alexametrics
34.1 C
Banjarmasin
Thursday, 19 May 2022

Biaya Perjalanan Ibadah Haji Naik

BANJARBARU – Pemerintah bersama DPR telah menetapkan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) yang dibayar jemaah haji tahun ini: rata-rata sebesar Rp39.886.009. Angka ini naik dibandingkan Bipih pada 2021.

Untuk diketahui, Bipih 2021 masih mengacu Bipih 2020 yang kala itu juga gagal berangkat lantaran pandemi Covid-19. Nilainya mengacu Keputusan Presiden (Kepres) Nomor 6 Tahun 2020, sebesar Rp36.927.602. Lebih kecil jika dibandingkan tahun 2019 yang sebesar Rp37.885.084.

Kepala Kanwil Kemenag Kalsel Muhammad Tambrin mengatakan, Bipih tahun ini diputuskan dalam rapat antara Kemenag RI dengan DPR RI Komisi VIII. “Rapat dihadiri langsung oleh Menteri Agama, serta Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah,” katanya.

Dia mengungkapkan, Bipih sebesar Rp39.886.009 pada 2022 ini terdiri dari komponen biaya penerbangan, Rp29.500.000; living cost, Rp5.770.005; sebagian akomodasi di Makkah, Rp2.692.669; sebagian akomodasi di Madinah, Rp769.334; dan visa, Rp1.154.001.

Terkait jadwal pemberangkatan jemaah, Tambrin menyampaikan, hingga kini belum ada informasi dari pemerintah pusat. “Jadi kita masih menunggu petunjuk teknis dari pusat,” ucapnya.

Termasuk kuota jemaah yang diberangkatkan, dia menuturkan, sampai sekarang juga belum ada kepastian. “Kalau melihat jumlah kuota untuk internasional sebanyak 1 juta orang, mungkin ada pengurangan,” tuturnya.

Baca Juga :  4 Juni Berangkat Haji

Dia menjelaskan, pada saat normal kuota yang dibuka Arab Saudi sebesar 2,5 juta jemaah. Sehingga, tahun ini berkurang 1,5 juta. “Jadi kalau kuota normal untuk Kalsel biasanya 3.818 per tahun, kemungkinan tahun ini kurang dari itu,” jelasnya.

Meski begitu, Tambrin bersyukur tahun ini akhirnya Arab Saudi kembali membuka ibadah haji. Setelah dua tahun Indonesia tidak memberangkatkan jemaah.

Ihwal syarat jemaah yang boleh berangkat haji, dia menyampaikan, Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi dalam surat pengumumannya menyebutkan haji tahun ini terbuka untuk mereka yang berusia di bawah 65 tahun dan telah menerima vaksinasi lengkap Covid-19 yang disetujui Kementerian Kesehatan Saudi.

Kemudian, jemaah yang berasal dari luar Kerajaan wajib menyerahkan hasil tes PCR negatif Covid-19 yang dilakukan dalam waktu 72 jam sebelum keberangkatan ke Arab Saudi.

Kembali ke persoalan Bipih, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas setelah melaksanakan Rapat Kerja dengan Komisi VIII DPR RI, di Senayan, Jakarta, Rabu (13/4) mengungkapkan, Bipih merupakan salah satu komponen dari Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH).

Baca Juga :  Tidak Ada Lansia, 73 Calon Jemaah Haji Batola Siap Berangkat

Komponen lain dari BPIH adalah biaya protokol kesehatan. Tahun ini disepakati biayanya senilai Rp808.618,80 per jemaah. Komponen ketiga dari BPIH adalah biaya yang bersumber dari nilai manfaat keuangan haji yang disepakati Rp41.053.216,24 per jemaah. Jadi total BPIH tahun ini disepakati sebesar Rp81.747.844,04 per jemaah.

Pada tahun 2020, Pemerintah dan DPR menyepakati rata-rata Bipih senilai Rp35,2 juta. Artinya, ada selisih dengan penetapan Bipih 2022. Meski demikian, selisih itu tidak dibebankan kepada jemaah haji lunas tunda tahun 1441 H/2020 M. Penambahan biaya akan dibebankan kepada alokasi Virtual Account.

“Jadi bagi calon jemaah haji tunda berangkat yang telah melunasi pada 2020, tidak akan diminta menambah pelunasan. Karena ini dapat ditanggulangi dengan alokasi Virtual Account,” kata Menag.

Dia menambahkan, semua pembahasan BPIH yang dilakukan Pemerintah dengan DPR menggunakan asumsi kuota 50 persen. “Asumsi kuota haji Indonesia tahun 1443 Hijriah yang dijadikan dasar pembahasan BPIH adalah sebanyak 110.500 jemaah,” pungkasnya.

RINCIAN BIAYA HAJI 2022

Biaya Penerbangan : Rp29.500.000
Living Cost : Rp5.770.005
Akomodasi di Makkah : Rp2.692.669
Akomodasi di Madinah : Rp769.334
Visa : Rp1.154.001′

Total : Rp39.886.009

(ris/by/ran)

BANJARBARU – Pemerintah bersama DPR telah menetapkan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) yang dibayar jemaah haji tahun ini: rata-rata sebesar Rp39.886.009. Angka ini naik dibandingkan Bipih pada 2021.

Untuk diketahui, Bipih 2021 masih mengacu Bipih 2020 yang kala itu juga gagal berangkat lantaran pandemi Covid-19. Nilainya mengacu Keputusan Presiden (Kepres) Nomor 6 Tahun 2020, sebesar Rp36.927.602. Lebih kecil jika dibandingkan tahun 2019 yang sebesar Rp37.885.084.

Kepala Kanwil Kemenag Kalsel Muhammad Tambrin mengatakan, Bipih tahun ini diputuskan dalam rapat antara Kemenag RI dengan DPR RI Komisi VIII. “Rapat dihadiri langsung oleh Menteri Agama, serta Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah,” katanya.

Dia mengungkapkan, Bipih sebesar Rp39.886.009 pada 2022 ini terdiri dari komponen biaya penerbangan, Rp29.500.000; living cost, Rp5.770.005; sebagian akomodasi di Makkah, Rp2.692.669; sebagian akomodasi di Madinah, Rp769.334; dan visa, Rp1.154.001.

Terkait jadwal pemberangkatan jemaah, Tambrin menyampaikan, hingga kini belum ada informasi dari pemerintah pusat. “Jadi kita masih menunggu petunjuk teknis dari pusat,” ucapnya.

Termasuk kuota jemaah yang diberangkatkan, dia menuturkan, sampai sekarang juga belum ada kepastian. “Kalau melihat jumlah kuota untuk internasional sebanyak 1 juta orang, mungkin ada pengurangan,” tuturnya.

Baca Juga :  Biaya Umrah Turun, Jemaah Masih Sedikit

Dia menjelaskan, pada saat normal kuota yang dibuka Arab Saudi sebesar 2,5 juta jemaah. Sehingga, tahun ini berkurang 1,5 juta. “Jadi kalau kuota normal untuk Kalsel biasanya 3.818 per tahun, kemungkinan tahun ini kurang dari itu,” jelasnya.

Meski begitu, Tambrin bersyukur tahun ini akhirnya Arab Saudi kembali membuka ibadah haji. Setelah dua tahun Indonesia tidak memberangkatkan jemaah.

Ihwal syarat jemaah yang boleh berangkat haji, dia menyampaikan, Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi dalam surat pengumumannya menyebutkan haji tahun ini terbuka untuk mereka yang berusia di bawah 65 tahun dan telah menerima vaksinasi lengkap Covid-19 yang disetujui Kementerian Kesehatan Saudi.

Kemudian, jemaah yang berasal dari luar Kerajaan wajib menyerahkan hasil tes PCR negatif Covid-19 yang dilakukan dalam waktu 72 jam sebelum keberangkatan ke Arab Saudi.

Kembali ke persoalan Bipih, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas setelah melaksanakan Rapat Kerja dengan Komisi VIII DPR RI, di Senayan, Jakarta, Rabu (13/4) mengungkapkan, Bipih merupakan salah satu komponen dari Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH).

Baca Juga :  Biaya Haji Belum Ada Kepastian

Komponen lain dari BPIH adalah biaya protokol kesehatan. Tahun ini disepakati biayanya senilai Rp808.618,80 per jemaah. Komponen ketiga dari BPIH adalah biaya yang bersumber dari nilai manfaat keuangan haji yang disepakati Rp41.053.216,24 per jemaah. Jadi total BPIH tahun ini disepakati sebesar Rp81.747.844,04 per jemaah.

Pada tahun 2020, Pemerintah dan DPR menyepakati rata-rata Bipih senilai Rp35,2 juta. Artinya, ada selisih dengan penetapan Bipih 2022. Meski demikian, selisih itu tidak dibebankan kepada jemaah haji lunas tunda tahun 1441 H/2020 M. Penambahan biaya akan dibebankan kepada alokasi Virtual Account.

“Jadi bagi calon jemaah haji tunda berangkat yang telah melunasi pada 2020, tidak akan diminta menambah pelunasan. Karena ini dapat ditanggulangi dengan alokasi Virtual Account,” kata Menag.

Dia menambahkan, semua pembahasan BPIH yang dilakukan Pemerintah dengan DPR menggunakan asumsi kuota 50 persen. “Asumsi kuota haji Indonesia tahun 1443 Hijriah yang dijadikan dasar pembahasan BPIH adalah sebanyak 110.500 jemaah,” pungkasnya.

RINCIAN BIAYA HAJI 2022

Biaya Penerbangan : Rp29.500.000
Living Cost : Rp5.770.005
Akomodasi di Makkah : Rp2.692.669
Akomodasi di Madinah : Rp769.334
Visa : Rp1.154.001′

Total : Rp39.886.009

(ris/by/ran)

Most Read

Artikel Terbaru

/