alexametrics
31.1 C
Banjarmasin
Friday, 20 May 2022

Ratusan Hektare Padi Diserang Tungro

BANJARMASIN – Selain penyakit hewan ternak, Pemprov Kalsel kini juga sedang dibuat sibuk oleh hama tungro yang sudah menyerang ratusan hektare tanaman padi di Banua.

Hama atau penyakit tungro merupakan penyakit padi yang disebabkan oleh dua jenis virus. Yaitu virus berbentuk batang atau virus batang tungro padi (Rice tungro bacilliform virus), dan virus berbentuk bulat atau virus bulat tungro padi (Rice tungro spherical virus).

Kedua virus tersebut ditularkan oleh beberapa spesies wereng hijau dan wereng daun lainnya. Tanaman padi yang terinfeksi virus-virus tungro umumnya tampak kerdil dan daun berwarna kuning, terutama pada daun muda.

Salah satu petani di Desa Beringin Jaya kecamatan Anjir Muara, Kabupaten Barito Kuala, Ahmadi menuturkan, sebagian besar tanaman padinya, yang berumur kurang lebih 2 bulan sudah diserang hama ini. “Tanaman padi mulai menguning dan kerdil,” tuturnya.

Dia sendiri sudah melakukan antisipasi dengan melakukan penyemprotan. Baik dengan obat maupun pembasmi hama lain. “Sudah kami laporkan serangan hama tungro dan ulat pada tanaman padi ini, semoga ada solusi dari pemerintah,” harapnya.

Menurutnya, jika tak diantisipasi dengan cepat. Bukan tak mungkin panen tahun ini tak hanya tak maksimal, namun juga akan gagal panen. “Kalau gagal panen, kami tak tahu lagi harus bagaimana,” ucapnya.

Baca Juga :  Gotong Royong Maambil Upah Batanam, Kumpulkan Dana Acara Keagamaan

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Kalsel, Syamsir Rahman mengatakan, sudah ada tiga kabupaten di Kalsel yang sawahnya terserang hama tungro. Yakni Barito Kuala, Banjar dan Tanah Laut.

Dari tiga kabupaten itu, dia menyebut, padi yang paling banyak diserang penyakit tungro ada di Barito Kuala. “Di sana ada sekitar 400 hektare padi yang terserang. Sedangkan Tanah Laut sedikit, tidak sampai 100 hektare. Kemudian Banjar ada 150 hektare,” sebutnya.

Syamsir menyampaikan, untuk mengurangi serangan tungro, pihaknya bersama Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) telah melakukan gerakan pengendalian hama.

“Kami sudah siapkan segalanya, baik obat-obatan dan keperluan lainnya untuk mengatasi serta mengisolir hama tungro tersebut,” ucapnya.

Lalu bagaimana hama tungro bisa muncul? Menurutnya, ini dikarenakan cuaca yang akhir-akhir ini sering berubah-ubah. “Selain itu juga lantaran banjir yang membuat penyebaran tungro lebih mudah,” ujarnya.

Syamsir berharap, pemerintah kabupaten dan kota bisa lebih pro aktif dan cepat melapor terkait penyebaran tungro di daerahnya. Sehingga dapat segera diatasi bersama-sama. “Pak gubernur juga sudah mengarahkan agar obat jangan kehabisan, sehingga kita selalu minta ke pusat,” paparnya.

Serangan hama tungro sendiri ujar dia, sudah menjadi fenomena setiap tahunnya. Akan tetapi, dirinya memastikan kondisi ini tidak akan mempengaruhi produksi padi yang selalu surplus.

Baca Juga :  Mahal, Petani Terpaksa Tak Pakai Pupuk

Sementara itu, Kepala Dinas TPH Barito Kuala Murniati membenarkan jika di daerahnya ada ratusan hektare tanaman padi yang terserang hama tungro. “Ada sekitar 450 hektare yang terserang tungro,” katanya.

Dia menyebut, salah satu daerah yang padinya diserang hama tungro yakni Kecamatan Anjir Muara. “Kita sudah mngendalikannya dengan melakukan penyemprotan untuk mengurangi menularan penyakit oleh wereng hijau, dan kepada petani diimbau untuk melaksanakan pergiliran varietas padi,” sebutnya.

Di sisi lain, Camat Anjir Muara, Jaya menuturkan, tanaman padi di daerah sudah diserang hama sejak tiga bulan lalu. “Diperkirakan sudah hampir separuh tanaman padi yang terdampak serangan hama tersebut di Anjir Muara. Khususnya Desa Beringin Jaya dan desa sekitarnya, ” tuturnya.

Ditambahkannya, untuk pengendalian, dari PPL dan pengamat hama sudah melakukan langkah-langkah untuk meminimalkan serangan hama tungro,” pungkasnya.

GEJALA SERANGAN HAMA TUNGRO

– Terlihat perubahan warna daun menjadi kuning oranye dimulai dari ujung daun

– Daun muda agak menggulung

– Jumlah anakan berkurang

– Tanaman kerdil dan pertumbuhan terhambat

– Hamparan tanaman padi terlihat bergelombang karena adanya perbedaan tinggi tanaman antara tanaman sehat dan tanaman sakit

(ris/mof/by/ran)

BANJARMASIN – Selain penyakit hewan ternak, Pemprov Kalsel kini juga sedang dibuat sibuk oleh hama tungro yang sudah menyerang ratusan hektare tanaman padi di Banua.

Hama atau penyakit tungro merupakan penyakit padi yang disebabkan oleh dua jenis virus. Yaitu virus berbentuk batang atau virus batang tungro padi (Rice tungro bacilliform virus), dan virus berbentuk bulat atau virus bulat tungro padi (Rice tungro spherical virus).

Kedua virus tersebut ditularkan oleh beberapa spesies wereng hijau dan wereng daun lainnya. Tanaman padi yang terinfeksi virus-virus tungro umumnya tampak kerdil dan daun berwarna kuning, terutama pada daun muda.

Salah satu petani di Desa Beringin Jaya kecamatan Anjir Muara, Kabupaten Barito Kuala, Ahmadi menuturkan, sebagian besar tanaman padinya, yang berumur kurang lebih 2 bulan sudah diserang hama ini. “Tanaman padi mulai menguning dan kerdil,” tuturnya.

Dia sendiri sudah melakukan antisipasi dengan melakukan penyemprotan. Baik dengan obat maupun pembasmi hama lain. “Sudah kami laporkan serangan hama tungro dan ulat pada tanaman padi ini, semoga ada solusi dari pemerintah,” harapnya.

Menurutnya, jika tak diantisipasi dengan cepat. Bukan tak mungkin panen tahun ini tak hanya tak maksimal, namun juga akan gagal panen. “Kalau gagal panen, kami tak tahu lagi harus bagaimana,” ucapnya.

Baca Juga :  Food Estate Tunjang IKN Nusantara

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Kalsel, Syamsir Rahman mengatakan, sudah ada tiga kabupaten di Kalsel yang sawahnya terserang hama tungro. Yakni Barito Kuala, Banjar dan Tanah Laut.

Dari tiga kabupaten itu, dia menyebut, padi yang paling banyak diserang penyakit tungro ada di Barito Kuala. “Di sana ada sekitar 400 hektare padi yang terserang. Sedangkan Tanah Laut sedikit, tidak sampai 100 hektare. Kemudian Banjar ada 150 hektare,” sebutnya.

Syamsir menyampaikan, untuk mengurangi serangan tungro, pihaknya bersama Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) telah melakukan gerakan pengendalian hama.

“Kami sudah siapkan segalanya, baik obat-obatan dan keperluan lainnya untuk mengatasi serta mengisolir hama tungro tersebut,” ucapnya.

Lalu bagaimana hama tungro bisa muncul? Menurutnya, ini dikarenakan cuaca yang akhir-akhir ini sering berubah-ubah. “Selain itu juga lantaran banjir yang membuat penyebaran tungro lebih mudah,” ujarnya.

Syamsir berharap, pemerintah kabupaten dan kota bisa lebih pro aktif dan cepat melapor terkait penyebaran tungro di daerahnya. Sehingga dapat segera diatasi bersama-sama. “Pak gubernur juga sudah mengarahkan agar obat jangan kehabisan, sehingga kita selalu minta ke pusat,” paparnya.

Serangan hama tungro sendiri ujar dia, sudah menjadi fenomena setiap tahunnya. Akan tetapi, dirinya memastikan kondisi ini tidak akan mempengaruhi produksi padi yang selalu surplus.

Baca Juga :  Demo Kejari, Para Petani Sampaikan Sikap Soal Kasus Tukar Guling Tanah

Sementara itu, Kepala Dinas TPH Barito Kuala Murniati membenarkan jika di daerahnya ada ratusan hektare tanaman padi yang terserang hama tungro. “Ada sekitar 450 hektare yang terserang tungro,” katanya.

Dia menyebut, salah satu daerah yang padinya diserang hama tungro yakni Kecamatan Anjir Muara. “Kita sudah mngendalikannya dengan melakukan penyemprotan untuk mengurangi menularan penyakit oleh wereng hijau, dan kepada petani diimbau untuk melaksanakan pergiliran varietas padi,” sebutnya.

Di sisi lain, Camat Anjir Muara, Jaya menuturkan, tanaman padi di daerah sudah diserang hama sejak tiga bulan lalu. “Diperkirakan sudah hampir separuh tanaman padi yang terdampak serangan hama tersebut di Anjir Muara. Khususnya Desa Beringin Jaya dan desa sekitarnya, ” tuturnya.

Ditambahkannya, untuk pengendalian, dari PPL dan pengamat hama sudah melakukan langkah-langkah untuk meminimalkan serangan hama tungro,” pungkasnya.

GEJALA SERANGAN HAMA TUNGRO

– Terlihat perubahan warna daun menjadi kuning oranye dimulai dari ujung daun

– Daun muda agak menggulung

– Jumlah anakan berkurang

– Tanaman kerdil dan pertumbuhan terhambat

– Hamparan tanaman padi terlihat bergelombang karena adanya perbedaan tinggi tanaman antara tanaman sehat dan tanaman sakit

(ris/mof/by/ran)

Most Read

Artikel Terbaru

/