alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Monday, 23 May 2022

Kala Para Tunanetra Diberi Literasi Keuangan Syariah

Termaginalisasi Karena Disabilitas, Berharap Tidak Dibedakan

Keterbasan penglihatan, membuat para penyandang disabilitas netra selama ini dipandang sebelah mata. Bahkan, mereka tidak diperhitungkan dalam pangsa pasar perbankan.

– Oleh: SUTRISNO, Banjarbaru

Meski penglihatan mereka terbatas, tidak menjadi penghalang bagi warga penghuni Perumahan Disabilitas Netra Banjarbaru mengikuti kegiatan Literasi Keuangan yang dilaksanakan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Kalimantan Selatan (Kalsel), Kamis (14/4) di Jalan Trikora, Banjarbaru.

Dibantu pendamping, mereka terlihat antusias menerima paparan materi dari perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 9 Kalimantan, dan juga dari perbankan syariah milik pemerintah.

Ketua Umum MES Kalsel, Mairijani mengatakan, secara umum literasi keuangan warga Kalsel masih minim, terlebih mereka yang menyandang disabilitas netra atau tunanetra.

“Secara keuangan mereka termarginalisasi selama ini, karena mungkin pihak lembaga jasa keuangan hanya menyasar pihak lain,” ujar Mairijani kepada sejumlah wartawan.

Padahal Dosen Politeknik Negeri Banjarmasin ini menilai, pangsa pasar dari kaum disabilitas itu cukup besar, tidak terkecuali untuk perbankan syariah.

Baca Juga :  Peringatan Hari Peduli Autis Bareng Pesantren Ramadan

“Jika lembaga-lembaga keuangan memberikan akses kepada mereka, maka Insya Allah ke depannya lembaga keuangan syariah bisa menjadi pilihan bagi mereka,” jelasnya lagi.

Sementara itu, Kepala bagian Pengawasan Industri Keuangan Non Bank OJK Regional 9 Kalimantan, Abidi Rahman menjelaskan bahwa OJK memang mempunyai porogram literasi pada tahun ini yang sasarannya kaum disabilitas.

“Dalam kesempatan ini kita mengenalkan produk jasa keuangan yang bisa mereka manfaatkan dalam melakukan transaksi sehari-hari,” ujarnya.

Diakuinya, selama ini memang ada kendala yang dihadapi penyandang disabilitas netra dalam bertransaksi keuangan di perbankan. Salah satunya pada saat pembubuhan tanda tangan saat bertransaksi di bank.

“Mungkin kawan-kawan bank bisa memberikan solusi kepada mereka, misalnya cukup dengan cap jari,” bebernya.

Di sisi lain, Pimpinan cabang BSI Banjarbaru, Muhammad Yuni menuturkan bahwa pihaknya akan mendukung sepenuhnya kaum disabilitas dalam bertransaksi keuangan, baik dari segi kebijakan layanan dan lainnya.

Baca Juga :  7 Atlet Difabel Kalsel Dipanggil Pelatnas

“Mudah-mudahan dalam waktu dekat akan diluncurkan produk yang dikhususkan untuk kaum disabilitas ini. Artinya tidak ada diskriminasi lagi bagi masyarakat Kalsel,” pungkasnya.

Kegiatan Literasi Keuangan ini juga didukung oleh Pemerintah Kota Banjarbaru, melalui Dinas Sosial setempat. Peserta kegiatan literasi mendapatkan bantuan sembako, hasil sumbangan dari anggota MES Kalsel.

Abdurrahman, salah seorang penyandang tunanetra yang mengikuti kegiatan itu mengaku bersyukur akhirnya mereka mendapatkan ilmu tentang keuangan. “Karena selama ini kami kesulitan kalau mau menabung di bank,” katanya.

Dia berharap, kaum disabilitas netra mendapatkan kemudahan dalam menabung, layaknya orang normal. “Harapan kami tidak ada yang membedakan antara kami dengan yang normal,” pungkasnya. (ris/by/ran)

Keterbasan penglihatan, membuat para penyandang disabilitas netra selama ini dipandang sebelah mata. Bahkan, mereka tidak diperhitungkan dalam pangsa pasar perbankan.

– Oleh: SUTRISNO, Banjarbaru

Meski penglihatan mereka terbatas, tidak menjadi penghalang bagi warga penghuni Perumahan Disabilitas Netra Banjarbaru mengikuti kegiatan Literasi Keuangan yang dilaksanakan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Kalimantan Selatan (Kalsel), Kamis (14/4) di Jalan Trikora, Banjarbaru.

Dibantu pendamping, mereka terlihat antusias menerima paparan materi dari perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 9 Kalimantan, dan juga dari perbankan syariah milik pemerintah.

Ketua Umum MES Kalsel, Mairijani mengatakan, secara umum literasi keuangan warga Kalsel masih minim, terlebih mereka yang menyandang disabilitas netra atau tunanetra.

“Secara keuangan mereka termarginalisasi selama ini, karena mungkin pihak lembaga jasa keuangan hanya menyasar pihak lain,” ujar Mairijani kepada sejumlah wartawan.

Padahal Dosen Politeknik Negeri Banjarmasin ini menilai, pangsa pasar dari kaum disabilitas itu cukup besar, tidak terkecuali untuk perbankan syariah.

Baca Juga :  Peringatan Hari Peduli Autis Bareng Pesantren Ramadan

“Jika lembaga-lembaga keuangan memberikan akses kepada mereka, maka Insya Allah ke depannya lembaga keuangan syariah bisa menjadi pilihan bagi mereka,” jelasnya lagi.

Sementara itu, Kepala bagian Pengawasan Industri Keuangan Non Bank OJK Regional 9 Kalimantan, Abidi Rahman menjelaskan bahwa OJK memang mempunyai porogram literasi pada tahun ini yang sasarannya kaum disabilitas.

“Dalam kesempatan ini kita mengenalkan produk jasa keuangan yang bisa mereka manfaatkan dalam melakukan transaksi sehari-hari,” ujarnya.

Diakuinya, selama ini memang ada kendala yang dihadapi penyandang disabilitas netra dalam bertransaksi keuangan di perbankan. Salah satunya pada saat pembubuhan tanda tangan saat bertransaksi di bank.

“Mungkin kawan-kawan bank bisa memberikan solusi kepada mereka, misalnya cukup dengan cap jari,” bebernya.

Di sisi lain, Pimpinan cabang BSI Banjarbaru, Muhammad Yuni menuturkan bahwa pihaknya akan mendukung sepenuhnya kaum disabilitas dalam bertransaksi keuangan, baik dari segi kebijakan layanan dan lainnya.

Baca Juga :  Dibantu 8 Unit Modifa, Motor Inklusif Kreasi SMK NU dan MAN 2

“Mudah-mudahan dalam waktu dekat akan diluncurkan produk yang dikhususkan untuk kaum disabilitas ini. Artinya tidak ada diskriminasi lagi bagi masyarakat Kalsel,” pungkasnya.

Kegiatan Literasi Keuangan ini juga didukung oleh Pemerintah Kota Banjarbaru, melalui Dinas Sosial setempat. Peserta kegiatan literasi mendapatkan bantuan sembako, hasil sumbangan dari anggota MES Kalsel.

Abdurrahman, salah seorang penyandang tunanetra yang mengikuti kegiatan itu mengaku bersyukur akhirnya mereka mendapatkan ilmu tentang keuangan. “Karena selama ini kami kesulitan kalau mau menabung di bank,” katanya.

Dia berharap, kaum disabilitas netra mendapatkan kemudahan dalam menabung, layaknya orang normal. “Harapan kami tidak ada yang membedakan antara kami dengan yang normal,” pungkasnya. (ris/by/ran)

Most Read

Artikel Terbaru

/