alexametrics
26.1 C
Banjarmasin
Saturday, 21 May 2022

Ngabuburit Di Jembatan Rumpiang

MARABAHAN – Bulan Ramadan memang identik dengan ngabuburit. Berbagai tempat dijadikan kaula muda tempat bersantai menunggu beduk berbuka. Seperti halnya di Jembatan Rumpiang.

Jembatan kebanggaan bumi Selidah ini selalu dipadati anak muda untuk ngabuburit. Sekira pukul 16.00 Wita, sudah ada saja remaja atau kaula muda yang santai. Dan paling ramai sekira pukul 17.30 Wita.

Tidak hanya berantai saja, mereka yang ngabuburit di Jembatan Rumpiang juga berselfi ria. Terutama dengan pemandangan Jembatan dan tongkang yang lalu lalang maupun bersandar di sekitaran jembatan.

Memang, pemandangan dari atas jembatan, bisa melihat stockpile atau pengisian batubara ke kapal tongkang.

“Sudah menjadi tempat ngabuburit andalan saat Ramadan,” ujar Maulida Sari, Senin (18/04) sore.

Baca Juga :  Kontraktor Pemenang Lelang Mundur, Dewan Bakal Panggil Dinas PUPR Kotabaru

Sari mengaku, di Jembatan Rumpiang dirinya merasa lebih nyaman. Sembari menunggu berbuka puasa, bisa melihat matahari terbenam dan berbagai hal lainnya. Seperti tongkang pengangkut batubara secara dekat saat melintas di bawah jembatan. “Tentunya hembusan angin yang membuat suasana lebih nyaman,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Era. Wanita berkerudung itu mengaku sangat menyukai Jembatan Rumpiang. Saat di jembatan, hatinya lebih tenang. Bukan hanya melihat pemandangan alam saja. Dirinya lebih menikmati cantiknya langit dari tempat yang tinggi.

“Saya suka melihat langit, ini tempat paling tinggi yang ada di Batola. Hati selalu tenang. Apalagi saat angin sepoi-sepoi,” ujar wanita yang berparas cantik itu.(bar)

Baca Juga :  Siring Laut, Tempat Tersantai di Kotabaru

MARABAHAN – Bulan Ramadan memang identik dengan ngabuburit. Berbagai tempat dijadikan kaula muda tempat bersantai menunggu beduk berbuka. Seperti halnya di Jembatan Rumpiang.

Jembatan kebanggaan bumi Selidah ini selalu dipadati anak muda untuk ngabuburit. Sekira pukul 16.00 Wita, sudah ada saja remaja atau kaula muda yang santai. Dan paling ramai sekira pukul 17.30 Wita.

Tidak hanya berantai saja, mereka yang ngabuburit di Jembatan Rumpiang juga berselfi ria. Terutama dengan pemandangan Jembatan dan tongkang yang lalu lalang maupun bersandar di sekitaran jembatan.

Memang, pemandangan dari atas jembatan, bisa melihat stockpile atau pengisian batubara ke kapal tongkang.

“Sudah menjadi tempat ngabuburit andalan saat Ramadan,” ujar Maulida Sari, Senin (18/04) sore.

Baca Juga :  Darimana Nama Jembatan Dewi?

Sari mengaku, di Jembatan Rumpiang dirinya merasa lebih nyaman. Sembari menunggu berbuka puasa, bisa melihat matahari terbenam dan berbagai hal lainnya. Seperti tongkang pengangkut batubara secara dekat saat melintas di bawah jembatan. “Tentunya hembusan angin yang membuat suasana lebih nyaman,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Era. Wanita berkerudung itu mengaku sangat menyukai Jembatan Rumpiang. Saat di jembatan, hatinya lebih tenang. Bukan hanya melihat pemandangan alam saja. Dirinya lebih menikmati cantiknya langit dari tempat yang tinggi.

“Saya suka melihat langit, ini tempat paling tinggi yang ada di Batola. Hati selalu tenang. Apalagi saat angin sepoi-sepoi,” ujar wanita yang berparas cantik itu.(bar)

Baca Juga :  Wisata Edukatif di Taman Burung Hutan Kota

Most Read

Artikel Terbaru

/