alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Friday, 20 May 2022

Mulai Ramai Warga Belanja Lebaran

BANJARBARU – Nyaris jadi kebiasaan menjelang lebaran, sejumlah pasar maupun pusat perbelanjaan hingga ritel modern mulai diserbu warga. Salah satu yang jadi incaran yakni bahan pokok penting (bapokting) dan sejumlah keperluan lainnya.

Di Kota Banjarbaru, fenomena ini mulai nampak. Pasar, pusat perbelanjaan dan ritel modern mulai tampak padat pengunjung. Meskipun belum sampai membeludak dan berjejal.

Salah satu karyawan di pusat perbelanjaan modern di Panglima Batur menyebut bahwa kenaikan jumlah pembeli setidaknya tercatat sejak tiga hari terakhir, khususnya di akhir pekan.

“Lumayan mulai padat, kebanyakan kebutuhan rumah tangga atau dapur yang dibeli. Kalau dibanding tahun sebelumnya, tahun ini lebih ramai karena pandemi sudah mulai melandai juga kan,” kata Nadia.

Hal senada juga terjadi di pusat perbelanjaan modern lainnya di Banjarbaru. Bapokting menjadi yang paling dominan diburu oleh pembeli yang mayoritas kebanyakan ibu rumah tangga.

“Seingat saya dua hari terakhir yakni Sabtu dan Minggu yang ramai, sampai malam itu parkir penuh terus. Kebanyakan beli minyak goreng gitu sama sembako lainnya,” kata Baini, salah satu pegawai.

Adapun di pasar tradisional, peningkatan juga tampak terjadi. Meski masih belum sampai berjejal hingga membeludak, akan tetapi peningkatan ini cukup disyukuri para pedagang.

Baca Juga :  Sedang Hamil Tua, Pedagang Ayam ini Tewas Tertimpa Reruntuhan

Salah satu pedagang sembako di Pasar Bauntung, Munawarah menyebut jika memang ada kenaikan pengunjung meskipun daya belinya diakuinya masih belum begitu signifikan.

“Biasanya H-5 atau H-3 yang ramai, kalau sekarang belum terlalu. Tapi ini sudah mulai banyak, kebanyakan itu beli migor, telur sama keperluan dapur lainnya,” katanya.

Soal harga, ia menyebut memang ada sedikit kenaikan. Namun menurutnya kenaikan ini memang lumrah menjelang lebaran. “Ada naik sekitar Rp1000-2000, tapi tidak sampai melambung.”

Terpisah, Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Banjarbaru, Abdul Basid mengatakan jika pihaknya telah memantau terkait stok serta stabilitas harga di Banjarbaru.

Dari pantauan pihaknya, bahwa stok dan harga di pasaran masih dalam kategori aman. Bahkan, untuk stok di Banjarbaru, ia menyebut masih mampu terpenuhi untuk 6 bulan ke depan.

“Untuk stok masih aman, khususnya bapokting. Kalau soal harga, kita kira ada kenaikan atau gejolak menjelang lebaran itu wajar, karena ini terjadi di semua daerah, tak hanya di Banjarbaru,” katanya.

Kenaikan harga khususnya di Bapokting yang terjadi sekarang kata Basid dipengaruhi oleh permintaan dan daya beli masyarakat yang tinggi. Hal ini pandangnya memang selalu terjadi di momen ramadan hingga menjelang lebaran.

“Jadi memang ada permintaan lebih banyak, sehingga ada kenaikan. Tapi kita pantau kenaikan masih normal, artinya tak sampai melambung tinggi. Yang terpenting kita harus memastikan stok aman dulu, kalau harga itu sangat fluktuatif,” katanya.

Baca Juga :  Indomaret Minta Izin Buka di HSS

Di pasaran, minyak goreng memang kata Basid masih yang jadi serbuan pembeli. Namun terkait harga, sesuai kebijakan pusat, maka migor kemasan ujar Basid itu sangat fleksibel.

“Karena kebijakan HET sudah dicabut, jadi kalau yang migor kemasan itu tergantung mereknya, rata-rata dari 24-26 ribu perliternya. Kalau untuk yang migor curah, itu memang ada operasi pasar murahnya, ini bertahap kita lakukan,” tambahnya.

Ia juga mengklaim meski terjadi gejolak kenaikan harga, namun Disdag Banjarbaru ujarnya memastikan belum ada laporan atau aduan terjadinya kelangkaan barang menjelang lebaran.

“Alhamdulillah sejauh ini tidak ada laporan. Kita juga selalu memantau sekaligus mengingatkan agar stok barang yang paling diprioritaskan ada, jangan sampai langka,” imbuhnya.

Terakhir, pihaknya juga meminta agar pembeli bisa berbelanja secara bijak dan tak sampai berebut apalagi panic buying. Sebab diklaimnya bahwa stok barang di Banjarbaru masih aman.

“Juga kepada pedagang dan distributor agar tak bermain dalam momentum ini, jangan sengaja menahan barang untuk membuat harga melambung, ini juga akan kita awasi,” pungkasnya. (rvn/ij/bin)

BANJARBARU – Nyaris jadi kebiasaan menjelang lebaran, sejumlah pasar maupun pusat perbelanjaan hingga ritel modern mulai diserbu warga. Salah satu yang jadi incaran yakni bahan pokok penting (bapokting) dan sejumlah keperluan lainnya.

Di Kota Banjarbaru, fenomena ini mulai nampak. Pasar, pusat perbelanjaan dan ritel modern mulai tampak padat pengunjung. Meskipun belum sampai membeludak dan berjejal.

Salah satu karyawan di pusat perbelanjaan modern di Panglima Batur menyebut bahwa kenaikan jumlah pembeli setidaknya tercatat sejak tiga hari terakhir, khususnya di akhir pekan.

“Lumayan mulai padat, kebanyakan kebutuhan rumah tangga atau dapur yang dibeli. Kalau dibanding tahun sebelumnya, tahun ini lebih ramai karena pandemi sudah mulai melandai juga kan,” kata Nadia.

Hal senada juga terjadi di pusat perbelanjaan modern lainnya di Banjarbaru. Bapokting menjadi yang paling dominan diburu oleh pembeli yang mayoritas kebanyakan ibu rumah tangga.

“Seingat saya dua hari terakhir yakni Sabtu dan Minggu yang ramai, sampai malam itu parkir penuh terus. Kebanyakan beli minyak goreng gitu sama sembako lainnya,” kata Baini, salah satu pegawai.

Adapun di pasar tradisional, peningkatan juga tampak terjadi. Meski masih belum sampai berjejal hingga membeludak, akan tetapi peningkatan ini cukup disyukuri para pedagang.

Baca Juga :  Sepi Tapi Retribusi Naik, Pedagang Pasar Keraton Protes

Salah satu pedagang sembako di Pasar Bauntung, Munawarah menyebut jika memang ada kenaikan pengunjung meskipun daya belinya diakuinya masih belum begitu signifikan.

“Biasanya H-5 atau H-3 yang ramai, kalau sekarang belum terlalu. Tapi ini sudah mulai banyak, kebanyakan itu beli migor, telur sama keperluan dapur lainnya,” katanya.

Soal harga, ia menyebut memang ada sedikit kenaikan. Namun menurutnya kenaikan ini memang lumrah menjelang lebaran. “Ada naik sekitar Rp1000-2000, tapi tidak sampai melambung.”

Terpisah, Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Banjarbaru, Abdul Basid mengatakan jika pihaknya telah memantau terkait stok serta stabilitas harga di Banjarbaru.

Dari pantauan pihaknya, bahwa stok dan harga di pasaran masih dalam kategori aman. Bahkan, untuk stok di Banjarbaru, ia menyebut masih mampu terpenuhi untuk 6 bulan ke depan.

“Untuk stok masih aman, khususnya bapokting. Kalau soal harga, kita kira ada kenaikan atau gejolak menjelang lebaran itu wajar, karena ini terjadi di semua daerah, tak hanya di Banjarbaru,” katanya.

Kenaikan harga khususnya di Bapokting yang terjadi sekarang kata Basid dipengaruhi oleh permintaan dan daya beli masyarakat yang tinggi. Hal ini pandangnya memang selalu terjadi di momen ramadan hingga menjelang lebaran.

“Jadi memang ada permintaan lebih banyak, sehingga ada kenaikan. Tapi kita pantau kenaikan masih normal, artinya tak sampai melambung tinggi. Yang terpenting kita harus memastikan stok aman dulu, kalau harga itu sangat fluktuatif,” katanya.

Baca Juga :  Pusat Perbelanjaan Mulai Padat, Lebih Takut Copet daripada Corona

Di pasaran, minyak goreng memang kata Basid masih yang jadi serbuan pembeli. Namun terkait harga, sesuai kebijakan pusat, maka migor kemasan ujar Basid itu sangat fleksibel.

“Karena kebijakan HET sudah dicabut, jadi kalau yang migor kemasan itu tergantung mereknya, rata-rata dari 24-26 ribu perliternya. Kalau untuk yang migor curah, itu memang ada operasi pasar murahnya, ini bertahap kita lakukan,” tambahnya.

Ia juga mengklaim meski terjadi gejolak kenaikan harga, namun Disdag Banjarbaru ujarnya memastikan belum ada laporan atau aduan terjadinya kelangkaan barang menjelang lebaran.

“Alhamdulillah sejauh ini tidak ada laporan. Kita juga selalu memantau sekaligus mengingatkan agar stok barang yang paling diprioritaskan ada, jangan sampai langka,” imbuhnya.

Terakhir, pihaknya juga meminta agar pembeli bisa berbelanja secara bijak dan tak sampai berebut apalagi panic buying. Sebab diklaimnya bahwa stok barang di Banjarbaru masih aman.

“Juga kepada pedagang dan distributor agar tak bermain dalam momentum ini, jangan sengaja menahan barang untuk membuat harga melambung, ini juga akan kita awasi,” pungkasnya. (rvn/ij/bin)

Most Read

Artikel Terbaru

/