alexametrics
32.1 C
Banjarmasin
Sunday, 29 May 2022

Bukan Salah Sopir Truk, Korban Tewas Jadi Tersangka

BANJARMASIN – Masih ingat dengan kecelakaan maut di Jalan Sutoyo S Banjarmasin Barat, dua pekan lalu?

Korban adalah Rayhan Asha Hilmi, warga Gang 21 Teluk Dalam. Remaja 15 tahun ini tercatat sebagai pelajar di sebuah sekolah di Banjarmasin Tengah.

Pada 9 April, seusai berbuka puasa, korban yang mengendarai motor matic dilintas truk fuso yang mengangkut kayu.

“Hasil penyelidikannya, pesepeda motor yang bersalah. Dia bukan korban, tapi tersangka,” kata Kasat Lantas Polresta Banjarmasin, Kompol M Noor Chaidir, belum lama ini.

Sebab, dari keterangan para saksi yang dikumpulkan polisi, Rayhan berkendara secara ugal-ugalan. “Mengebut tanpa memikirkan bahaya,” tukasnya.

“Pemotor melaju kencang dari arah Pelabuhan Trisakti menuju tower PDAM. Di TKP, dia tersenggol mobil lain. Jatuh ke kanan. Dari arah berlawanan, datang truk fuso ini. Kecelakaan tak terhindarkan,” bebernya.

Baca Juga :  Sempat Diseret Keluar dari Mobil

Ketika sopir truk itu diperiksa, kecepatannya wajar saja. “Truk itu datang setelah pemotor oleng,” tegasnya.

Keluarga Rayhan sendiri enggan memperpanjang masalah. Mereka sudah ikhlas menerimanya sebagai musibah.

“Terlepas dari itu, perusahaan kontainer memberikan santunan kepada keluarganya,” tutup Chaidir.

Kecelakaan terjadi sebelum salat tarawih. Korban yang naik motor tanpa helm, hendak membeli Nasi Padang. Korban nyungsep ke kolong truk. Pahanya remuk dilindas roda belakang truk yang dikemudikan M, 52 tahun, warga Banjarbaru. (lan/az/fud)

BANJARMASIN – Masih ingat dengan kecelakaan maut di Jalan Sutoyo S Banjarmasin Barat, dua pekan lalu?

Korban adalah Rayhan Asha Hilmi, warga Gang 21 Teluk Dalam. Remaja 15 tahun ini tercatat sebagai pelajar di sebuah sekolah di Banjarmasin Tengah.

Pada 9 April, seusai berbuka puasa, korban yang mengendarai motor matic dilintas truk fuso yang mengangkut kayu.

“Hasil penyelidikannya, pesepeda motor yang bersalah. Dia bukan korban, tapi tersangka,” kata Kasat Lantas Polresta Banjarmasin, Kompol M Noor Chaidir, belum lama ini.

Sebab, dari keterangan para saksi yang dikumpulkan polisi, Rayhan berkendara secara ugal-ugalan. “Mengebut tanpa memikirkan bahaya,” tukasnya.

“Pemotor melaju kencang dari arah Pelabuhan Trisakti menuju tower PDAM. Di TKP, dia tersenggol mobil lain. Jatuh ke kanan. Dari arah berlawanan, datang truk fuso ini. Kecelakaan tak terhindarkan,” bebernya.

Baca Juga :  Fatimah Tewas di Jakarta, Begini Kiprahnya Menurut PSI Banjarmasin

Ketika sopir truk itu diperiksa, kecepatannya wajar saja. “Truk itu datang setelah pemotor oleng,” tegasnya.

Keluarga Rayhan sendiri enggan memperpanjang masalah. Mereka sudah ikhlas menerimanya sebagai musibah.

“Terlepas dari itu, perusahaan kontainer memberikan santunan kepada keluarganya,” tutup Chaidir.

Kecelakaan terjadi sebelum salat tarawih. Korban yang naik motor tanpa helm, hendak membeli Nasi Padang. Korban nyungsep ke kolong truk. Pahanya remuk dilindas roda belakang truk yang dikemudikan M, 52 tahun, warga Banjarbaru. (lan/az/fud)

Most Read

Artikel Terbaru

/