yang diduga hendak diperdagangkan diselamatkan Subdit IV Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Kalsel, kemarin (12/5) siang dari sebuah rumah di Jalan Pekauman, Banjarmasin Selatan.

Satwa liar dilindungi tersebut dikurung dalam dua kandang terpisah. Polisi juga menangkap pemilik berinisial MNR.

Kondisi bekantan itu tampak jinak. Sedangkan kucing hutan kecil yang masih berusia beberapa minggu itu terlihat berdesakan di pojok kandang.

Kasus ini terungkap berkat informasi masyarakat. “Anggota kemudian turun menyelidiki,” kata Direktur Reskrimsus Kombes Pol Suhasto melalui Kasubdit IV Tipiter AKBP Ifan Hariyat.

Setelah MNR diamankan, tim akan menyidik lebih mendalam. Guna mengetahui apakah untuk dipelihara saja atau untuk dijual.

Baca Juga :  Itik Tak Masuk Program Asuransi Ternak

Sebab, dalam pengakuannya kepada penyidik, satwa-satwa itu diperoleh dari seseorang asal hulu sungai. Namun Ifan tak menyebut jelas daerah yang dimaksud. Dia hanya berjanji akan menyampaikan perkembangan kasus ini kepada publik.

“Penyidikan akan diperluas karena pengakuan pelaku didapatkannya dari orang lain,” lanjutnya.

Selama penyidikan, sementara waktu semua hewan ini akan dititipkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalsel untuk dirawat sebelum dilepaskan ke habitatnya.

“Perbuatan pelaku dijerat pasal 40 ayat 2 jo pasal 21 huruf a Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati,” pungkasnya. (gmp/az/fud)

BANJARMASIN – Lima ekor kucing hutan dan seekor bekantan yang diduga hendak diperdagangkan diselamatkan Subdit IV Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Kalsel, kemarin (12/5) siang dari sebuah rumah di Jalan Pekauman, Banjarmasin Selatan.

Satwa liar dilindungi tersebut dikurung dalam dua kandang terpisah. Polisi juga menangkap pemilik berinisial MNR.

Kondisi bekantan itu tampak jinak. Sedangkan kucing hutan kecil yang masih berusia beberapa minggu itu terlihat berdesakan di pojok kandang.

Kasus ini terungkap berkat informasi masyarakat. “Anggota kemudian turun menyelidiki,” kata Direktur Reskrimsus Kombes Pol Suhasto melalui Kasubdit IV Tipiter AKBP Ifan Hariyat.

Setelah MNR diamankan, tim akan menyidik lebih mendalam. Guna mengetahui apakah untuk dipelihara saja atau untuk dijual.

Baca Juga :  Itik Tak Masuk Program Asuransi Ternak

Sebab, dalam pengakuannya kepada penyidik, satwa-satwa itu diperoleh dari seseorang asal hulu sungai. Namun Ifan tak menyebut jelas daerah yang dimaksud. Dia hanya berjanji akan menyampaikan perkembangan kasus ini kepada publik.

“Penyidikan akan diperluas karena pengakuan pelaku didapatkannya dari orang lain,” lanjutnya.

Selama penyidikan, sementara waktu semua hewan ini akan dititipkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalsel untuk dirawat sebelum dilepaskan ke habitatnya.

“Perbuatan pelaku dijerat pasal 40 ayat 2 jo pasal 21 huruf a Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati,” pungkasnya. (gmp/az/fud)

Most Read

Artikel Terbaru

/