alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Kamis, 19 Mei 2022

Kasus Aktif Sisa 4, Ternyata Banjarmasin Masih Level 3

BANJARMASIN – Kasus aktif COVID-19 di Kota Banjarmasin hanya tersisa empat kasus. Namun, tetap dimasukkan pemerintah pusat dalam kategori PPKM level 3.

Pembatasan kegiatan masyarakat itu disebutkan dalam instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2022 tentang perpanjangan PPKM di luar Pulau Jawa dan Bali. Berlaku dari tanggal 12 sampai 25 April.

Banjarmasin disebutkan pada urutan ke-22 setelah Palangkaraya.

Mengapa ini bisa terjadi? Jawabannya klasik, data yang tak sinkron antara pemerintah daerah dan pusat.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Banjarmasin, Machli Riyadi menduga, level PPKM belum turun lantaran capaian vaksinasi untuk warga lanjut usia yang masih di bawah target.

Baca Juga :  Tes PCR Tak Lagi Jadi Syarat, Pengusaha Klinik Bisa Kehilangan Omzet

“Mungkin vaksinasi lansia dianggap belum mencapai 60 persen,” ujarnya belum lama tadi.

Dibeberkannya, mengacu pemutakhiran data lansia dari 52 lurah di lima kecamatan, ada 36 ribu lansia yang menjadi target vaksinasi.

LEVEL TIGA: Banjarmasin masih belum keluar dari status PPKM level 3. | FOTO: ENDANG/RADAR BANJARMASIN 

Sementara data yang dipegang pusat, Komite Penanganan Covid dan Pemulihan ekonomi Nasional (KPC PEN) menyebut 46 ribu lansia. Berkurang lantaran ada yang sudah meninggal dunia atau pindah alamat.

Ditegaskan Machli, jika mengacu data pemko, maka sudah 68 persen lansia yang divaksin. “Jadi datanya tidak sinkron,” tukasnya.

Namun, bukankah ini sudah lama Machli ceritakan? Apa upaya yang sudah ditempuhnya?

Dijawabnya, Senin (11/4) lalu, Dinkes dan Disdukcapil sudah mendatangi Kemendagri untuk penelusuran data tersebut. “Sambil menyinkronkan data, tetap menggencarkan vaksinasi,” tutupnya. (gmp/az/fud)

Baca Juga :  Banyak yang Menolak Swab, PPKM Level 3 Banjarbaru Diperpanjang

BANJARMASIN – Kasus aktif COVID-19 di Kota Banjarmasin hanya tersisa empat kasus. Namun, tetap dimasukkan pemerintah pusat dalam kategori PPKM level 3.

Pembatasan kegiatan masyarakat itu disebutkan dalam instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2022 tentang perpanjangan PPKM di luar Pulau Jawa dan Bali. Berlaku dari tanggal 12 sampai 25 April.

Banjarmasin disebutkan pada urutan ke-22 setelah Palangkaraya.

Mengapa ini bisa terjadi? Jawabannya klasik, data yang tak sinkron antara pemerintah daerah dan pusat.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Banjarmasin, Machli Riyadi menduga, level PPKM belum turun lantaran capaian vaksinasi untuk warga lanjut usia yang masih di bawah target.

Baca Juga :  Banjarmasin Kembali PTM 50 Persen, Orang Tua Siswa Tanggapi Positif

“Mungkin vaksinasi lansia dianggap belum mencapai 60 persen,” ujarnya belum lama tadi.

Dibeberkannya, mengacu pemutakhiran data lansia dari 52 lurah di lima kecamatan, ada 36 ribu lansia yang menjadi target vaksinasi.

LEVEL TIGA: Banjarmasin masih belum keluar dari status PPKM level 3. | FOTO: ENDANG/RADAR BANJARMASIN 

Sementara data yang dipegang pusat, Komite Penanganan Covid dan Pemulihan ekonomi Nasional (KPC PEN) menyebut 46 ribu lansia. Berkurang lantaran ada yang sudah meninggal dunia atau pindah alamat.

Ditegaskan Machli, jika mengacu data pemko, maka sudah 68 persen lansia yang divaksin. “Jadi datanya tidak sinkron,” tukasnya.

Namun, bukankah ini sudah lama Machli ceritakan? Apa upaya yang sudah ditempuhnya?

Dijawabnya, Senin (11/4) lalu, Dinkes dan Disdukcapil sudah mendatangi Kemendagri untuk penelusuran data tersebut. “Sambil menyinkronkan data, tetap menggencarkan vaksinasi,” tutupnya. (gmp/az/fud)

Baca Juga :  Covid-19 Masuki Gedung Dewan, Puluhan Staf Diminta Isolasi Diri

Most Read

Artikel Terbaru

/