alexametrics
27.1 C
Banjarmasin
Sunday, 22 May 2022

Diduga Depresi karena Ditipu, Guru SMP Alalak Bunuh Diri

BANJARMASIN – Mayat AS ditemukan terbujur kaku di dasar Sungai Alalak, Selasa (12/4) selepas waktu salat tarawih.

Pria 33 tahun itu seorang guru SMP di Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala.

AS ditemukan tak jauh dari rumahnya di Jalan Alalak Berangas Gang Nurul Huda yang membelakangi sungai.

Saat dievakuasi Water Rescue Banjarmasin, tim terkejut melihat dacin (alat timbangan) yang terikat di kaki kanan AS.

Para tetangga dan kawan tak menyangka AS bakal memilih bunuh diri. Menurut mereka, AS bukan tipikal orang yang nekat.

“Pintar, tapi agak pendiam. Orangnya kalau ada masalah memang memendam sendirian,” kata seorang kerabat.

Pria 50 tahun ini berbisik kepada Radar Banjarmasin, bahwa AS diduga sedang depresi. Gara-gara ditipu, uangnya puluhan juta raib.

Baca Juga :  Depresi, Tusuk Leher Sendiri: IRT Ditemukan Tewas

“Saya mendengar, korban mentransfer ke beberapa orang, jumlah totalnya Rp40 juta. Masalahnya, uangnya ternyata juga hasil ngutang. Buat berbisnis apa, saya kurang mengerti,” tambah pria kurus yang meminta namanya tak dikorankan tersebut.

Sejak terlilit utang, AS kerap terlihat bingung sendiri dan tampak murung.

Sebelum menceburkan diri ke sungai, AS sempat meninggalkan pesan terakhir dalam selembar kertas dengan tulisan tangan yang ditujukan kepada M, adik perempuannya.

“Tapi keluarga sempat tak percaya,” ujarnya.

Keluarga kemudian mencari-cari AS ke rumah teman sekolah, teman kuliah, dan teman sesama pengajar.
“Sempat juga mendatangi orang pintar untuk bertanya-tanya,” tukasnya.

Hasilnya nihil. AS tak ditemukan. Sementara ponsel dan sepeda motor masih ada di rumahnya.
Maka diputuskan, sesudah berbuka puasa, akan dimulai penyisiran dan pencarian di sungai.

Baca Juga :  Diduga Stres, Pria Ini Menceburkan Diri ke Sungai

Bermodal informasi dari seorang saksi yang melihat seorang pemuda berenang ke tengah sungai, subuh itu. Hanya saja, saksi ini kurang yakin bahwa itulah AS.

AS adalah anak pertama dari dua bersaudara. Sedangkan M baru 21 tahun, masih kuliah dan sambil bekerja.
“Masih tinggal sama ayah dan ibunya. Ibunya sakit-sakitan setelah diserang stroke. Sehari-harinya beliau berjualan minuman es di depan rumah,” bebernya.

Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Alalak Ipda M Eko S mengatakan, polisi masih mengumpulkan informasi perihal motif bunuh diri.

“Keterangan keluarga karena ditipu. Tapi penipuan seperti apa, kami belum mengetahuinya secara rinci,” jelasnya kemarin (13/4).

“Jenazah juga sudah dibawa ke rumah duka. Keluarga juga menolak proses visum,” tambah Eko. (lan/az/fud)

BANJARMASIN – Mayat AS ditemukan terbujur kaku di dasar Sungai Alalak, Selasa (12/4) selepas waktu salat tarawih.

Pria 33 tahun itu seorang guru SMP di Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala.

AS ditemukan tak jauh dari rumahnya di Jalan Alalak Berangas Gang Nurul Huda yang membelakangi sungai.

Saat dievakuasi Water Rescue Banjarmasin, tim terkejut melihat dacin (alat timbangan) yang terikat di kaki kanan AS.

Para tetangga dan kawan tak menyangka AS bakal memilih bunuh diri. Menurut mereka, AS bukan tipikal orang yang nekat.

“Pintar, tapi agak pendiam. Orangnya kalau ada masalah memang memendam sendirian,” kata seorang kerabat.

Pria 50 tahun ini berbisik kepada Radar Banjarmasin, bahwa AS diduga sedang depresi. Gara-gara ditipu, uangnya puluhan juta raib.

Baca Juga :  Diduga Stres, Pria Ini Menceburkan Diri ke Sungai

“Saya mendengar, korban mentransfer ke beberapa orang, jumlah totalnya Rp40 juta. Masalahnya, uangnya ternyata juga hasil ngutang. Buat berbisnis apa, saya kurang mengerti,” tambah pria kurus yang meminta namanya tak dikorankan tersebut.

Sejak terlilit utang, AS kerap terlihat bingung sendiri dan tampak murung.

Sebelum menceburkan diri ke sungai, AS sempat meninggalkan pesan terakhir dalam selembar kertas dengan tulisan tangan yang ditujukan kepada M, adik perempuannya.

“Tapi keluarga sempat tak percaya,” ujarnya.

Keluarga kemudian mencari-cari AS ke rumah teman sekolah, teman kuliah, dan teman sesama pengajar.
“Sempat juga mendatangi orang pintar untuk bertanya-tanya,” tukasnya.

Hasilnya nihil. AS tak ditemukan. Sementara ponsel dan sepeda motor masih ada di rumahnya.
Maka diputuskan, sesudah berbuka puasa, akan dimulai penyisiran dan pencarian di sungai.

Baca Juga :  Depresi, Tusuk Leher Sendiri: IRT Ditemukan Tewas

Bermodal informasi dari seorang saksi yang melihat seorang pemuda berenang ke tengah sungai, subuh itu. Hanya saja, saksi ini kurang yakin bahwa itulah AS.

AS adalah anak pertama dari dua bersaudara. Sedangkan M baru 21 tahun, masih kuliah dan sambil bekerja.
“Masih tinggal sama ayah dan ibunya. Ibunya sakit-sakitan setelah diserang stroke. Sehari-harinya beliau berjualan minuman es di depan rumah,” bebernya.

Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Alalak Ipda M Eko S mengatakan, polisi masih mengumpulkan informasi perihal motif bunuh diri.

“Keterangan keluarga karena ditipu. Tapi penipuan seperti apa, kami belum mengetahuinya secara rinci,” jelasnya kemarin (13/4).

“Jenazah juga sudah dibawa ke rumah duka. Keluarga juga menolak proses visum,” tambah Eko. (lan/az/fud)

Most Read

Artikel Terbaru

/