alexametrics
33.1 C
Banjarmasin
Rabu, 18 Mei 2022

Berburu 2 Pekan, Sita Sabu 8,1 Kg dari Jaringan Pengedar Internasional

BANJARMASIN – Dua pekan berburu, Satresnarkoba Polresta Banjarmasin berhasil menyita narkotika jenis sabu dengan berat 8,1 kilogram.

Ada lima orang yang memiliki barang haram tersebut, mereka masih satu jaringan.

Kasus ini berawal dari penangkapan M Rifianno, 26 tahun, warga Landasan Ulin Kota Banjarbaru.
Pada 7 April, dia diringkus dengan barang bukti 2,3 kilogram (2.349 gram) sabu yang dibungkus dalam delapan paket.

Dalam interogasi, diperoleh informasi yang berujung pada penangkapan pada 23 April di sebuah kios ponsel di Jalan Sultan Adam, Banjarmasin Utara.

Ada tiga orang. Ditambah sitaan barang bukti 1,9 kilogram sabu (1.989 gram).

Mereka adalah Samaan Noor, 34 tahun, warga Simpang Anem Banjarmasin Barat. Lalu M Ramli, 32 tahun, warga Antasan Kecil Timur Dalam Banjarmasin Utara. Terakhir Ilyas Malik, 40 tahun, warga Sungai Miai Dalam Banjarmasin Utara.

Baca Juga :  Pelajar 14 Tahun Diduga Jualan Sabu di Cempaka Banjarbaru

Hasil pengembangan kasus, hanya berselang 11 jam, kembali diciduk M Noval. Pria 27 tahun ini warga Sungai Tiung, Kota Banjarbaru.

Ditangkap dari sebuah indekos di kawasan Banjar Indah, Banjarmasin Selatan.

Di sini ditemukan 10 paket sabu dengan berat 3,7 kilogram (3.763 gram).

Kapolresta Banjarmasin, Kombes Pol Sabana Atmojo Martosumito mengatakan, penangkapan besar ini berkat tim yang dipimpin Kompol Mars Suryo Kartiko.

“Barang bukti ini nilainya Rp11 milair lebih. Peredaran narkotika memang menggiurkan. Siapa yang lemah imannya pasti tergoda,” ujarnya.

Dia juga memuji laporan-laporan masyarakat yang membantu polisi. “Berawal dari laporan warga, lalu diselidiki secara mendalam,” tambahnya.

Sabu atau metamfetamina itu dibungkus dalam kemasan teh hijau merek China.

Baca Juga :  Diringkus Usai Konsumsi Sabu di Gang Mutiara

“Ini jaringan internasional, berasal dari Malaysia dan Singapura. Mereka ini jaringan Mr M. Identitasnya sudah kami kantongi dan sedang diburu,” tegasnya.

Selain untuk dipasarkan di Kalsel, sabu ini juga hendak diedarkan ke Kalteng.

“Mereka mengaku baru sekali. Pemain baru. Tertarik oleh upahnya,” jelasnya.

Sementara itu, Kasat Narkoba Kompol Mars menambahkan, ketiga kasus ini merupakan kasus terpisah. “Tidak ada kaitannya dengan Operasi Antik Intan bulan lalu,” jelasnya.

Dia memuji anak buahnya yang bekerja siang dan malam, berpindah dari satu titik penyelidikan ke titik lain. “Dua pekan kami baru bisa memperoleh titik terang,” tutupnya. (lan/az/fud)

BANJARMASIN – Dua pekan berburu, Satresnarkoba Polresta Banjarmasin berhasil menyita narkotika jenis sabu dengan berat 8,1 kilogram.

Ada lima orang yang memiliki barang haram tersebut, mereka masih satu jaringan.

Kasus ini berawal dari penangkapan M Rifianno, 26 tahun, warga Landasan Ulin Kota Banjarbaru.
Pada 7 April, dia diringkus dengan barang bukti 2,3 kilogram (2.349 gram) sabu yang dibungkus dalam delapan paket.

Dalam interogasi, diperoleh informasi yang berujung pada penangkapan pada 23 April di sebuah kios ponsel di Jalan Sultan Adam, Banjarmasin Utara.

Ada tiga orang. Ditambah sitaan barang bukti 1,9 kilogram sabu (1.989 gram).

Mereka adalah Samaan Noor, 34 tahun, warga Simpang Anem Banjarmasin Barat. Lalu M Ramli, 32 tahun, warga Antasan Kecil Timur Dalam Banjarmasin Utara. Terakhir Ilyas Malik, 40 tahun, warga Sungai Miai Dalam Banjarmasin Utara.

Baca Juga :  Musnahkan 1,7 Kg Sabu dan 104 Butir Ekstasi

Hasil pengembangan kasus, hanya berselang 11 jam, kembali diciduk M Noval. Pria 27 tahun ini warga Sungai Tiung, Kota Banjarbaru.

Ditangkap dari sebuah indekos di kawasan Banjar Indah, Banjarmasin Selatan.

Di sini ditemukan 10 paket sabu dengan berat 3,7 kilogram (3.763 gram).

Kapolresta Banjarmasin, Kombes Pol Sabana Atmojo Martosumito mengatakan, penangkapan besar ini berkat tim yang dipimpin Kompol Mars Suryo Kartiko.

“Barang bukti ini nilainya Rp11 milair lebih. Peredaran narkotika memang menggiurkan. Siapa yang lemah imannya pasti tergoda,” ujarnya.

Dia juga memuji laporan-laporan masyarakat yang membantu polisi. “Berawal dari laporan warga, lalu diselidiki secara mendalam,” tambahnya.

Sabu atau metamfetamina itu dibungkus dalam kemasan teh hijau merek China.

Baca Juga :  Pelajar 14 Tahun Diduga Jualan Sabu di Cempaka Banjarbaru

“Ini jaringan internasional, berasal dari Malaysia dan Singapura. Mereka ini jaringan Mr M. Identitasnya sudah kami kantongi dan sedang diburu,” tegasnya.

Selain untuk dipasarkan di Kalsel, sabu ini juga hendak diedarkan ke Kalteng.

“Mereka mengaku baru sekali. Pemain baru. Tertarik oleh upahnya,” jelasnya.

Sementara itu, Kasat Narkoba Kompol Mars menambahkan, ketiga kasus ini merupakan kasus terpisah. “Tidak ada kaitannya dengan Operasi Antik Intan bulan lalu,” jelasnya.

Dia memuji anak buahnya yang bekerja siang dan malam, berpindah dari satu titik penyelidikan ke titik lain. “Dua pekan kami baru bisa memperoleh titik terang,” tutupnya. (lan/az/fud)

Most Read

Artikel Terbaru

/