alexametrics
29.1 C
Banjarmasin
Thursday, 19 May 2022

Jangan Abaikan THR Karyawan

BANJARMASIN – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kalsel mewanti-wanti agar perusahaan segera membayarkan tunjangan hari raya (THR) keagamaan kepada karyawan mereka.

Dia mengingatkan, sesuai surat edaran Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor M/1/HK.04/IV/2022, penyaluran THR keagamaan wajib dibayar satu Minggu atau H-7 sebelum Lebaran. “Jangan sampai diabaikan. Saat ini kondisi ekonomi sudah tak seperti dua tahun lalu,” ujar Kepala Disnakertrans Kalsel, Irfan Sayuti kemarin.

Dia meminta kepada karyawan untuk aktif melaporkan jika perusahaanya abai terhadap kewajiban ini. “Laporkan kepada kami jika ada yang tak memenuhi kewajiban THR ini,” cetusnya.

Pihaknya sendiri akan membuka posko THR pada H-7 Lebaran mendatang. Di posko nanti petugas akan melayani aduan masyarakat karena tak dibayarkan kewajihan THR mereka. “Pelayanan dibuka selama hari kerja dari pukul 08.00 sampai 15.00 Wita. Silahkan datang langsung,” terangnya.

Baca Juga :  THR Karyawan Hotel Dicicil

Tak hanya membuka posko yang bisa melayani langsung tatap muka, pihaknya juga melayani melalui pesan Whatsapp. “Untuk pelayanan secara tatap muka dilakukan di Kantor Disnakertrans dan juga di Kantor Pengawasan Disnakertrans yang berada di 13 Kabupatan dan Kota,” imbuhnya.

Irfan menjelaskan, sesuai SE terbaru, mekanisme pembayaran THR tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya, yang mana kasus Covid-19 sudah mengalami penurunan dan perekonomian mulai pulih. Di mana pembayaran THR kembali seperti semula, yaitu satu bulan gaji bagi yang sudah bekerja minimal 12 bulan. Dan bagi yang kurang dari 12 bulan, dihitung secara proporsional. “Kalau tahun sebelumnya boleh dicicil, sekarang harus penuh,” paparnya.

Baca Juga :  Honor Guru Terlambat, Bakal Dicairkan Bertahap

Kepala Bidang Hubungan Industri Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Disnakertrans Kalsel, Muzalifah menambahkan bagi perusahaan tidak memberikan THR kepada pekerja, ada sanksinya.

Dia menjelaskan, berdasarkan Pasal 78 Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan, perusahaan atau pengusaha yang tidak patuh dalam pembayaran THR dapat dikenakan sanksi administratif berupa teguran tertulis, pembatasan kegiatan usaha, penghentian sementara sebagian atau seluruh alat produksi dan pembekuan kegiatan usaha. (mof/by/ran)

BANJARMASIN – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kalsel mewanti-wanti agar perusahaan segera membayarkan tunjangan hari raya (THR) keagamaan kepada karyawan mereka.

Dia mengingatkan, sesuai surat edaran Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor M/1/HK.04/IV/2022, penyaluran THR keagamaan wajib dibayar satu Minggu atau H-7 sebelum Lebaran. “Jangan sampai diabaikan. Saat ini kondisi ekonomi sudah tak seperti dua tahun lalu,” ujar Kepala Disnakertrans Kalsel, Irfan Sayuti kemarin.

Dia meminta kepada karyawan untuk aktif melaporkan jika perusahaanya abai terhadap kewajiban ini. “Laporkan kepada kami jika ada yang tak memenuhi kewajiban THR ini,” cetusnya.

Pihaknya sendiri akan membuka posko THR pada H-7 Lebaran mendatang. Di posko nanti petugas akan melayani aduan masyarakat karena tak dibayarkan kewajihan THR mereka. “Pelayanan dibuka selama hari kerja dari pukul 08.00 sampai 15.00 Wita. Silahkan datang langsung,” terangnya.

Baca Juga :  Upah Lembur Dinilai Tak Sesuai, Pekerja Listrik Mengancam Demo

Tak hanya membuka posko yang bisa melayani langsung tatap muka, pihaknya juga melayani melalui pesan Whatsapp. “Untuk pelayanan secara tatap muka dilakukan di Kantor Disnakertrans dan juga di Kantor Pengawasan Disnakertrans yang berada di 13 Kabupatan dan Kota,” imbuhnya.

Irfan menjelaskan, sesuai SE terbaru, mekanisme pembayaran THR tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya, yang mana kasus Covid-19 sudah mengalami penurunan dan perekonomian mulai pulih. Di mana pembayaran THR kembali seperti semula, yaitu satu bulan gaji bagi yang sudah bekerja minimal 12 bulan. Dan bagi yang kurang dari 12 bulan, dihitung secara proporsional. “Kalau tahun sebelumnya boleh dicicil, sekarang harus penuh,” paparnya.

Baca Juga :  THR Karyawan Hotel Dicicil

Kepala Bidang Hubungan Industri Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Disnakertrans Kalsel, Muzalifah menambahkan bagi perusahaan tidak memberikan THR kepada pekerja, ada sanksinya.

Dia menjelaskan, berdasarkan Pasal 78 Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan, perusahaan atau pengusaha yang tidak patuh dalam pembayaran THR dapat dikenakan sanksi administratif berupa teguran tertulis, pembatasan kegiatan usaha, penghentian sementara sebagian atau seluruh alat produksi dan pembekuan kegiatan usaha. (mof/by/ran)

Most Read

Artikel Terbaru

/