alexametrics
26.1 C
Banjarmasin
Thursday, 26 May 2022

Balai Kota Digeruduk, Mahasiswa Beri Waktu Sepekan

BANJARBARU – Halaman depan Balai Kota Banjarbaru digeruduk sekelompok mahasiswa pada Senin (18/4) pagi. Kedatangan mahasiswa ini dalam aksi unjuk rasa terkait sejumlah isu nasional maupun daerah.

Mereka yang datang ke depan Balai Kota mendeklarasikan diri tergabung dalam Cipayung Plus Banjarbaru serta Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se Kota Banjarbaru.

Mengenakan jaket almamater masing-masing mereka menggelar aksi sejak pukul 09.00 Wita hingga menjelang siang hari.

Dalam mengamankan aksi demo, jajaran kepolisian tampak berjaga di kawasan Balai Kota. Aksi ini sendiri terpantau berjalan lancar dan kondusif. Tidak ada aksi saling dorong maupun yang bersifat represif.

Koordinator lapangan aksi yang juga perwakilan dari GMNI, Krisna Aryaguna menyebut bahwa ada sepuluh tuntutan yang mereka sampaikan. Hal ini katanya guna merespons isu nasional maupun daerah yang kini sedang jadi sorotan.

Tuntutan ini seperti meminta Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru menjamin stabilitas harga dan stok pangan di Kota Banjarbaru. Lalu Pemko juga memberikan subsidi bibit dan pupuk berkualitas untuk petani di Kota Banjarbaru.

“Juga memastikan hak buruh dan pekerja di Kota Banjarbaru terpenuhi, memperlebar lapangan kerja untuk pemuda di Kota Banjarbaru, serta DPRD memperjuangkan dibatalkannya kenaikan PPN dari 10 ke 11 persen,” tegasnya.

Baca Juga :  Bela Rekan yang Diperkosa Oknum Aparat, Ratusan Mahasiswa Turun ke Jalan

Dilanjutnya lagi, pihaknya meminta DPRD memberikan pengawalan terhadap isu penundaan pemilu 2024 dan DPRD Banjarbaru memastikan tidak ada amandemen Undang – Undang mengenai perpanjangan periodisasi presiden.

“Kita juga minta Pemko menjamin stabilitas harga BBM pertamax untuk mencegah kekurangan BBM bersubsidi yang ada di Kota Banjarbaru, menjamin kestabilan harga dan ketersediaan BBM bersubsidi,” orasinya.

Di tuntutan terakhir, pihaknya memberi tenggat waktu dalam 7 x 24 jam agar pihak Pemko Banjarbaru melakukan konferensi pers terkait apa yang sudah dilakukan dalam merespons tuntutan tersebut.

“Dalam 7 x 24 jam kita akan menunggu progress yang diupayakan Pemko ataupun Forkopimda Banjarbaru,” ujarnya yang juga menyebut bahwa secara umumnya tuntutan yang mereka sampaikan sudah disepakati semua.

Di kesempatan itu juga, mahasiswa juga meminta komitmen dan keseriusan Pemko Banjarbaru terkait pemuda. Sebab, hingga saat ini ujar Krisna belum ada Perwali yang diterbitkan sesuai janji Pemko sebelumnya.

“Perda Kepemudaan sudah terbentuk dan dijanjikan ada Perwali agar lebih kuat payung hukumnya, tapi sampai sekarang belum ada kabarnya. Jadi kita minta janji ini segera direalisasikan,” pungkasnya.

Baca Juga :  Mahasiswa Gelar Salat Jenazah di Depan Gedung Dewan, Satu Orang Ditangkap

Adapun, beralas aspal dan duduk bersila. Jajaran pimpinan Pemko Banjarbaru dan DPRD Banjarbaru menemui dan menghadapi mahasiswa. Tampak

Wali Kota Banjarbaru, Aditya Mufti Ariffin didampingi Wakil Wali Kota Banjarbaru, Wartono serta Ketua DPRD Banjarbaru, Fadliansyah Akbar.

Dalam tanggapannya, Wakil Wali Kota Banjarbaru menyambut aspirasi yang disampaikan oleh mahasiswa. Di hadapan mahasiswa, Wartono menanggapi bahwa tuntutan atau aspirasi tersebut bukan hanya sebagai isu daerah atau kota saja, melainkan juga terjadi secara nasional.

“Masalah kenaikan harga minyak goreng, BBM dan lainnya itu kita ketahui bersama sudah jadi permasalahan nasional, kita di daerah juga sudah berusaha memberikan yang terbaik kepada masyarakat,” tanggap Wawali.

Soal isu di daerah terkait jaminan pangan, Wartono mengklaim sudah berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan soal isu tersebut. Disebutnya jika untuk Banjarbaru masih dalam kondisi aman.

“Insya Allah dalam enam bulan ke depan persediaan pangan di Banjarbaru masih aman,” jawab Wawali. (rvn/ij/bin)

BANJARBARU – Halaman depan Balai Kota Banjarbaru digeruduk sekelompok mahasiswa pada Senin (18/4) pagi. Kedatangan mahasiswa ini dalam aksi unjuk rasa terkait sejumlah isu nasional maupun daerah.

Mereka yang datang ke depan Balai Kota mendeklarasikan diri tergabung dalam Cipayung Plus Banjarbaru serta Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se Kota Banjarbaru.

Mengenakan jaket almamater masing-masing mereka menggelar aksi sejak pukul 09.00 Wita hingga menjelang siang hari.

Dalam mengamankan aksi demo, jajaran kepolisian tampak berjaga di kawasan Balai Kota. Aksi ini sendiri terpantau berjalan lancar dan kondusif. Tidak ada aksi saling dorong maupun yang bersifat represif.

Koordinator lapangan aksi yang juga perwakilan dari GMNI, Krisna Aryaguna menyebut bahwa ada sepuluh tuntutan yang mereka sampaikan. Hal ini katanya guna merespons isu nasional maupun daerah yang kini sedang jadi sorotan.

Tuntutan ini seperti meminta Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru menjamin stabilitas harga dan stok pangan di Kota Banjarbaru. Lalu Pemko juga memberikan subsidi bibit dan pupuk berkualitas untuk petani di Kota Banjarbaru.

“Juga memastikan hak buruh dan pekerja di Kota Banjarbaru terpenuhi, memperlebar lapangan kerja untuk pemuda di Kota Banjarbaru, serta DPRD memperjuangkan dibatalkannya kenaikan PPN dari 10 ke 11 persen,” tegasnya.

Baca Juga :  Hari Ini HMI Turun Aksi

Dilanjutnya lagi, pihaknya meminta DPRD memberikan pengawalan terhadap isu penundaan pemilu 2024 dan DPRD Banjarbaru memastikan tidak ada amandemen Undang – Undang mengenai perpanjangan periodisasi presiden.

“Kita juga minta Pemko menjamin stabilitas harga BBM pertamax untuk mencegah kekurangan BBM bersubsidi yang ada di Kota Banjarbaru, menjamin kestabilan harga dan ketersediaan BBM bersubsidi,” orasinya.

Di tuntutan terakhir, pihaknya memberi tenggat waktu dalam 7 x 24 jam agar pihak Pemko Banjarbaru melakukan konferensi pers terkait apa yang sudah dilakukan dalam merespons tuntutan tersebut.

“Dalam 7 x 24 jam kita akan menunggu progress yang diupayakan Pemko ataupun Forkopimda Banjarbaru,” ujarnya yang juga menyebut bahwa secara umumnya tuntutan yang mereka sampaikan sudah disepakati semua.

Di kesempatan itu juga, mahasiswa juga meminta komitmen dan keseriusan Pemko Banjarbaru terkait pemuda. Sebab, hingga saat ini ujar Krisna belum ada Perwali yang diterbitkan sesuai janji Pemko sebelumnya.

“Perda Kepemudaan sudah terbentuk dan dijanjikan ada Perwali agar lebih kuat payung hukumnya, tapi sampai sekarang belum ada kabarnya. Jadi kita minta janji ini segera direalisasikan,” pungkasnya.

Baca Juga :  Demo 11 April di Banjarmasin Diikuti Belasan Mahasiswa

Adapun, beralas aspal dan duduk bersila. Jajaran pimpinan Pemko Banjarbaru dan DPRD Banjarbaru menemui dan menghadapi mahasiswa. Tampak

Wali Kota Banjarbaru, Aditya Mufti Ariffin didampingi Wakil Wali Kota Banjarbaru, Wartono serta Ketua DPRD Banjarbaru, Fadliansyah Akbar.

Dalam tanggapannya, Wakil Wali Kota Banjarbaru menyambut aspirasi yang disampaikan oleh mahasiswa. Di hadapan mahasiswa, Wartono menanggapi bahwa tuntutan atau aspirasi tersebut bukan hanya sebagai isu daerah atau kota saja, melainkan juga terjadi secara nasional.

“Masalah kenaikan harga minyak goreng, BBM dan lainnya itu kita ketahui bersama sudah jadi permasalahan nasional, kita di daerah juga sudah berusaha memberikan yang terbaik kepada masyarakat,” tanggap Wawali.

Soal isu di daerah terkait jaminan pangan, Wartono mengklaim sudah berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan soal isu tersebut. Disebutnya jika untuk Banjarbaru masih dalam kondisi aman.

“Insya Allah dalam enam bulan ke depan persediaan pangan di Banjarbaru masih aman,” jawab Wawali. (rvn/ij/bin)

Most Read

Artikel Terbaru

/