alexametrics
28.1 C
Banjarmasin
Saturday, 21 May 2022

Sungai Desa Miawa Ramai Dikunjungi

RANTAU – Kabupaten Tapin mempunyai tempat yang ramai dikunjungi saat libur lebaran tahun ini. Salah satunya adalah wisata air di Desa Miawa, Kecamatan Piani.

Walaupun hanya sungai, tapi banyak warga yang datang ke sana. Salah satunya Noor Hayu, warga Kecamatan Tapin Utara yang berwisata bersama keluarga.

Menurutnya, suasana di sungai ini sejuk, meskipun tidak ada fasilitas pendukung seperti objek wisata lain. Suasana yang masih asri adalah daya tarik tersendiri baginya.

“Ini mengingatkan saya saat tahun 80 an dahulu, saat sungai Tapin di belakang rumah bisa dinikmati seperti ini,” tuturnya, Rabu (4/5).

Memang, saat ini sungai Tapin tidak bisa dinikmati seperti dahulu lagi, karena kondisinya yang keruh, kotor dan banyak sampah di sana.

Baca Juga :  Tanpa Tes di Bandara, Saatnya Wisata Kalsel Bangkit Lagi

“Hitung-hitung nostalgia sambil liburan bersama keluarga saya ke sini,” tuturnya.

Banyaknya pengunjung yang datang ke sana, berdampak positif bagi perekonomian warga di sana.

“Alhamdulillah, jualan saya ramai. Biasanya Sabtu dan Minggu saja orang datang ke sini, tapi liburan Idulfitri, hampir ratusan orang silih berganti datang,” kata Aman, pedagang makanan di sana.

Camat Piani, Ari Wijaya mengatakan, akan mengelola Sungai Miawa menjadi objek wisata. Rencana pengelolaannya dari desa setempat.

“Melihat kunjungan lima tahun terakhir ini yang banyak, tentu akan dikelola serius oleh desa,” jelasnya.

Pengelolaan yang dimaksud, yakni menyediakan kamar ganti, spot foto dan tempat khusus untuk pedagang setempat. “Yang jelas akan ditata lebih baik,” tegasnya. (dly)

Baca Juga :  Pandemi Melandai, Wisata Sungai Biuku Malah Ditutup

RANTAU – Kabupaten Tapin mempunyai tempat yang ramai dikunjungi saat libur lebaran tahun ini. Salah satunya adalah wisata air di Desa Miawa, Kecamatan Piani.

Walaupun hanya sungai, tapi banyak warga yang datang ke sana. Salah satunya Noor Hayu, warga Kecamatan Tapin Utara yang berwisata bersama keluarga.

Menurutnya, suasana di sungai ini sejuk, meskipun tidak ada fasilitas pendukung seperti objek wisata lain. Suasana yang masih asri adalah daya tarik tersendiri baginya.

“Ini mengingatkan saya saat tahun 80 an dahulu, saat sungai Tapin di belakang rumah bisa dinikmati seperti ini,” tuturnya, Rabu (4/5).

Memang, saat ini sungai Tapin tidak bisa dinikmati seperti dahulu lagi, karena kondisinya yang keruh, kotor dan banyak sampah di sana.

Baca Juga :  Pandemi Melandai, Wisata Sungai Biuku Malah Ditutup

“Hitung-hitung nostalgia sambil liburan bersama keluarga saya ke sini,” tuturnya.

Banyaknya pengunjung yang datang ke sana, berdampak positif bagi perekonomian warga di sana.

“Alhamdulillah, jualan saya ramai. Biasanya Sabtu dan Minggu saja orang datang ke sini, tapi liburan Idulfitri, hampir ratusan orang silih berganti datang,” kata Aman, pedagang makanan di sana.

Camat Piani, Ari Wijaya mengatakan, akan mengelola Sungai Miawa menjadi objek wisata. Rencana pengelolaannya dari desa setempat.

“Melihat kunjungan lima tahun terakhir ini yang banyak, tentu akan dikelola serius oleh desa,” jelasnya.

Pengelolaan yang dimaksud, yakni menyediakan kamar ganti, spot foto dan tempat khusus untuk pedagang setempat. “Yang jelas akan ditata lebih baik,” tegasnya. (dly)

Baca Juga :  Pengunjung Pantai Takisung Tembus 10 Ribu

Most Read

Artikel Terbaru

/