alexametrics
27.1 C
Banjarmasin
Friday, 27 May 2022

Awas Penipuan Bedah Rumah, Kakek Murtaji Salah Satu Korbannya

RANTAU – Dugaan penipuan dengan modus menawarkan program bedah rumah tapi membayar uang muka terlebih dahulu, mendadak menghebohkan warga Kecamatan Binuang. Apalagi ada beberapa orang yang sudah tertipu dan membayarkan uang muka tersebut.

Sebut saja kakek Murtaji yang diduga menjadi korban penipuan. Ia mengaku sudah membayarkan Rp1,5 juta. “Jadi kejadian ada seorang pria mengaku bernama Jarwo atau Asmoro, ia mengaku warga Desa A Yani Pura dan mengaku pegawai Kecamatan Binuang,” ucap warga Desa Mekarsari ini, Jumat (22/4).

Waktu itu Jarwo memberitahukan bahwa ada program bedah rumah. Tapi, pemilik rumah terlebih dahulu harus menyerahkan uang muka sebanyak Rp3 juta. “Saya dijanjikan dapat Rp18 juta setelah melaksanakan pembayaran dan diproses di Kecamatan Binuang. Ia langsung minta KTP dan KK untuk difoto sebagai syarat untuk mendapatkan bantuan tersebut,” cerita kakek berumur 87 tahun ini.

Baca Juga :  Hasil Nipu Dipakai untuk Ngamar, Gunakan Modus Melipatgandakan Uang Dua

Lantaran rumahnya ingin diperbaiki dan mendapatkan uang, ia tergiur untuk ikut program bedah rumah ke pria misterius tersebut. “Saya langsung dibujuk untuk membayarkan uang Rp3 juta. Karena mendadak, uang tersebut tidak ada. Hanya Rp1,5 juta saja uang saya. Dia pun meminta itu,” ucapnya.

Namun usai mengambil uang tersebut, pria tersebut langsung pamit dan meninggalkan rumah. “Hingga saat ini tidak ada kabar lagi,” katanya.

Sekretaris Kecamatan Binuang, Hendri sudah mengetahui kejadian ini. Hendri membantah bahwa pegawainya ada menawarkan program bedah rumah. Pihak kecamatan pun menduga ini merupakan penipuan. “Apalagi oknum tersebut mengaku bernama Jarwo. Di Kecamatan Binuang tidak ada pegawai yang bernama Jarwo. Jadi ini kemungkinan penipuan,” ucapnya, Jumat (22/4).

Baca Juga :  Rugikan Rp8,7 Miliar dari 356 Korban, Tersangka Sempat Beli Rumah Baru

Kanit Reskrim Polsek Binuang, Bripka Sanada membenarkan kejadian tersebut. Sudah ada beberapa warga yang melaporkan ke Polsek tentang kejadian tersebut. “Ada dua laporan yang masuk,” ucapnya mewakili Kapolsek Binuang Iptu Bara Pratama Mahaputra.

Demi menindaklanjuti laporan tersebut bersama Resmob Polres Tapin masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus tersebut. “Memang sasaran penipuan ini untuk sementara adalah orang tua atau lansia. Doakan saja semoga kami cepat menangkap pelakunya,” bebernya.

Sekadar informasi, untuk Kecamatan Binuang memang ada program bedah rumah. Tapi, dilaksanakan oleh Koramil Binuang. “Bedah rumah itu program kami. Tapi, tidak ada pembayaran DP atau uang muka dan sasarannya tepat sesuai yang benar-benar membutuhkan,” kata Danramil Binuang, Kapten Inf Firmansyah.(dly/yn/dye)

RANTAU – Dugaan penipuan dengan modus menawarkan program bedah rumah tapi membayar uang muka terlebih dahulu, mendadak menghebohkan warga Kecamatan Binuang. Apalagi ada beberapa orang yang sudah tertipu dan membayarkan uang muka tersebut.

Sebut saja kakek Murtaji yang diduga menjadi korban penipuan. Ia mengaku sudah membayarkan Rp1,5 juta. “Jadi kejadian ada seorang pria mengaku bernama Jarwo atau Asmoro, ia mengaku warga Desa A Yani Pura dan mengaku pegawai Kecamatan Binuang,” ucap warga Desa Mekarsari ini, Jumat (22/4).

Waktu itu Jarwo memberitahukan bahwa ada program bedah rumah. Tapi, pemilik rumah terlebih dahulu harus menyerahkan uang muka sebanyak Rp3 juta. “Saya dijanjikan dapat Rp18 juta setelah melaksanakan pembayaran dan diproses di Kecamatan Binuang. Ia langsung minta KTP dan KK untuk difoto sebagai syarat untuk mendapatkan bantuan tersebut,” cerita kakek berumur 87 tahun ini.

Baca Juga :  Menanti Perbaikan Titian Pulau Bromo, Tahun ini Mungkin Luput Lagi

Lantaran rumahnya ingin diperbaiki dan mendapatkan uang, ia tergiur untuk ikut program bedah rumah ke pria misterius tersebut. “Saya langsung dibujuk untuk membayarkan uang Rp3 juta. Karena mendadak, uang tersebut tidak ada. Hanya Rp1,5 juta saja uang saya. Dia pun meminta itu,” ucapnya.

Namun usai mengambil uang tersebut, pria tersebut langsung pamit dan meninggalkan rumah. “Hingga saat ini tidak ada kabar lagi,” katanya.

Sekretaris Kecamatan Binuang, Hendri sudah mengetahui kejadian ini. Hendri membantah bahwa pegawainya ada menawarkan program bedah rumah. Pihak kecamatan pun menduga ini merupakan penipuan. “Apalagi oknum tersebut mengaku bernama Jarwo. Di Kecamatan Binuang tidak ada pegawai yang bernama Jarwo. Jadi ini kemungkinan penipuan,” ucapnya, Jumat (22/4).

Baca Juga :  Pembuat SIM dan Ijazah Palsu Digulung

Kanit Reskrim Polsek Binuang, Bripka Sanada membenarkan kejadian tersebut. Sudah ada beberapa warga yang melaporkan ke Polsek tentang kejadian tersebut. “Ada dua laporan yang masuk,” ucapnya mewakili Kapolsek Binuang Iptu Bara Pratama Mahaputra.

Demi menindaklanjuti laporan tersebut bersama Resmob Polres Tapin masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus tersebut. “Memang sasaran penipuan ini untuk sementara adalah orang tua atau lansia. Doakan saja semoga kami cepat menangkap pelakunya,” bebernya.

Sekadar informasi, untuk Kecamatan Binuang memang ada program bedah rumah. Tapi, dilaksanakan oleh Koramil Binuang. “Bedah rumah itu program kami. Tapi, tidak ada pembayaran DP atau uang muka dan sasarannya tepat sesuai yang benar-benar membutuhkan,” kata Danramil Binuang, Kapten Inf Firmansyah.(dly/yn/dye)

Most Read

Artikel Terbaru

/