alexametrics
26.3 C
Banjarmasin
Saturday, 21 May 2022

Karena Salah Paham, Pak Ogah Tewas Bersimbah Darah

BANJARMASIN – Syauqi ditemukan tergeletak bersimbah darah di Jalan Gerilya Gang Bambu, Banjarmasin Selatan kemarin (9/5) dini hari.

Pemuda 24 tahun itu tinggal di Jalan Kelayan Kecil RT 19. Seorang buruh bangunan.

Pelakunya adalah Jumadi, 28 tahun dan Hadi, 20 tahun. Keduanya warga Jalan Tembus Mantuil Gang Gandapura.

Tak lama, mereka diringkus polisi di belakang SPBU Jalan Jafri Zamzam, Banjarmasin Barat.

Kapolsek Banjarmasin Selatan, Kompol Idit Aditya menyebutkan, korban menderita dua mata luka akibat tebasan mandau. “Motifnya hanya salah paham,” ujarnya.

Kedua pelaku merupakan pak ogah alias polisi cepek di perempatan Jalan Gerilya dan Jalan Lingkar Dalam.

Ceritanya, beberapa hari lalu, Hadi bersama teman korban yang bernama Awal mengatur lalu lintas di sana.

Saat itu, Hadi meminta Awal untuk membantunya. Melihat dari kejauhan, korban rupanya mengira temannya diusir, padahal tidak.

Baca Juga :  Dikeroyok Hingga Tewas di Warung Malam

Tapi perkara sepele ini hanya berakhir dengan cekcok mulut. Tidak ada perkelahian.

“Korban hanya nongkrong di situ. Meminta duit Rp10 ribu atau Rp20 ribu kepada temannya Awal. Dia mengira pelaku hendak mengambil alih pekerjaan temannya sebagai pak ogah. Padahal mereka sama-sama berjaga di situ,” tambah Idit.

Namun, suasana terlanjur memanas. Pelaku terlanjur menaruh dendam.

Mengajak Jumadi dan dibekali senjata tajam, dalam kondisi mabuk setelah menenggak miras, keduanya berkeliling mencari-cari korban.

“Ketika bertemu, terjadilah keributan. Ketika Hadi mencabut mandaunya, Syauqi coba merebutnya. Sempat terjadi tarik-menarik dan tangan pelaku terluka akibatnya,” bebernya.

Jumadi turun membantu. Mandau direbutnya dan ditebaskan ke leher Syauqi. Hingga ia tewas di tempat.
Warga sekitar, Helmi yang melintas mendapati jasad korban. Pemuda 22 tahun itu buru-buru melapor ke mapolsek.

Baca Juga :  Kisah Ibu Muda yang Dibunuh Mantan Suaminya

“Kami menangkap mereka sedang bersembunyi di rumah adiknya Hadi,” tukas Idit.

Dalam pengakuannya, Hadi mengaku berusaha sabar. Tapi Syauqi terus-menerus menyenggol-nyenggolnya. Menantangnya berkelahi.

“Dia mendatangi saya, mengajak berduel. Tapi tak saya ladeni. Saya tinggal pulang. Malah diikutinya dan disenggol,” tuturnya.

“Waktu itu saya masih sabar. Malas ribut. Tapi saya terus memikirkannya dan hati jadi panas. Kalau mengajak si Jumadi, dia tak tahu tujuannya apa,” lanjutnya.

Tak kunjung merasa tenang, Hadi pun mengambil mandaunya. Pada dini hari yang nahas itu, ketiganya bertemu di perempatan jalan.

“Dia menyambangi kami setelah menaruh motornya di tengah jalan. Langsung ribut. Dan kejadiannya berakhir begini,” tutup Hadi.

Kedua pelaku diancam pasal 340 jo 55 KUHPidana dan pasal 338 jo 55 KUHP tentang tindak pidana pembunuhan. (lan/az/fud)

BANJARMASIN – Syauqi ditemukan tergeletak bersimbah darah di Jalan Gerilya Gang Bambu, Banjarmasin Selatan kemarin (9/5) dini hari.

Pemuda 24 tahun itu tinggal di Jalan Kelayan Kecil RT 19. Seorang buruh bangunan.

Pelakunya adalah Jumadi, 28 tahun dan Hadi, 20 tahun. Keduanya warga Jalan Tembus Mantuil Gang Gandapura.

Tak lama, mereka diringkus polisi di belakang SPBU Jalan Jafri Zamzam, Banjarmasin Barat.

Kapolsek Banjarmasin Selatan, Kompol Idit Aditya menyebutkan, korban menderita dua mata luka akibat tebasan mandau. “Motifnya hanya salah paham,” ujarnya.

Kedua pelaku merupakan pak ogah alias polisi cepek di perempatan Jalan Gerilya dan Jalan Lingkar Dalam.

Ceritanya, beberapa hari lalu, Hadi bersama teman korban yang bernama Awal mengatur lalu lintas di sana.

Saat itu, Hadi meminta Awal untuk membantunya. Melihat dari kejauhan, korban rupanya mengira temannya diusir, padahal tidak.

Baca Juga :  Penikam Mandor Ditangkap

Tapi perkara sepele ini hanya berakhir dengan cekcok mulut. Tidak ada perkelahian.

“Korban hanya nongkrong di situ. Meminta duit Rp10 ribu atau Rp20 ribu kepada temannya Awal. Dia mengira pelaku hendak mengambil alih pekerjaan temannya sebagai pak ogah. Padahal mereka sama-sama berjaga di situ,” tambah Idit.

Namun, suasana terlanjur memanas. Pelaku terlanjur menaruh dendam.

Mengajak Jumadi dan dibekali senjata tajam, dalam kondisi mabuk setelah menenggak miras, keduanya berkeliling mencari-cari korban.

“Ketika bertemu, terjadilah keributan. Ketika Hadi mencabut mandaunya, Syauqi coba merebutnya. Sempat terjadi tarik-menarik dan tangan pelaku terluka akibatnya,” bebernya.

Jumadi turun membantu. Mandau direbutnya dan ditebaskan ke leher Syauqi. Hingga ia tewas di tempat.
Warga sekitar, Helmi yang melintas mendapati jasad korban. Pemuda 22 tahun itu buru-buru melapor ke mapolsek.

Baca Juga :  Pembunuhan di Depan Booze Cafe Banjarbaru: Korban Sempat Menantang Duel

“Kami menangkap mereka sedang bersembunyi di rumah adiknya Hadi,” tukas Idit.

Dalam pengakuannya, Hadi mengaku berusaha sabar. Tapi Syauqi terus-menerus menyenggol-nyenggolnya. Menantangnya berkelahi.

“Dia mendatangi saya, mengajak berduel. Tapi tak saya ladeni. Saya tinggal pulang. Malah diikutinya dan disenggol,” tuturnya.

“Waktu itu saya masih sabar. Malas ribut. Tapi saya terus memikirkannya dan hati jadi panas. Kalau mengajak si Jumadi, dia tak tahu tujuannya apa,” lanjutnya.

Tak kunjung merasa tenang, Hadi pun mengambil mandaunya. Pada dini hari yang nahas itu, ketiganya bertemu di perempatan jalan.

“Dia menyambangi kami setelah menaruh motornya di tengah jalan. Langsung ribut. Dan kejadiannya berakhir begini,” tutup Hadi.

Kedua pelaku diancam pasal 340 jo 55 KUHPidana dan pasal 338 jo 55 KUHP tentang tindak pidana pembunuhan. (lan/az/fud)

Most Read

Artikel Terbaru

/