alexametrics
26.1 C
Banjarmasin
Rabu, 18 Mei 2022

86 Titik Rawan Laka di Jalanan Kalsel, Para Pemudik Diimbau Berhati-Hati

BANJARMASIN – Para pemudik yang melalui jalur darat patut waspada. Ruas jalan nasional di Kalsel belum sepenuhnya aman dilintasi. Banyak titik rawan terjadinya kecelakaan lalu lintas di seluruh kabupaten dan kota.

Balai Pelaksana Transportasi Darat (BPTD) wilayah XV Kalsel mengungkap, di sepanjang jalan nasional di Kalsel ada 86 titik lokasi rawan kecelakaan (LRK). “Jumlah ini sama sejak 2018 lalu hingga 2022 ini,” beber Kasi LLAJ BPTD wilayah XV Kalsel Ade Supriadi kemarin.

Dia menjelaskan, paling banyak titik LRK paling banyak terdapat di Kabupaten Tanah Bumbu dengan jumlah titik rawan sebanyak 17 titik. Di sini kasus kejadian kecelakaan bahkan mencapai 80 kali. “Sejak tahun 2018 kejadian di Tanah Bumbu cukup banyak, ada di Asam-asam – Kintap – Sungai Cuka, hingga dari Pagatan ke Batulicin,” paparnya.

Daerah kedua terbanyak ada di Tanah Laut dengan jumlah LRK sebanyak 12 titik dengan jumlah Laka sebanyak 57 kali. Daerah lain yang patut diwaspadai juga karena tinggi LRK ada di Batola dengan jumlah 9 titik yang tingkat Lakanya mencapai 67 kali.

Baca Juga :  Jalan Ambles, Akibat Proyek Pipa Limbah

“Di Batola ini titiknya di ruas jalan Anjir pasar ke Serapat dan perbatasan Banjarmasin. Sudah kami pasang marka dan alat penerang jalan,” terangnya.

Dia menyampaikan, titik rawan laka ini sudah dilakukan penanganan sejak 2018 lalu, dengan pemasangan fasilitas keselaman jalan berupa rambu dan lainnya di beberapa ruas.

Dari data pihaknya, titik rawan laka lain, seperti di Banjarmasin ada 8 titik dengan jumlah laka 25 kali, Banjarbaru dengan jumlah titik rawan laka ada 4 titik dan 29 kali kecelakaan, Hulu Sungai Selatan ada 2 titik rawan dengan jumlah laka 50 kali, Balangan ada 3 titik dengan jumlah laka 71 dan Tabalong 2 titik dengan jumlah laka 7 kali.

Selain itu di Kotabaru ada 8 titik rawan dengan jumlah laka 52 kali dari ruas jalan di Kotabaru hingga Stagen, Banjar ada 8 titik rawan laka dengan jumlah kasus 63 kali di ruas jalan di Trisakti menuju Lianganggang di Jalan Gubernur Soebarjo.

Baca Juga :  DPRD Minta Proyek Jembatan HKSN Diaudit

Di Kabupaten Tapin ada 3 titik rawan dengan jumlah kecelakaan ada 23 kali di Desa Tungkap hingga batas kota Rantau, HSU ada 2 titik dengan jumlah kasus laka ada 69 kasus laka di jalan Danau Caramin hingga batas kota Amuntai, serta HST dengan jumlah titik rawan ada 8 dan 21 kali kecelakaan di jalan Desa Bagambir ke Pantai Hambawang hingga ke Danau Caramin.

Di sisi lain, Farid, salah seorang sopir travel mengaku harus lebih waspada ketika menuju kawasan Banua Anam. Pasalnya banyak jalan yang tak ada penerangnya. Tak hanya itu, marka jalan pun kadang sudah terhapus.

Dia beharap, sebelum arus mudik di mana kendaraan cukup padat, fasilitas keselamatan jalan ini sudah ada. “Bahayanya ketika malam hari, apalagi kalau sedang turun hujan,” ujarnya. (mof/by/ran)

BANJARMASIN – Para pemudik yang melalui jalur darat patut waspada. Ruas jalan nasional di Kalsel belum sepenuhnya aman dilintasi. Banyak titik rawan terjadinya kecelakaan lalu lintas di seluruh kabupaten dan kota.

Balai Pelaksana Transportasi Darat (BPTD) wilayah XV Kalsel mengungkap, di sepanjang jalan nasional di Kalsel ada 86 titik lokasi rawan kecelakaan (LRK). “Jumlah ini sama sejak 2018 lalu hingga 2022 ini,” beber Kasi LLAJ BPTD wilayah XV Kalsel Ade Supriadi kemarin.

Dia menjelaskan, paling banyak titik LRK paling banyak terdapat di Kabupaten Tanah Bumbu dengan jumlah titik rawan sebanyak 17 titik. Di sini kasus kejadian kecelakaan bahkan mencapai 80 kali. “Sejak tahun 2018 kejadian di Tanah Bumbu cukup banyak, ada di Asam-asam – Kintap – Sungai Cuka, hingga dari Pagatan ke Batulicin,” paparnya.

Daerah kedua terbanyak ada di Tanah Laut dengan jumlah LRK sebanyak 12 titik dengan jumlah Laka sebanyak 57 kali. Daerah lain yang patut diwaspadai juga karena tinggi LRK ada di Batola dengan jumlah 9 titik yang tingkat Lakanya mencapai 67 kali.

Baca Juga :  Jembatan Basit Masih Gelap Gulita, Pihak Terkait Saling Lempar Tanggungjawab

“Di Batola ini titiknya di ruas jalan Anjir pasar ke Serapat dan perbatasan Banjarmasin. Sudah kami pasang marka dan alat penerang jalan,” terangnya.

Dia menyampaikan, titik rawan laka ini sudah dilakukan penanganan sejak 2018 lalu, dengan pemasangan fasilitas keselaman jalan berupa rambu dan lainnya di beberapa ruas.

Dari data pihaknya, titik rawan laka lain, seperti di Banjarmasin ada 8 titik dengan jumlah laka 25 kali, Banjarbaru dengan jumlah titik rawan laka ada 4 titik dan 29 kali kecelakaan, Hulu Sungai Selatan ada 2 titik rawan dengan jumlah laka 50 kali, Balangan ada 3 titik dengan jumlah laka 71 dan Tabalong 2 titik dengan jumlah laka 7 kali.

Selain itu di Kotabaru ada 8 titik rawan dengan jumlah laka 52 kali dari ruas jalan di Kotabaru hingga Stagen, Banjar ada 8 titik rawan laka dengan jumlah kasus 63 kali di ruas jalan di Trisakti menuju Lianganggang di Jalan Gubernur Soebarjo.

Baca Juga :  Dibanding Musim Mudik Tahun Lalu, Penumpang Pesawat Tumbuh 339 Persen

Di Kabupaten Tapin ada 3 titik rawan dengan jumlah kecelakaan ada 23 kali di Desa Tungkap hingga batas kota Rantau, HSU ada 2 titik dengan jumlah kasus laka ada 69 kasus laka di jalan Danau Caramin hingga batas kota Amuntai, serta HST dengan jumlah titik rawan ada 8 dan 21 kali kecelakaan di jalan Desa Bagambir ke Pantai Hambawang hingga ke Danau Caramin.

Di sisi lain, Farid, salah seorang sopir travel mengaku harus lebih waspada ketika menuju kawasan Banua Anam. Pasalnya banyak jalan yang tak ada penerangnya. Tak hanya itu, marka jalan pun kadang sudah terhapus.

Dia beharap, sebelum arus mudik di mana kendaraan cukup padat, fasilitas keselamatan jalan ini sudah ada. “Bahayanya ketika malam hari, apalagi kalau sedang turun hujan,” ujarnya. (mof/by/ran)

Most Read

Artikel Terbaru

/