alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Friday, 20 May 2022

Mudik Pakai Mobil Dinas? Banjarmasin Memperbolehkan

BANJARMASIN – Jika pusat melarang ASN mudik dengan menyetir mobil dinas, sebaliknya Pemko Banjarmasin membolehkannya.

“Tidak apa-apa kalau pakai mobil dinas. Silakan saja, termasuk yang mau keluar daerah,” kata Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina kemarin (28/5).

Alasannya, liburan lebaran kali ini lumayan lama. Jika mobil-mobil berpelat merah itu ditinggal di garasi, Ibnu bertanya balik, siapa yang akan mengurusnya.

“Ketimbang diparkir di rumah saja, siapa yang ngurusnya,” tukasnya.

Dia mengacu pada pengalaman pelarangan pemakaian mobdin untuk mudik, lebaran beberapa tahun yang lewat. Terjadi penumpukan mobdin di halaman kantor.

“Malah teman-teman yang berjaga di sini (Balai Kota) malah kerepotan,” imbuhnya.

Namun, mantan Anggota DPRD Kalsel itu mewanti-wanti. Ada risiko dan ongkos yang harus ditanggung PNS.
Selama mudik, kerusakan atau kecelakaan berada di luar tanggungan anggaran pemerintah.

Baca Juga :  Hari ini Diprediksi Puncak Arus Balik

“Ongkos perawatan selama mudik ditanggung kantong pribadi. Tidak boleh menggunakan klaim dinas,” tegasnya.

Dalih lainnya, belum ada instruksi resmi dari pusat untuk pelarangan tersebut.

“Belum ada. Yang penting kan tidak disalahgunakan. Misalnya sampai disewakan ke orang lain,” tutup Ibnu.

“Malah menjadi lebih bermanfaat,” timpal Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Banjarmasin, Ikhsan Budiman.

Bertentangan dengan pernyataan wali kota, sebenarnya Menteri PAN-RB Tjahjo Kumolo telah mengeluarkan edaran Nomor 13 Tahun 2022 tentang Cuti Idul Fitri. Di sana tertulis, pejabat pembina kepegawaian diminta memastikan tidak ada penggunaan mobdin untuk mudik, berlibur, dan kepentingan di luar dinas lainnya. (gmp/az/fud)

BANJARMASIN – Jika pusat melarang ASN mudik dengan menyetir mobil dinas, sebaliknya Pemko Banjarmasin membolehkannya.

“Tidak apa-apa kalau pakai mobil dinas. Silakan saja, termasuk yang mau keluar daerah,” kata Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina kemarin (28/5).

Alasannya, liburan lebaran kali ini lumayan lama. Jika mobil-mobil berpelat merah itu ditinggal di garasi, Ibnu bertanya balik, siapa yang akan mengurusnya.

“Ketimbang diparkir di rumah saja, siapa yang ngurusnya,” tukasnya.

Dia mengacu pada pengalaman pelarangan pemakaian mobdin untuk mudik, lebaran beberapa tahun yang lewat. Terjadi penumpukan mobdin di halaman kantor.

“Malah teman-teman yang berjaga di sini (Balai Kota) malah kerepotan,” imbuhnya.

Namun, mantan Anggota DPRD Kalsel itu mewanti-wanti. Ada risiko dan ongkos yang harus ditanggung PNS.
Selama mudik, kerusakan atau kecelakaan berada di luar tanggungan anggaran pemerintah.

Baca Juga :  Jalan Rusak Harus Selesai Sebelum Lebaran

“Ongkos perawatan selama mudik ditanggung kantong pribadi. Tidak boleh menggunakan klaim dinas,” tegasnya.

Dalih lainnya, belum ada instruksi resmi dari pusat untuk pelarangan tersebut.

“Belum ada. Yang penting kan tidak disalahgunakan. Misalnya sampai disewakan ke orang lain,” tutup Ibnu.

“Malah menjadi lebih bermanfaat,” timpal Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Banjarmasin, Ikhsan Budiman.

Bertentangan dengan pernyataan wali kota, sebenarnya Menteri PAN-RB Tjahjo Kumolo telah mengeluarkan edaran Nomor 13 Tahun 2022 tentang Cuti Idul Fitri. Di sana tertulis, pejabat pembina kepegawaian diminta memastikan tidak ada penggunaan mobdin untuk mudik, berlibur, dan kepentingan di luar dinas lainnya. (gmp/az/fud)

Most Read

Artikel Terbaru

/