alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Rabu, 18 Mei 2022

Kasus Arisan Online Disidangkan Usai Lebaran

BANJARMASIN – Berkas kasus bandar arisan online, Rizky Amelia sudah dinyatakan P21 oleh penyidik Kejaksaan Negeri Banjarmasin.

“Benar, berkas perkaranya sudah dinyatakan lengkap atau P21,” kata Kepala Subseksi Prapenuntutan Tindak Pidana Umum Kejari, Radityo Wisnu Aji kemarin (27/4).

Dituturkannya, penetapan P21 itu terjadi beberapa hari yang lewat. “Dari penyidik kepolisian ke kejaksaan, tanggal 21 April. Lalu diserahkan barang bukti perkara,” terangnya.

Selanjutnya, membereskan hal-hal administrasi untuk pelimpahan ke Pengadilan Negeri Banjarmasin. Guna menentukan tanggal persidangan.

“Rencananya setelah lebaran kami ajukan ke PN,” lanjut Radityo yang juga menjadi jaksa penuntut umum (JPU) dalam kasus ini.

Mengingat banyaknya jumlah korban, persidangan digelar bertahap. Perkara pertama hanya tujuh korban dengan kerugian sekitar Rp650 juta.

“Informasi yang kami terima, di Polresta Banjarmasin ada dua perkara yang sedang ditangani. Satu sudah lengkap. Sedangkan di Polda Kalsel juga masih ada dua perkara,” bebernya.

Baca Juga :  Pemilik Tempat Usaha Arisan Ikut Diperiksa, Polisi Lacak Aliran Dana Arisan

Barang bukti yang disita, berupa sebuah rumah di Jalan Pramuka, Banjarmasin Timur. Ditaksir nilainya Rp550 juta.

Lalu, uang sebesar Rp90 juta. Ditambah barang-barang bermerek dan mahal dari tas, baju, sandal dan sepatu.

Hasil penyidikan, Rizky sebenarnya tak pernah menciptakan sistem arisan daring seperti yang ia klaim di depan calon korban. “Sudah diakui oleh tersangka,” ujarnya.

Maka, perempuan 25 tahun itu didakwa dengan pasal berlapis. Dari penipuan, penggelapan, hingga UU ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik).

“Karena dia menawarkan arisannya lewat media sosial Instagram,” pungkasnya.

Mengembalikan Kerugian

Disinggung terkait peluang korban penipuan untuk mendapatkan uangnya kembali, Radityo menjelaskan, ada beberapa langkah yang bisa ditempuh.

Pertama, melalui gugatan ganti rugi yang digabungkan dengan perkara pidana.

Kedua, menggunakan metode restitusi tindak pidana. Namun, prosesnya lebih rumit, karena para korban harus membuat satu perkumpulan terlebih dahulu yang kemudian didata secara faktual.

Baca Juga :  Arisan Fiktif untuk Gaya Hidup, Ibu Rumah Tangga Gasak Miliaran Rupiah

“Setelah itu, data tersebut dimintakan penetapan ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Dari situ akan keluar surat keputusan (SK),” jelasnya.

Barulah nanti gugatan restitusi digabung dengan tuntutan pidana, sehingga barang bukti yang disita dapat dihitung sebagai pengembalian kerugian.

Kendati demikian, melihat dari yang disita polisi sejauh ini, nilainya belum mencukupi kerugian korban.

“Ini yang masih diusahakan penyidik untuk menelusuri aset-aset terdakwa. Kalau bisa ditemukan aset tambahan atau sisa uang, mungkin bisa disita lagi. Menjadi alat bukti lalu diperhitungkan sebagai pengembalian kerugian korban,” pungkasnya.

Diwartakan sebelumnya, Rizky menjadi tersangka bersama suaminya, Briptu Mahesa Satria. Anggota di Polresta Banjarmasin. Setidaknya, ada 300 orang yang mengaku menjadi korban arisan bodong ini. Kerugiannya ditaksir mencapai Rp8,7 miliar. (gmp/az/fud)

BANJARMASIN – Berkas kasus bandar arisan online, Rizky Amelia sudah dinyatakan P21 oleh penyidik Kejaksaan Negeri Banjarmasin.

“Benar, berkas perkaranya sudah dinyatakan lengkap atau P21,” kata Kepala Subseksi Prapenuntutan Tindak Pidana Umum Kejari, Radityo Wisnu Aji kemarin (27/4).

Dituturkannya, penetapan P21 itu terjadi beberapa hari yang lewat. “Dari penyidik kepolisian ke kejaksaan, tanggal 21 April. Lalu diserahkan barang bukti perkara,” terangnya.

Selanjutnya, membereskan hal-hal administrasi untuk pelimpahan ke Pengadilan Negeri Banjarmasin. Guna menentukan tanggal persidangan.

“Rencananya setelah lebaran kami ajukan ke PN,” lanjut Radityo yang juga menjadi jaksa penuntut umum (JPU) dalam kasus ini.

Mengingat banyaknya jumlah korban, persidangan digelar bertahap. Perkara pertama hanya tujuh korban dengan kerugian sekitar Rp650 juta.

“Informasi yang kami terima, di Polresta Banjarmasin ada dua perkara yang sedang ditangani. Satu sudah lengkap. Sedangkan di Polda Kalsel juga masih ada dua perkara,” bebernya.

Baca Juga :  Terlibat Arisan Bodong, Suami Rizky Amelia Jadi Tersangka

Barang bukti yang disita, berupa sebuah rumah di Jalan Pramuka, Banjarmasin Timur. Ditaksir nilainya Rp550 juta.

Lalu, uang sebesar Rp90 juta. Ditambah barang-barang bermerek dan mahal dari tas, baju, sandal dan sepatu.

Hasil penyidikan, Rizky sebenarnya tak pernah menciptakan sistem arisan daring seperti yang ia klaim di depan calon korban. “Sudah diakui oleh tersangka,” ujarnya.

Maka, perempuan 25 tahun itu didakwa dengan pasal berlapis. Dari penipuan, penggelapan, hingga UU ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik).

“Karena dia menawarkan arisannya lewat media sosial Instagram,” pungkasnya.

Mengembalikan Kerugian

Disinggung terkait peluang korban penipuan untuk mendapatkan uangnya kembali, Radityo menjelaskan, ada beberapa langkah yang bisa ditempuh.

Pertama, melalui gugatan ganti rugi yang digabungkan dengan perkara pidana.

Kedua, menggunakan metode restitusi tindak pidana. Namun, prosesnya lebih rumit, karena para korban harus membuat satu perkumpulan terlebih dahulu yang kemudian didata secara faktual.

Baca Juga :  Pemilik Tempat Usaha Arisan Ikut Diperiksa, Polisi Lacak Aliran Dana Arisan

“Setelah itu, data tersebut dimintakan penetapan ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Dari situ akan keluar surat keputusan (SK),” jelasnya.

Barulah nanti gugatan restitusi digabung dengan tuntutan pidana, sehingga barang bukti yang disita dapat dihitung sebagai pengembalian kerugian.

Kendati demikian, melihat dari yang disita polisi sejauh ini, nilainya belum mencukupi kerugian korban.

“Ini yang masih diusahakan penyidik untuk menelusuri aset-aset terdakwa. Kalau bisa ditemukan aset tambahan atau sisa uang, mungkin bisa disita lagi. Menjadi alat bukti lalu diperhitungkan sebagai pengembalian kerugian korban,” pungkasnya.

Diwartakan sebelumnya, Rizky menjadi tersangka bersama suaminya, Briptu Mahesa Satria. Anggota di Polresta Banjarmasin. Setidaknya, ada 300 orang yang mengaku menjadi korban arisan bodong ini. Kerugiannya ditaksir mencapai Rp8,7 miliar. (gmp/az/fud)

Most Read

Artikel Terbaru

/