alexametrics
28.1 C
Banjarmasin
Selasa, 17 Mei 2022

Jembatan HKSN Diresmikan Tanpa Persiapan Matang

BANJARMASIN – Jembatan HKSN yang diresmikan hari ini (19/4) ternyata belum memiliki rekayasa lalu lintas yang matang.

Contoh, pengendara bebas saja menyeberang jalan secara menyilang.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin, Doyo Pudjadi tak menampiknya.

Dijelaskannya, penyebabnya karena masih ada ruas jalan di sekitar jembatan yang belum diperbaiki. Posisinya di sebelah kiri jembatan, tak jauh dari kompleks Makam Sultan Suriansyah.

“Makanya belum maksimal penerapan rekayasa lalinnya,” ujarnya di sela persiapan seremoni peresmian jembatan, kemarin (18/4) siang.

Selain itu, rambu dan marka jembatan juga belum semuanya terpasang. Bahkan ada yang keliru.

Sebuah rambu tampak ditimpa dengan cat hitam. “Ke depan akan berkoordinasi dengan Satlantas Polresta. Sekarang ini masih uji coba,” tambahnya.

Baca Juga :  Jembatan HKSN Diresmikan 19 April

Doyo mengklaim, pemko sudah memiliki desain rekayasa yang aman. Tapi karena sisi utara masih memerlukan perbaikan, maka belum bisa diterapkan semuanya.

“Secepatnya diajukan setelah peresmian. Supaya arus lalin di sini matang dan permanen,” janjinya.

Pada bagian lain, Kepala Seksi Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Banjarmasin, Febpry Graha Utama mengatakan, arus di samping jembatan sebelah utara masih disarankan memakai dua arah. 

Buat pengendara dari arah Kuin menuju Alalak, harus berputar dulu di kolong jembatan. Kemudian putar balik untuk bisa menaiki jembatan.

“Begitu juga sebaliknya. Jadi tidak dibolehkan langsung menanjak ke atas jembatan setelah keluar lewat samping jembatan,” jelasnya.

Baca Juga :  Dinamai Jembatan Patih Masih, Ibnu: Jangan Ada Lagi Kasus Mur Hilang

Dilanjutkannya, marka jalan segitiga yang ada pada setiap turunan atau oprit memiliki arti lajur prioritas.

Bahwa pengendara harus mendahulukan mereka yang hendak menuruni jembatan. “Ini antisipasi terjadinya antrean di atas jembatan. Karena jelas berbahaya,” tutup Febpry.

Jembatan senilai Rp60 miliar ini rampung pada 23 Maret lalu. Berada di Kuin Cerucuk. Tujuannya, menghubungkan dua kecamatan, Banjarmasin Utara dan Barat.

Meskipun jembatan ini belum dibuka untuk umum, warga yang tak sabar, menerobos pagar area proyek dan melintas di atas Jembatan HKSN. (gmp/az/fud)

BANJARMASIN – Jembatan HKSN yang diresmikan hari ini (19/4) ternyata belum memiliki rekayasa lalu lintas yang matang.

Contoh, pengendara bebas saja menyeberang jalan secara menyilang.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin, Doyo Pudjadi tak menampiknya.

Dijelaskannya, penyebabnya karena masih ada ruas jalan di sekitar jembatan yang belum diperbaiki. Posisinya di sebelah kiri jembatan, tak jauh dari kompleks Makam Sultan Suriansyah.

“Makanya belum maksimal penerapan rekayasa lalinnya,” ujarnya di sela persiapan seremoni peresmian jembatan, kemarin (18/4) siang.

Selain itu, rambu dan marka jembatan juga belum semuanya terpasang. Bahkan ada yang keliru.

Sebuah rambu tampak ditimpa dengan cat hitam. “Ke depan akan berkoordinasi dengan Satlantas Polresta. Sekarang ini masih uji coba,” tambahnya.

Baca Juga :  Jembatan HKSN Dalam Masa Uji Coba, akan Diresmikan Sebelum Lebaran

Doyo mengklaim, pemko sudah memiliki desain rekayasa yang aman. Tapi karena sisi utara masih memerlukan perbaikan, maka belum bisa diterapkan semuanya.

“Secepatnya diajukan setelah peresmian. Supaya arus lalin di sini matang dan permanen,” janjinya.

Pada bagian lain, Kepala Seksi Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Banjarmasin, Febpry Graha Utama mengatakan, arus di samping jembatan sebelah utara masih disarankan memakai dua arah. 

Buat pengendara dari arah Kuin menuju Alalak, harus berputar dulu di kolong jembatan. Kemudian putar balik untuk bisa menaiki jembatan.

“Begitu juga sebaliknya. Jadi tidak dibolehkan langsung menanjak ke atas jembatan setelah keluar lewat samping jembatan,” jelasnya.

Baca Juga :  Jembatan HKSN Diresmikan 19 April

Dilanjutkannya, marka jalan segitiga yang ada pada setiap turunan atau oprit memiliki arti lajur prioritas.

Bahwa pengendara harus mendahulukan mereka yang hendak menuruni jembatan. “Ini antisipasi terjadinya antrean di atas jembatan. Karena jelas berbahaya,” tutup Febpry.

Jembatan senilai Rp60 miliar ini rampung pada 23 Maret lalu. Berada di Kuin Cerucuk. Tujuannya, menghubungkan dua kecamatan, Banjarmasin Utara dan Barat.

Meskipun jembatan ini belum dibuka untuk umum, warga yang tak sabar, menerobos pagar area proyek dan melintas di atas Jembatan HKSN. (gmp/az/fud)

Most Read

Artikel Terbaru

/