alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Monday, 23 May 2022

Warga Bosan PPKM Masih Dilanjutkan, Banjarmasin Berstatus Level 3

BANJARMASIN – Meski kasus Covid-19 terus melandai, pemerintah rupanya tak ingin terlena. Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pun tetap diberlakukan hingga 23 Mei mendatang.

Di Kalsel sendiri, masih ada daerah yang berstatus level 3. Yakni Kota Banjarmasin. Sebelumnya, Banjarbaru juga berstatus yang sama, namun mengalami penurunan ke level 2. Di level ini Banjarbaru bersama Kabupaten Tanah Laut, Kotabaru, Banjar, Barito Kuala, Tapin, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara dan Balangan.

Sementara untuk daerah yang berstatus level 1 sesuai Instruksi Mendagri (Inmendagri) Nomor 25 Tahun 2022, ada tiga daerah, yakni Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Tabalong dan Tanah Bumbu.

Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri Safrizal mengatakan, dalam perpanjangan PPKM luar Jawa-Bali dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 25 Tahun 2022 tidak tercantum daerah yang mendapatkan kategori PPKM level 4.

Dalam pelaksanaannya, bagi darah dengan status level 3 masih dilakukan pengetatan dan penegasan. Contohnya untuk bioskop, penotonnya hanya berkapasitas maksimal 50 persen dan hanya pengunjung dengan kategori Hijau dan Kuning dalam PeduliLindungi yang diperkenankan masuk. Sedangkan anak usia 6 sampai dengan 12 tahun wajib didampingi orang tua dan menunjukkan bukti vaksinasi minimal dosis pertama.

Sementara, restoran dan kafe di dalam area bioskop dapat melayani makan ditempat/dine in dengan kapasitas pengunjung 50 persen, selain itu hanya 2 orang per meja. Selanjutnya, di daerah level 2 kapasitas maksimal 75 persen dan hanya pengunjung dengan kategori hijau dan kuning dalam PeduliLindungi yang boleh masuk dan anak usia 6 sampai dengan 12 tahun wajib didampingi orang tua dan menunjukkan bukti vaksinasi minimal dosis pertama.

Baca Juga :  Banyak yang Menolak Swab, PPKM Level 3 Banjarbaru Diperpanjang

Untuk restoran dan kafe di dalam area bioskop di daerah berstatus level 2 dapat melayani makan ditempat/dine in dengan kapasitas pengunjung 75 persen dan 2 orang per meja. Sementara, untuk daerah level 1 kapasitas maksimal 100 persen dan hanya pengunjung dengan kategori Hijau dan Kuning dalam PeduliLindungi yang boleh masuk. Dan bagi anak usia 6 sampai dengan 12 tahun wajib didampingi orang tua dan menunjukkan bukti vaksinasi minimal dosis pertama dan Restoran dan kafe di dalam area bioskop dapat melayani makan di tempat/dine in dengan kapasitas pengunjung 100 persen.

Sementara di daerah dengan status level 3, pelaksanaan pembelajaran di satuan pendidikan, dapat dilakukan melalui pembelajaran tatap muka terbatas dan/atau pembelajaran jarak jauh berdasarkan Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri.

Untuk kegiatan olaharaga/ pertandingan olahraga di daerah berstatus level 3 diperbolehkan namun diselenggarakan tanpa penonton atau suporter dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Sedangkan untuk fasilitas olahraga di ruang terbuka diizinkan dibuka dengan jumlah orang 50 persen dari kapasitas maksimal dengan menggunakan aplikasi PeduliLindungi atau penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat yang pengaturannya lebih lanjut diatur oleh Pemerintah Daerah.

Sedangkan fasilitas pusat kebugaran/gym diizinkan dibuka dengan jumlah orang 50 persen dari kapasitas maksimal dengan menggunakan aplikasi PeduliLindungi atau penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat yang pengaturannya lebih lanjut diatur oleh Pemerintah Daerah.

Baca Juga :  Sederet Alasan Banjarbaru Harus Masuk PPKM Level Tiga

Di Inmen terbaru ini juga mengatur acara resepsi pernikahan bagi daerah level 3. Yakni untuk kegiatan resepsi pernikahan dan hajatan (kemasyarakatan) maksimal 50 persen dari kapasitas dan tidak ada hidangan makanan ditempat dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat yang pengaturannya lebih lanjut diatur oleh Pemerintah Daerah;

Begitu juga untuk pelaksanaan kegiatan rapat, seminar dan pertemuan luring (lokasi rapat/seminar/ pertemuan ditempat umum yang dapat menimbulkan keramaian dan kerumunan) ditutup untuk sementara waktu, sampai dengan wilayah dimaksud dinyatakan aman berdasarkan penetapan Pemerintah Daerah setempat.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Kalsel, Muhammad Muslim mengatakan, pemerintah kabupaten dan kota harus secara sadar menerapkan aturan yang diberlakukan ini. Menurutnya, bukan tanpa alasan diperpanjangnya PPKM ini, karena untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19. “Kita semua tak ingin kecolongan lagi,” ujarnya.

Di sisi lain, salah seorang pelaku UMKM di Banjarmasin, Malik mengaku sudah bosan dengan berbagai aturan PPKM. Menurutnya, di saat kasus Covid-19 yang sudah sangat melandai dan tingginya vaksinasi, hendaknya tak ada lagi aturan yang membuat dirinya susah berusaha. “Padahal Presiden sudah mengatakan ke tahap endemi. Hendaknya tak perlu lagi ada aturan PPKM, ujung-ujungnya, pelaku usaha kecil yang disusahkan,” ujarnya kemarin. (mof/by/ran)

BANJARMASIN – Meski kasus Covid-19 terus melandai, pemerintah rupanya tak ingin terlena. Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pun tetap diberlakukan hingga 23 Mei mendatang.

Di Kalsel sendiri, masih ada daerah yang berstatus level 3. Yakni Kota Banjarmasin. Sebelumnya, Banjarbaru juga berstatus yang sama, namun mengalami penurunan ke level 2. Di level ini Banjarbaru bersama Kabupaten Tanah Laut, Kotabaru, Banjar, Barito Kuala, Tapin, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara dan Balangan.

Sementara untuk daerah yang berstatus level 1 sesuai Instruksi Mendagri (Inmendagri) Nomor 25 Tahun 2022, ada tiga daerah, yakni Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Tabalong dan Tanah Bumbu.

Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri Safrizal mengatakan, dalam perpanjangan PPKM luar Jawa-Bali dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 25 Tahun 2022 tidak tercantum daerah yang mendapatkan kategori PPKM level 4.

Dalam pelaksanaannya, bagi darah dengan status level 3 masih dilakukan pengetatan dan penegasan. Contohnya untuk bioskop, penotonnya hanya berkapasitas maksimal 50 persen dan hanya pengunjung dengan kategori Hijau dan Kuning dalam PeduliLindungi yang diperkenankan masuk. Sedangkan anak usia 6 sampai dengan 12 tahun wajib didampingi orang tua dan menunjukkan bukti vaksinasi minimal dosis pertama.

Sementara, restoran dan kafe di dalam area bioskop dapat melayani makan ditempat/dine in dengan kapasitas pengunjung 50 persen, selain itu hanya 2 orang per meja. Selanjutnya, di daerah level 2 kapasitas maksimal 75 persen dan hanya pengunjung dengan kategori hijau dan kuning dalam PeduliLindungi yang boleh masuk dan anak usia 6 sampai dengan 12 tahun wajib didampingi orang tua dan menunjukkan bukti vaksinasi minimal dosis pertama.

Baca Juga :  Banyak yang Menolak Swab, PPKM Level 3 Banjarbaru Diperpanjang

Untuk restoran dan kafe di dalam area bioskop di daerah berstatus level 2 dapat melayani makan ditempat/dine in dengan kapasitas pengunjung 75 persen dan 2 orang per meja. Sementara, untuk daerah level 1 kapasitas maksimal 100 persen dan hanya pengunjung dengan kategori Hijau dan Kuning dalam PeduliLindungi yang boleh masuk. Dan bagi anak usia 6 sampai dengan 12 tahun wajib didampingi orang tua dan menunjukkan bukti vaksinasi minimal dosis pertama dan Restoran dan kafe di dalam area bioskop dapat melayani makan di tempat/dine in dengan kapasitas pengunjung 100 persen.

Sementara di daerah dengan status level 3, pelaksanaan pembelajaran di satuan pendidikan, dapat dilakukan melalui pembelajaran tatap muka terbatas dan/atau pembelajaran jarak jauh berdasarkan Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri.

Untuk kegiatan olaharaga/ pertandingan olahraga di daerah berstatus level 3 diperbolehkan namun diselenggarakan tanpa penonton atau suporter dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Sedangkan untuk fasilitas olahraga di ruang terbuka diizinkan dibuka dengan jumlah orang 50 persen dari kapasitas maksimal dengan menggunakan aplikasi PeduliLindungi atau penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat yang pengaturannya lebih lanjut diatur oleh Pemerintah Daerah.

Sedangkan fasilitas pusat kebugaran/gym diizinkan dibuka dengan jumlah orang 50 persen dari kapasitas maksimal dengan menggunakan aplikasi PeduliLindungi atau penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat yang pengaturannya lebih lanjut diatur oleh Pemerintah Daerah.

Baca Juga :  Banjarmasin PPKM Level 3 Terus, Suratnya Nyangkut Entah di Mana

Di Inmen terbaru ini juga mengatur acara resepsi pernikahan bagi daerah level 3. Yakni untuk kegiatan resepsi pernikahan dan hajatan (kemasyarakatan) maksimal 50 persen dari kapasitas dan tidak ada hidangan makanan ditempat dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat yang pengaturannya lebih lanjut diatur oleh Pemerintah Daerah;

Begitu juga untuk pelaksanaan kegiatan rapat, seminar dan pertemuan luring (lokasi rapat/seminar/ pertemuan ditempat umum yang dapat menimbulkan keramaian dan kerumunan) ditutup untuk sementara waktu, sampai dengan wilayah dimaksud dinyatakan aman berdasarkan penetapan Pemerintah Daerah setempat.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Kalsel, Muhammad Muslim mengatakan, pemerintah kabupaten dan kota harus secara sadar menerapkan aturan yang diberlakukan ini. Menurutnya, bukan tanpa alasan diperpanjangnya PPKM ini, karena untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19. “Kita semua tak ingin kecolongan lagi,” ujarnya.

Di sisi lain, salah seorang pelaku UMKM di Banjarmasin, Malik mengaku sudah bosan dengan berbagai aturan PPKM. Menurutnya, di saat kasus Covid-19 yang sudah sangat melandai dan tingginya vaksinasi, hendaknya tak ada lagi aturan yang membuat dirinya susah berusaha. “Padahal Presiden sudah mengatakan ke tahap endemi. Hendaknya tak perlu lagi ada aturan PPKM, ujung-ujungnya, pelaku usaha kecil yang disusahkan,” ujarnya kemarin. (mof/by/ran)

Most Read

Artikel Terbaru

/