alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Selasa, 17 Mei 2022

Hari ini Diprediksi Puncak Arus Balik

MARTAPURA – H+4 lebaran menandai mulainya kepadatan arus balik. Lalu lintas di jalan protokol di Kabupaten Banjar, kemarin (6/5) tampak ramai.

Hanya saja ramainya pengendara belum sampai mengakibatkan kemacetan. Beberapa titik yang biasanya macet ketika arus mudik dan balik pun terlihat masih lancar.

Di Jalan A Yani, Simpang Kalampayan, Kecamatan Astambul misalnya. Dari pantauan Radar Banjarmasin, arus lalu lintas di sana tampak masih ramai lancar. Biasanya, akan terjadi kemacetan di lokasi ini apabila volume kendaraan meningkat.

Kapolres Banjar AKBP Doni Hadi melalui Kabag Ops Polres Banjar Kompol Abdul Mufid mengatakan, hingga H+4 Lebaran di Kabupaten Banjar belum terjadi kepadatan karena puncak arus balik diprediksi baru terjadi Sabtu hari ini (7/5) dan Minggu besok (8/5).

“Puncak arus balik Lebaran kemungkinan Sabtu dan Minggu, sehingga sampai hari ini (kemarin) arus lalu lintas masih ramai lancar,” katanya.

Ramainya kendaraan hingga H+4 sendiri ujar dia, sebagian besar menuju ke tempat wisata. “Jadi kendaraan yang ramai ini banyak ke tempat wisata. Bukan karena puncak arus balik,” ujarnya.

Oleh karena itu, Mufid menyampaikan, pihaknya tengah fokus mengurai kendaraan di lokasi wisata di Kabupaten Banjar. “Di tempat kita paling ramai di Tahura Sultan Adam Mandiangin dan Waduk Riam Kanan,” ucapnya.

Kasat Lantas Polres Banjar AKP Anton Suyono juga memprediksi arus balik akan terjadi pada hari ini dan besok. “Arus balik, kita antisipasi pada hari Sabtu (7/5) dan Minggu (8/5). Karena pegawai dan anak sekolah sudah masuk hari Senin (9/5),” katanya.

Untuk mengantisipasi puncak arus balik, dia menuturkan, pihaknya sudah menyiapkan tim urai yang langsung turun ke lapangan apabila terjadi kemacetan. “Mereka bertugas mengatur arus lalu lintas agar bisa kembali lancar,” tuturnya.

Lanjutnya, seandainya dari arah Hulu Sungai ke Martapura terjadi kemacetan maka akan dilakukan contraflow atau lawan arus sebagai antisipasi. “Khususnya di daerah Jembatan Kembar Pesayangan di Martapura,” terangnya.

Disinggung bagaimana selama arus mudik sebelum Lebaran, Anton menyebut, tidak ada kemacetan fatal. “Hanya sempat terjadi kepadatan pada H-1 Lebaran sejak pagi hingga sore, tapi setelah itu lancar,” sebutnya.

Dia menyampaikan, titik padat pada arus mudik ada di wilayah Jalan A Yani Km 6 sampai Km 17. “Justru di daerah Astambul, Mataraman dan Simpang Empat negatif perlambatan kendaraan,” pungkasnya.

Sementara itu, volume kendaraan yang melalui jalan-jalan protokol yang ada di Kabupaten Tanah Laut (Tala) mulai menurun dibandingkan awal lebaran kemarin.

Titik-titik yang biasanya terjadi kemacetan, seperti di Rest Area Gunung Kayangan hingga Bundaran SPBU Angsau dan dari SPBU Angsau menuju objek wisata Pantai Takisung serta Batakan Baru terlihat ramai lancar.

Kepala Dishub Tala Gentry Yuliantono mengatakan lalu lintas di jalan-jalan di Tala ramai lancar “Rabu kemarin itu tinggi-tingginya lalu lintas yang terjadi di Tala, sementara hari ini dan kemarin sudah melandai,” ucapnya seraya mengatakan lalu lintas di Tala kemungkinan akan kembali meningkat pada akhir pekan.

Sepanjang jalan Kabupaten Tapin kendaraan juga sudah mengalami peningkatan meski arus lalu lintas masih lancar.

KBO Lantas Ipda M Ariza Sabtu dan Minggu puncak arus balik akan terjadi. Pihaknya pun akan selalu standby.“Berdasarkan pemantauan kita di posko pelayanan dan pengamanan, jam padat lalu lintas dari sore sampai malam. Didominasi roda dua,” tuturnya di Posko Pelayanan Bundaran Dulang Rantau.

Baca Juga :  Jelang Libur Lebaran, Terminal Pal 6 Masih Sepi

Karena kepadatan terjadi pada sore hingga malam, Ariza mengimbau kepada pemudik untuk menghindari jam-jam tersebut untuk berkendara.“Yang lebih penting utamakan keselamatan, kalau lelah atau mengantuk singgah ke pos pengamanan dan pelayanan untuk istirahat,” pungkasnya.

Pos Pelayanan Sungai Raya di kawasan bundaran, Hamalau HSS dari arah Banjarmasin menuju hulu sungai juga terlihat landai namun lancar. Begitu juga sebaliknya dari arah hulu sungai ke Banjarmasin.

Kasi Humas Polres HSS, Ipda Purwadi mengatakan sampai siang hari sekitar pukul 15.30 Wita, H+5 arus balik lebaran di wilayah Kabupaten HSS saat ini ramai lancar. “Memang sempat terjadi kemacetan di Kecamatan Angkinang. Tapi beberapa jam saja,” ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (6/5) kemarin.

Kemacetan yang cukup signifikan hanya terjadi dari arah Barabai menuju Banjarmasin, tepatnya di Kecamatan Haruyan, Hulu Sungai Tengah (HST) Jumat (6/5) sekira pukul 09.00 Wita.

Anggota Polsek Haruyan Bripka Purwaning Tias di lokasi mengatakan, kemacetan ini disebabkan karena adanya pasar Jumat di Kecamatan Angkinang, Hulu Sungai Selatan. Letak pasar di pinggir jalan membuat arus lalulintas melambat karena terganjal mobil yang parkir di tepi jalan pasar.

“Keadaan ini ditambah ruas jalan yang sempit. Ada juga warga yang meminta sumbangan di tengah jalan. Alhasil macet tidak dapat dihindarkan,” ujarnya kepada Radar Banjarmasin.

Untuk mengurai kemacetan pihaknya memberlakukan pengalihan jalan. Jalur para pengendara mobil dan motor dialihkan menuju Desa Pangambau Hilir Luar menuju Desa Longawang, Hulu Sungai Selatan.

“Alhamdulillah sekira pukul 11.23 kondisi kemacetan perlahan terurai,” ucapnya. Polisi mengimbau agar pengendara tetap hati-hati dan waspada. Diperkirakan arus balik pemudik dari Hulu Sungai menuju Banjarmasin masih terus berlangsung hingga Minggu 8 Mei 2022 nanti.

Pantauan lapangan di dua simpang empat yakni Simpang Empat Banua Lima dan Simpang Empat Paliwara di Kecamatan Amuntai Tengah Kabupaten Hulu Sungai Utara juga tak menunjukkan kemacetan berarti. Semua arus lalu lintas masih dalam keadaan ramai lancar.

Kapolres HSU AKBP Afri Darmawan SIK, melalui Kasat Lantas AKP Jamadiano, mengatakan arus balik hari ini (kemarin) masih dalam keadaan belum ada kecamatan berarti pada dua simpang empat di kota ini.

“Pimpinan (kapolres) dan pejabat utama melakukan pengecekan kesiapan personil di pos pelayanan di rest area Putri Junjung Buih Desa Muara Tapus. Belum ada peningkatan arus balik,” sampainya.

Untuk puncak arus mudik jawab kasat kemungkinan malam ini (Jumat) dan Sabtu hari ini. “Kemacetan biasanya dipicu sempitnya jalan trans kalimantan di Jalan Lambung Mangkurat Desa Palampitan Hulu dan hilir. Namun sampai hari ini pada arus balik ini belum terlihat,” terangnya.

Pantauan lalulintas di Kabupaten Batola juga terlihat lancar. Tidak ada kemacetan. Kepadatan pengendara hanya terjadi di perempatan Handil Bakti dan Jembatan Alalak I.

Kapolres Batola AKBP Lalu Moh Syahir Arif melalui Kasi Humas Polres Batola AKP Abdul Malik mengatakan sampai saat ini negatif ada kemacetan di Batola, “Untuk fluktuasi jumlah kendaraan terbanyak perempatan Handil Bakti pada waktu sore hari sekitar pukul 16.00 Wita,” ujarnya sembari berharap pengguna jalan agar hati hati-hati.

Baca Juga :  Tanah Laut Siapkan Tiga Posko Pengamanan

Pemudik Mulai Berdatangan lewat Pelabuhan

Arus balik penumpang yang melalui pelabuhan Trisakti Banjarmasin juga diprediksi akan terjadi hari ini hingga Minggu (8/5) besok.

Kemarin, pelabuhan juga kembali dipadati penumpang. Sekitar 700 penumpang dari keberangkatan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, sandar kemarin siang.

Selain penumpang, ada sebanyak 33 sepeda motor dan 80 kendaraan kecil dan sedang yang ikut sandar. “Saya memilih hari ini karena takut besok akan membeludak di dalam kapal,” tutur Sofian yang datang dengan kendaraan roda 2 kemarin.

Dia sengaja memilih transportasi kapal laut untuk balik ke tempat kerjanya di Kabupaten Tanah Laut. Pasalnya selain bisa membawa sepeda motornya dari kampung, tarifnya pun lebih murah. “Tak mampu beli tiket pesawat, apalagi saya berencana membawa sepeda motor ke sini,” tuturnya kemarin.

Meski mulai masuk kerja pada Senin (9/5) nanti, dia sengaja memilih berangkat lebih dulu. Alasannya dia ingin silaturahmi juga dengan teman kerja di sini. “Masih sempat besok (hari ini) silaturahmi. Masuk kerja juga masih ada satu hari. Jadi bisa rehat juga,” ujar pria asal Klaten itu.

Penumpang lain, Waluyo menuturkan, dia memilih balik lebih awal dari Pulau Jawa, karena ingin silaturahmi dengan mertuanya di Hulu Sungai Selatan. “Gantian mas, kemarin istri yang silaturahmi ke tempat saya di Banyuwangi, sekarang saya yang silaturahmi,” tuturnya.

Mudik kali ini sebutnya sangat bermakna. Pasalnya, sudah 2 tahun dia tak pernah pulang ke kampung halaman merayakan lebaran. Pandemi Covid-19 adalah yang menjadi faktornya. “Ketika dibolehkan kemarin oleh pemerintah, saya langsung beli tiket. Tak pikir panjang lagi, harus mudik,” ucapnya.

Tak hanya penumpang yang menuju Kalsel, rupanya penumpang kapal laut di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin juga ada yang menuju provinsi tetangga seperti Kalteng dan Kaltim. Bahkan ada yang pakai kendaraan roda empat. Salah satunya adalah Anwar, pria asal Samarinda ini sengaja membawa mobilnya ke kampung halamannya di Madiun.

Dia beralasan, selain juga membawa keluarganya. Saat tiba di Pelabuhan Tanjung Perak pun tak perlu lagi mencari angkutan. “Membawa kendaraan juga bisa buat jalan-jalan di kampung halaman sekaligus mendatangi keluarga yang jauh di sana,” ucapnya.

Sementara, pihak PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Regional 3 Banjarmasin mengatakan, kedatangan penumpang di arus balik kemarin, masih sedikit. Diprediksi puncaknya hari ini dan besok. “Hari ini ada 700 penumpang. Kami prediksi besok dan Minggu akan banyak lagi,” ujar Deputi Manager Perencanaan dan Pengendalian Terminal Penumpang Trisakti Banjarmasin, Syahrial Murjani kemarin.

Terpisah Kepala Cabang PT Dharma Lautan Utama (DLU) Banjarmasin Anton Wahyudi, mengungkapkan, hari ini akan tiba lagi satu kapal dari Surabaya. Jumlah penumpangnya sama dengan sandar kemarin. “Tak hanya penumpang, ada kendaraan roda dua dan empat juga yang akan sandar,” ungkapnya kemarin.

Dia menambahkan, tak hanya ramai yang datang melalui Pelabuhan Trisakti Banjarmasin. Keberangkatan menuju Pelabuhan Tanjung Perak pun masih ramai. Menurutnya, selain ada yang ingin silaturahmi pasca Lebaran, sekolah pun sudah mulai masuk. “Contohnya ada yang mondok di Pulau Jawa. Lumayan yang berangkat, tapi jumlahnya memang tak bisa disamakan dengan mudik lalu,” tuturnya.(mof/ris/sal/dly/shn/mar/bar/mal/by/ran)

MARTAPURA – H+4 lebaran menandai mulainya kepadatan arus balik. Lalu lintas di jalan protokol di Kabupaten Banjar, kemarin (6/5) tampak ramai.

Hanya saja ramainya pengendara belum sampai mengakibatkan kemacetan. Beberapa titik yang biasanya macet ketika arus mudik dan balik pun terlihat masih lancar.

Di Jalan A Yani, Simpang Kalampayan, Kecamatan Astambul misalnya. Dari pantauan Radar Banjarmasin, arus lalu lintas di sana tampak masih ramai lancar. Biasanya, akan terjadi kemacetan di lokasi ini apabila volume kendaraan meningkat.

Kapolres Banjar AKBP Doni Hadi melalui Kabag Ops Polres Banjar Kompol Abdul Mufid mengatakan, hingga H+4 Lebaran di Kabupaten Banjar belum terjadi kepadatan karena puncak arus balik diprediksi baru terjadi Sabtu hari ini (7/5) dan Minggu besok (8/5).

“Puncak arus balik Lebaran kemungkinan Sabtu dan Minggu, sehingga sampai hari ini (kemarin) arus lalu lintas masih ramai lancar,” katanya.

Ramainya kendaraan hingga H+4 sendiri ujar dia, sebagian besar menuju ke tempat wisata. “Jadi kendaraan yang ramai ini banyak ke tempat wisata. Bukan karena puncak arus balik,” ujarnya.

Oleh karena itu, Mufid menyampaikan, pihaknya tengah fokus mengurai kendaraan di lokasi wisata di Kabupaten Banjar. “Di tempat kita paling ramai di Tahura Sultan Adam Mandiangin dan Waduk Riam Kanan,” ucapnya.

Kasat Lantas Polres Banjar AKP Anton Suyono juga memprediksi arus balik akan terjadi pada hari ini dan besok. “Arus balik, kita antisipasi pada hari Sabtu (7/5) dan Minggu (8/5). Karena pegawai dan anak sekolah sudah masuk hari Senin (9/5),” katanya.

Untuk mengantisipasi puncak arus balik, dia menuturkan, pihaknya sudah menyiapkan tim urai yang langsung turun ke lapangan apabila terjadi kemacetan. “Mereka bertugas mengatur arus lalu lintas agar bisa kembali lancar,” tuturnya.

Lanjutnya, seandainya dari arah Hulu Sungai ke Martapura terjadi kemacetan maka akan dilakukan contraflow atau lawan arus sebagai antisipasi. “Khususnya di daerah Jembatan Kembar Pesayangan di Martapura,” terangnya.

Disinggung bagaimana selama arus mudik sebelum Lebaran, Anton menyebut, tidak ada kemacetan fatal. “Hanya sempat terjadi kepadatan pada H-1 Lebaran sejak pagi hingga sore, tapi setelah itu lancar,” sebutnya.

Dia menyampaikan, titik padat pada arus mudik ada di wilayah Jalan A Yani Km 6 sampai Km 17. “Justru di daerah Astambul, Mataraman dan Simpang Empat negatif perlambatan kendaraan,” pungkasnya.

Sementara itu, volume kendaraan yang melalui jalan-jalan protokol yang ada di Kabupaten Tanah Laut (Tala) mulai menurun dibandingkan awal lebaran kemarin.

Titik-titik yang biasanya terjadi kemacetan, seperti di Rest Area Gunung Kayangan hingga Bundaran SPBU Angsau dan dari SPBU Angsau menuju objek wisata Pantai Takisung serta Batakan Baru terlihat ramai lancar.

Kepala Dishub Tala Gentry Yuliantono mengatakan lalu lintas di jalan-jalan di Tala ramai lancar “Rabu kemarin itu tinggi-tingginya lalu lintas yang terjadi di Tala, sementara hari ini dan kemarin sudah melandai,” ucapnya seraya mengatakan lalu lintas di Tala kemungkinan akan kembali meningkat pada akhir pekan.

Sepanjang jalan Kabupaten Tapin kendaraan juga sudah mengalami peningkatan meski arus lalu lintas masih lancar.

KBO Lantas Ipda M Ariza Sabtu dan Minggu puncak arus balik akan terjadi. Pihaknya pun akan selalu standby.“Berdasarkan pemantauan kita di posko pelayanan dan pengamanan, jam padat lalu lintas dari sore sampai malam. Didominasi roda dua,” tuturnya di Posko Pelayanan Bundaran Dulang Rantau.

Baca Juga :  Jelang Libur Lebaran, Terminal Pal 6 Masih Sepi

Karena kepadatan terjadi pada sore hingga malam, Ariza mengimbau kepada pemudik untuk menghindari jam-jam tersebut untuk berkendara.“Yang lebih penting utamakan keselamatan, kalau lelah atau mengantuk singgah ke pos pengamanan dan pelayanan untuk istirahat,” pungkasnya.

Pos Pelayanan Sungai Raya di kawasan bundaran, Hamalau HSS dari arah Banjarmasin menuju hulu sungai juga terlihat landai namun lancar. Begitu juga sebaliknya dari arah hulu sungai ke Banjarmasin.

Kasi Humas Polres HSS, Ipda Purwadi mengatakan sampai siang hari sekitar pukul 15.30 Wita, H+5 arus balik lebaran di wilayah Kabupaten HSS saat ini ramai lancar. “Memang sempat terjadi kemacetan di Kecamatan Angkinang. Tapi beberapa jam saja,” ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (6/5) kemarin.

Kemacetan yang cukup signifikan hanya terjadi dari arah Barabai menuju Banjarmasin, tepatnya di Kecamatan Haruyan, Hulu Sungai Tengah (HST) Jumat (6/5) sekira pukul 09.00 Wita.

Anggota Polsek Haruyan Bripka Purwaning Tias di lokasi mengatakan, kemacetan ini disebabkan karena adanya pasar Jumat di Kecamatan Angkinang, Hulu Sungai Selatan. Letak pasar di pinggir jalan membuat arus lalulintas melambat karena terganjal mobil yang parkir di tepi jalan pasar.

“Keadaan ini ditambah ruas jalan yang sempit. Ada juga warga yang meminta sumbangan di tengah jalan. Alhasil macet tidak dapat dihindarkan,” ujarnya kepada Radar Banjarmasin.

Untuk mengurai kemacetan pihaknya memberlakukan pengalihan jalan. Jalur para pengendara mobil dan motor dialihkan menuju Desa Pangambau Hilir Luar menuju Desa Longawang, Hulu Sungai Selatan.

“Alhamdulillah sekira pukul 11.23 kondisi kemacetan perlahan terurai,” ucapnya. Polisi mengimbau agar pengendara tetap hati-hati dan waspada. Diperkirakan arus balik pemudik dari Hulu Sungai menuju Banjarmasin masih terus berlangsung hingga Minggu 8 Mei 2022 nanti.

Pantauan lapangan di dua simpang empat yakni Simpang Empat Banua Lima dan Simpang Empat Paliwara di Kecamatan Amuntai Tengah Kabupaten Hulu Sungai Utara juga tak menunjukkan kemacetan berarti. Semua arus lalu lintas masih dalam keadaan ramai lancar.

Kapolres HSU AKBP Afri Darmawan SIK, melalui Kasat Lantas AKP Jamadiano, mengatakan arus balik hari ini (kemarin) masih dalam keadaan belum ada kecamatan berarti pada dua simpang empat di kota ini.

“Pimpinan (kapolres) dan pejabat utama melakukan pengecekan kesiapan personil di pos pelayanan di rest area Putri Junjung Buih Desa Muara Tapus. Belum ada peningkatan arus balik,” sampainya.

Untuk puncak arus mudik jawab kasat kemungkinan malam ini (Jumat) dan Sabtu hari ini. “Kemacetan biasanya dipicu sempitnya jalan trans kalimantan di Jalan Lambung Mangkurat Desa Palampitan Hulu dan hilir. Namun sampai hari ini pada arus balik ini belum terlihat,” terangnya.

Pantauan lalulintas di Kabupaten Batola juga terlihat lancar. Tidak ada kemacetan. Kepadatan pengendara hanya terjadi di perempatan Handil Bakti dan Jembatan Alalak I.

Kapolres Batola AKBP Lalu Moh Syahir Arif melalui Kasi Humas Polres Batola AKP Abdul Malik mengatakan sampai saat ini negatif ada kemacetan di Batola, “Untuk fluktuasi jumlah kendaraan terbanyak perempatan Handil Bakti pada waktu sore hari sekitar pukul 16.00 Wita,” ujarnya sembari berharap pengguna jalan agar hati hati-hati.

Baca Juga :  Tanah Laut Siapkan Tiga Posko Pengamanan

Pemudik Mulai Berdatangan lewat Pelabuhan

Arus balik penumpang yang melalui pelabuhan Trisakti Banjarmasin juga diprediksi akan terjadi hari ini hingga Minggu (8/5) besok.

Kemarin, pelabuhan juga kembali dipadati penumpang. Sekitar 700 penumpang dari keberangkatan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, sandar kemarin siang.

Selain penumpang, ada sebanyak 33 sepeda motor dan 80 kendaraan kecil dan sedang yang ikut sandar. “Saya memilih hari ini karena takut besok akan membeludak di dalam kapal,” tutur Sofian yang datang dengan kendaraan roda 2 kemarin.

Dia sengaja memilih transportasi kapal laut untuk balik ke tempat kerjanya di Kabupaten Tanah Laut. Pasalnya selain bisa membawa sepeda motornya dari kampung, tarifnya pun lebih murah. “Tak mampu beli tiket pesawat, apalagi saya berencana membawa sepeda motor ke sini,” tuturnya kemarin.

Meski mulai masuk kerja pada Senin (9/5) nanti, dia sengaja memilih berangkat lebih dulu. Alasannya dia ingin silaturahmi juga dengan teman kerja di sini. “Masih sempat besok (hari ini) silaturahmi. Masuk kerja juga masih ada satu hari. Jadi bisa rehat juga,” ujar pria asal Klaten itu.

Penumpang lain, Waluyo menuturkan, dia memilih balik lebih awal dari Pulau Jawa, karena ingin silaturahmi dengan mertuanya di Hulu Sungai Selatan. “Gantian mas, kemarin istri yang silaturahmi ke tempat saya di Banyuwangi, sekarang saya yang silaturahmi,” tuturnya.

Mudik kali ini sebutnya sangat bermakna. Pasalnya, sudah 2 tahun dia tak pernah pulang ke kampung halaman merayakan lebaran. Pandemi Covid-19 adalah yang menjadi faktornya. “Ketika dibolehkan kemarin oleh pemerintah, saya langsung beli tiket. Tak pikir panjang lagi, harus mudik,” ucapnya.

Tak hanya penumpang yang menuju Kalsel, rupanya penumpang kapal laut di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin juga ada yang menuju provinsi tetangga seperti Kalteng dan Kaltim. Bahkan ada yang pakai kendaraan roda empat. Salah satunya adalah Anwar, pria asal Samarinda ini sengaja membawa mobilnya ke kampung halamannya di Madiun.

Dia beralasan, selain juga membawa keluarganya. Saat tiba di Pelabuhan Tanjung Perak pun tak perlu lagi mencari angkutan. “Membawa kendaraan juga bisa buat jalan-jalan di kampung halaman sekaligus mendatangi keluarga yang jauh di sana,” ucapnya.

Sementara, pihak PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Regional 3 Banjarmasin mengatakan, kedatangan penumpang di arus balik kemarin, masih sedikit. Diprediksi puncaknya hari ini dan besok. “Hari ini ada 700 penumpang. Kami prediksi besok dan Minggu akan banyak lagi,” ujar Deputi Manager Perencanaan dan Pengendalian Terminal Penumpang Trisakti Banjarmasin, Syahrial Murjani kemarin.

Terpisah Kepala Cabang PT Dharma Lautan Utama (DLU) Banjarmasin Anton Wahyudi, mengungkapkan, hari ini akan tiba lagi satu kapal dari Surabaya. Jumlah penumpangnya sama dengan sandar kemarin. “Tak hanya penumpang, ada kendaraan roda dua dan empat juga yang akan sandar,” ungkapnya kemarin.

Dia menambahkan, tak hanya ramai yang datang melalui Pelabuhan Trisakti Banjarmasin. Keberangkatan menuju Pelabuhan Tanjung Perak pun masih ramai. Menurutnya, selain ada yang ingin silaturahmi pasca Lebaran, sekolah pun sudah mulai masuk. “Contohnya ada yang mondok di Pulau Jawa. Lumayan yang berangkat, tapi jumlahnya memang tak bisa disamakan dengan mudik lalu,” tuturnya.(mof/ris/sal/dly/shn/mar/bar/mal/by/ran)

Most Read

Artikel Terbaru

/